Monday, June 13, 2016

Ada Apa dengan Teman Ahok?

Seolah menepis kegalauan, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menegaskan mantap maju di jalur independen. Namun di saat Ahok menegaskan hal itu, Teman Ahok justru melontarkan peringatan. Ada apa sebenarnya?

Ahok memang sempat menunjukkan sinyal kegalauan saat tiba-tiba mengungkap keinginannya 'rujuk' dengan Djarot Saiful Hidayat. Ditambah lagi pernyataannya soal Heru Budi Hartono yang berat menghadapi tekanan politik menuju Pilgub DKI. Namun setelah isu kegalauan itu meluas, Ahok langsung mengklarifikasi. Dirinya menegaskan telah mantap di jalur independen.

Meski demikian tetap saja Ahok menghadap Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri pada akhir Mei lalu. Ahok yang didampingi Djarot mengaku bilang ke Mega dirinya sudah mantap di jalur independen, tapi elite PDIP menyebut sebaliknya, masih pikir-pikir. Tak sedikit yang menyebut hubungan Ahok-PDIP saat ini benar-benar complicated.


Hubungan Ahok-PDIP memang cukup rumit belakangan ini, namun demikian belum benar-benar 'putus cinta'. PDIP yang telah kecewa ditinggal Ahok yang ingin berduet dengan Heru lewat jalur independen tak menutup pintu 'rujuk' bagi Ahok. PDIP membuka pintu jika Ahok mau mendaftar menjadi cagub DKI dari partai banteng moncong putih itu, prinsip PDIP memang tak akan mendukung cagub DKI independen.

Langkah Ahok maju lewat jalur independen sebenarnya juga sudah makin mantap. Teman Ahok sudah mengumpulkan hampir sejuta KTP dukungan untuk Ahok-Heru, artinya majunya Ahok-Heru lewat jalur independen tinggal menanti verifikasi di KPU saja. Namun surat pernyataan dukungan yang telah dikumpulkan Teman Ahok masih harus menghadapi proses verifikasi yang panjang dan rumit.

Meski demikian, sinyal Ahok bimbang belum hilang sepenuhnya. Karena selain PDIP yang seolah masih memberi harapan, Ahok juga sudah didukung oleh Hanura, NasDem, dan sebentar lagi Golkar. Dukungan ketiga parpol itu sebenarnya juga lebih dari cukup untuk mengusung Ahok lewat jalur parpol. Golkar telah melakukan pendekatan khusus kepada Ahok dan Teman Ahok agar cagub incumbent itu mau diusung lewat jalur partai.

Nah posisi Ahok saat ini bisa dibilang benar-benar di persimpangan jalan: pilih parpol atau konsisten di jalur independen bersama Teman Ahok. Mungkin inilah yang membuat teman Ahok mulai ikut-ikutan galau. Mereka mulai mengirim peringatan kepada Ahok.

Anggota Teman Ahok yang juga mantan anggota KPU I Gusti Putu Artha menyampaikan kabar adanya rekannya yang ingin mencabut dukungan untuk Ahok bila Ahok meninggalkan jalur independen. "Bahkan sudah ada di grup WhatsApp saya kalau sampai Ahok maju dari parpol kita mau buang dukungan yang sudah dikumpulkan," kata Putu Artha di Warung Daun, Jakarta Pusat, Sabtu (11/6/2016) lalu.

Di saat Teman Ahok mengirim peringatan, Ahok memilih tidak berpolemik. Ahok malah tak mau berkomentar soal Pilgub DKI lantaran masih banyak tugas kegubernuran yang harus dia selesaikan.

"Aduh, enggak usah ngomong itu," kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (13/5/2016).

Lalu apa ujung sinyal kegalauan Ahok yang mulai menular ke Teman Ahok ini?

Bagikan artikel Ada Apa dengan Teman Ahok? ini