Thursday, May 5, 2016

Pemda DKI kalah dari Mafia Tanah

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bikin cerita baru. Menurut dia, mafia tanah berkeliaran di Jakarta. Mafia tanah dituding sebagai biang kekalahan Pemerintah Provinsi Jakarta dalam sengketa lahan di Jakarta Barat.

Walhasil, putusan Peninjauan Kembali Mahkamah Agung memerintahkan Pemerintah Provinsi DKI mengembalikan lahan kantor Wali Kota Jakarta Barat, yang berlokasi di Jalan S. Parman nomor 2, kepada Yayasan Sawerigading, sekaligus membayar sewa tanah selama 29 tahun, yang totalnya Rp 40 miliar.


"Di Jakarta itu banyak sekali kasus orang dengan alasan tanah verponding, girik lah, tiba-tiba bisa menang," kata Ahok di Balai Kota, Senin, 9 Mei 2016. "Sudah kalah, kami juga wajib bayar sewa ke dia Rp 40 miliar. Dia tidak pernah wajib bayar PBB (Pajak Bumi Bangunan)."

Putusan MA itu terbit pada 2006. Namun pemerintah DKI Jakarta baru melaksanakan amar putusan pada 2009. Sebelumnya, pemerintah DKI meminta masukan dari Komisi Pemberantasan Korupsi dan Pengadilan Negeri Jakarta Barat mengenai pelaksanaan putusan tersebut agar sesuai dengan hukum. Pemerintah DKI berniat mengajukan Peninjauan Kembali atas putusan MA.

Bagikan artikel Pemda DKI kalah dari Mafia Tanah ini