Saturday, January 2, 2016

Mengenal lebih Dekat mengenai Alergi Mata

Alergi mata menyebabkan mata jadi merah dan terlihat bengkak. Jutaan orang di dunia berurusan dengan masalah alergi ini yang juga disebut alergi konjungtivitis. Sebuah kompres dingin pada mata dapat secara cepat mengatasi alergi ini. Tetapi untuk secara tuntas mengatasi alergi mata, Anda perlu mengidentifikasi pemicu dan mengobati gejalanya.

Gejala alergi mata bisa mencakup warna kemerahan di bagian putih mata atau kelopak mata bagian dalam. Tanda-tada lainnya ialah mata gatal, mata berair, penglihatan kabur, sensasi terbakar, pembengkakan kelopak mata, dan kepekaan terhadap cahaya. Alergi mata dapat terjadi sendiri atau bersamaan dengan alergi hidung dan alergi kulit eksem. Satu-satunya cara untuk memastikan apakah yang dialami alergi mata atau bukan adalah dengan periksa ke dokter mata.

Alergi mata terjadi ketika mata Anda terkena alergen pemicu—misalnya bulu hewan peliharaan atau serbuk sari. Sel-sel di mata Anda (yang disebut sel mast) melepaskan histamin dan bahan kimia lainnya sehingga menyebabkan peradangan. Hasilnya timbul gejala-gejala mata gatal, merah, dan berair.

Mengenal lebih Dekat mengenai Alergi Mata
Jangan Kucek Mata Anda!

Mungkin dorongan untuk mengucek atau menggosok mata yang gatal sangatlah besar, namun mengucek mata yang gatal justru membuatnya semakin parah. Mengucek mata bisa menyebabkan sel-sel mast melepaskan lebih banyak lagi bahan kimia yang menyebabkan gejala alergi mata. Akibatnya, justru mata jadi tambah gatal!

Lebih baik, lepaskan lensa kontak Anda (jika Anda memakainya), hapus riasan mata, dan kompres mata Anda dengan kompres dingin. Dan sering-sering lah cuci tangan.
Berbagai Pemicu Alergi Mata

Jika Anda cenderung mengalami alergi mata saat berada di luar ruangan, kemungkinan Anda memiliki alergi konjungtivitis musiman. Rumput, pohon, dan serbuk sari gulma adalah pemicu terburuknya. Ketika jumlah serbuk sari sedang tinggi-tingginya, lebih baik tetaplah tinggal di dalam ruangan. Kenakanlah kacamata ketika harus berada di luar ruangan.

Namun bukan berarti di dalam ruangan Anda bebas pemicu alergi. Bulu hewan peliharaan, tungau debu, dan jamur kapang merupakan pemicu alergi utama di dalam ruangan. Untuk membantu menyingkirkan pemicu-pemicu tersebut, jagalah agar hewan peliharaan tidak masuk ke dalam kamar tidur. Setelah Anda beres bermain dengan hewan peliharaan, selalu cuci tangan sampai bersih. Dan jangan lupa segera ganti pakaian begitu Anda pulang ke rumah agar tidak membawa alergen pemicu ke dalam rumah.

Apabila Anda cenderung mengalami alergi mata karena debu atau jamur kapang, cobalah perhatikan kebersihan tempat tidur dan sarung bantal. Cucilah seprai dengan air panas. Bersihkan lantai dengan vacuum cleaner dan kain pel basah, jangan gunakan sapu karena bisa menghamburkan debu kemana-mana. Secara rutin bersihkanlah kamar mandi, dapur, dan garasi atau gudang tempat jamur kapang bermukim.

Obat untuk Mengatasi Alergi Mata

Kebanyakan obat tetes untuk alergi mata mungkin memiliki kandungan yang juga digunakan untuk mengobati alergi hidung, yakni antihistamin, dekongestan, dan stabilisator sel mast. Antihistamin menggempur gejala-gejala yang muncul dengan menghalangi efek histamin. Stabilisator sel mast mengurangi peradangan dengan mencegah pelepasan bahan kimia seperti histamin dari sel mast.

Selain obat tetes mata, ada juga obat antihistamin dan dekongestan yang diminum (obat oral). Namun, obat antihistamin oral punya kecenderungan membuat mata jadi kering dan malah bisa menyebabkan kantuk. Beberapa obat dekongestan oral juga memiliki efek samping seperti pusing. Penderita penyakit tertentu juga tidak dianjurkan mengonsumsi jenis obat alergi oral. Ada baiknya konsultasikanlah dengan dokter sebelum mengonsumsi jenis obat apapun.

Pencegahan dengan menyingkirkan pemicu alergi adalah cara terbaik untuk mengatasi alergi mata dalam jangka panjang. Maka jika Anda sering mengalami alergi mata, mulai sekarang cobalah menganalisa apa saja kemungkinan pemicunya dan mulailah sebisa mungkin menyingkirkan atau menghindarinya.

Bagikan artikel Mengenal lebih Dekat mengenai Alergi Mata ini