Monday, August 24, 2015

Cara Membuat Taman Vertikal

Cara Membuat Taman Vertikal – Vertical Garden atau taman vertikal merupakan tanaman dan elemen taman lain, baik bertipe softscape maupun hardscape, yang semuanya disusun dalam bidang vertikal. Di dalam taman vertikal bisa berisi tanaman dan elemen-elemen lain, seperti air terjun. Konsep taman vertikal sekarang ini banyak dikembangkan di kota-kota besar, hal ini karena ruang terbuka hijau yang luasnya makin terbatas. Tembok-tembok rumah saat ini dapat dibikin taman vertikal. Per meter persegi dinding taman vertikal dapat diisi dengan 64 tanaman.

Fungsi taman vertikal sendiri tak ubahnya seperti taman pada umumnya. Taman Vertikal bisa memberi tambahan oksigen, ruang hijau, serta dapat mengurangi suhu udara. Satu-satunya perbedaan yaitu taman vertikal tidak berfungsi sebagai penahan erosi. Prinsip taman vertikal serupa dengan hidroponik, yaitu teknik bertanam tanpa tanah.


Tiga prinsip utama dalam kehidupan tanaman yaitu pupuk, matahari, dan air. Jadi, dimanapun dan dengan cara bagaimanapun, selama 3 prinsip ini tetap ada, tanaman dapat hidup. Bahkan di daerah yang tidak memiliki sinar matahari sekalipun, dapat dibikin matahari buatan dengan bantuan dari lampu.

Berikut cara membuat taman vertikal:

1. Bikin konstruksi pada bagian belakang (frame ) dengan membuat rongga sekitar 7 cm dari tembok.

2. Setelah frame selesai, letakkan media tanam (geotextile atau velt sabut kelapa) dua lapis. Sobek lapisan depan dari frame dengan jarak 12 cm.

3. Karena terdapat jarak antar lubang, maka tidak seluruh media tanam (karpet) langsung terganti dengan tanaman.

4. Masukkan tanaman ke dalam area lubang yang sudah dibuat. Bisa menggunakan media rockwool yang digulung, tapi dapat juga secara langsung.

5. Pengairan menerapkan sistem drip irigasi. Idealnya, pipa pengairan memiliki jarak 3 meter dari atas. Dengan menggunakan timer otomatis, waktu penyiraman bisa diatur, seperti 5 kali sehari, masing-masing selama 2 menit.

Pada cara membuat taman vertikal, media tanaman vertikal harus dicari yang lebih ringan, kuat, namun tetap dapat menyimpan air. Banyak media yang bisa digunakan, dua di antaranya yaitu nonwoven geotextile dan velt yang terbuat dari sabut kelapa. Velt dari sabut kelapa, yang dibuat dalam media berbentuk seperti papan yang memiliki ukuran 50 cm dan tebal 30 cm, dan bih unggul dalam hal menyimpan air.

Bagikan artikel Cara Membuat Taman Vertikal ini