Saturday, July 4, 2015

Pakai Kartu Kredit atau Uang Tunai?

Kapan Anda harus gunakan kartu kredit, dan kapan Anda harus gunakan uang tunai? Berikut adalah beberapa kondisi untuk membedakannya.

Kartu kredit merupakan alat transaksi yang mudah,cepat dan praktis. Hanya saja, Anda harus bijak dalam menggunakannya. Sudah diakui, kartu kredit menjadi alat transaksi yang bisa digunakan kapan saja dimana pun Anda berada. Meski begitu, Anda juga tak mengesampingkan penggunaan uang tunai sebagai alat bertransaksi. Pertanyaanya, kapan Anda bisa memakai uang tunai, dan kapan Anda harus gunakan kartu kredit? Beberapa alasan ini bisa menjawabnya.

Belanja di Luar Rencana

Anda memiliki keperluan bertemu dengan rekan bisnis atau teman di sebuah pusat perbelanjaan. Dalam perjalanannya, mendadak Anda tergiur dengan sebuah produk yang dilihat di sebuah toko pusat perbelanjaan tersebut. Taruh saja Anda membeli barang tersebut, alat pembayaran apa yang Anda gunakan?

Nah, bila situasi seperti ini, bisa saja Anda menggunakan kartu kredit. Namun, janganlah menjadi kebiasaan untuk melakukannya. Cobalah untuk gunakan uang tunai. Sebab, dengan begitu Anda dapat mengukur pengeluaran yang dilakukan tanpa harus menunggu tagihan kartu kredit. Perlu diingat, kartu kredit bisa menjadi penyelamat keuangan pada saat-saat tertentu, tapi bisa menjadi bumerang bila salah dalam penggunaannya.

Diskon Kartu Kredit

Bila mampir ke sebuah pusat perbelanjaan, banyak ritel atau toko yang pastinya menawarkan produk baru dengan potongan harga bagi kartu kredit tertentu. Untuk keperluan ini, bila memang Anda cukup memerlukan barang tersebut dan potongan diskon yang ada cukup menguntungkan, Anda boleh menggunakan kartu kredit.

Namun ingat, bila dimungkinkan, bandingkan dahulu harga produk tersebut. Periksa harga sebenarnya, yakni harga sebelum diskon. Sebab, biasanya ada pajak dan biaya pelayanan. Bisa jadi selisih tak begitu besar dengan harga asli.

Bayar Mendadak yang Cukup Besar

Ada beberapa kondisi yang masuk dalam poin ini. Misalnya, membayar rumah sakit saat salah satu anggota keluarga sakit mendadak. Alasannya, Anda mungkin tidak sempat untuk mengambil uang tunai dalam jumlah besar.

Contoh lainnya, misalnya Anda harus memperbaiki kendaraan saat tiba-tiba harus masuk ke bengkel. Padahal, saat itu Anda tidak membawa uang tunai. Namun, bila dimungkinkan, cobalah untuk melunasi tagihan yang dipakai untuk keperluan ini secara penuh.
Pengeluaran Terencana

Yang dimaksud pengeluaran terencana adalah ketika Anda membutuhkan sebuah barang yang ingin Anda beli sejak lama dan sudah menghitung tagihan cicilan dan bunganya. Di sini, Anda pun dapat menggunakan kartu kredit untuk keperluan rutin, yaitu biaya yang rutin dikeluarkan seperti biaya pendidikan anak, asuransi, pajak, tagihan telepon, tagihan listrik, dan lainnya. Setidaknya, pengeluaran-pengeluaran tersebut sudah Anda ketahui jumlahnya dan wajib Anda lunasi setiap bulannya.

Harus diingat, jangan menggunakan kartu kredit untuk belanja bulanan, atau transaksi lainnya yang tidak dapat dihitung dengan pasti. Cobalah gunakan uang tunai atau kartu debit untuk melakukan transaksi seperti ini. Hal ini dapat membantu Anda menghindari pembengkakan tagihan dan pengeluaran pada kartu kredit yang Anda miliki.

Hitung Limit

Intinya, gunakan dengan bijak kartu kredit Anda. Hitung limit dan pengeluaran. Idealnya, limit kartu kredit Anda tidak melebihi dari lima kali pengeluaran tiap bulan. Bila pengeluaran bulanan Anda Rp 3juta, maka limit kartu kredit yang cocok adalah Rp 15 juta. Jika hal ini dilakukan, maka Anda akan dipermudah jika ingin mengajukan permohonan untuk menambah limit kredit selanjutnya.

Bagikan artikel Pakai Kartu Kredit atau Uang Tunai? ini