Wednesday, July 30, 2014

Tutup Kartu Kredit Sebelum Meninggal!

Mungkin kisah berikut ini bermanfaat. Kalau sempat, sebelum meninggal, Anda harus menutup rekening kartu kredit Anda. Jika tidak demikian maka tagihannya akan terus ditagihkan untuk Anda. Simak ceritanya di bawah ini:
Tagihan kartu kredit nasabah yang sudah meninggal.

Nasabah Meninggal vs Tagihan Kartu Kredit

Seorang nasabah kartu kredit meninggal dunia di bulan Januari. Sebelum meninggal dia sudah melunasi semua tagihan hanya saja tidak sempat menutup rekening kartu kredit tersebut. Toh siapa yang bakal tahu kapan dirinya meninggal? 

Februari 2013 datang tagihan iuran tahunan. Berhubung sudah meninggal dan sekarang sudah masuk bulan April, otomatis iuran tahunan tersebut membengkak dengan penambahan biaya keterlambatan, bunga, denda, dsb.

Seorang anggota keluarga si nasabah resah lalu menghubungi bank penerbit kartu.

"Saya ingin memberitahukan bahwa Joko Susilo sudah meninggal!"

"Tetapi rekening atas nama Joko Susilo belum ditutup. Di sini masih ada tagihan iuran tahunan berikut denda dan bunganya," jawab orang bank.

"Jadi harus bagaimana?"

"Sebentar, biar saya sambungkan dengan atasan saya," kata si customer service seraya mengalihkan panggilan ke supervisor.

"Halo, ada yang bisa saya bantu?"

"Begini Pak, saya ingin memberitahukan Anda bahwa saudara saya Joko Susilo sudah meninggal."

"Boleh saya tahu dengan siapa saya berbicara?"

"Dengan adiknya."

"Maaf, tetapi Joko Susilo belum sempat menutup rekening kartu kreditnya. Karena belum ditutup, otomatis tagihan tetap berjalan Pak."

"Loh, bagaimana orang yang sudah meninggal bisa menutup rekening kartu kreditnya?" tampak mulai kesal adik Joko Susilo ini.

"Hmm.. apakah benar Joko Susilo sudah meninggal? Apa tidak mungkin dia kabur?"

"Sudah meninggal! Apa perlu saya fax akta kematiannya?"

"Ide bagus...boleh juga," balas supervisor sambil menyebutkan nomor fax.

"Jika kami belum menerima bukti fax yang sah atas kematian Joko Susilo, terpaksa kami akan terus mengirimkan tagihan."

Adik Joko Susilo mulai emosi, "Hei, Anda ini budeg atau bagaimana? Dibilang sudah meninggal kok masih ingin nagih? Kalau ingin nagih tolong jangan tagih ke alamat rumah saya. Nanti saya berikan alamat baru."

"Baiklah. Tolong berikan alamat baru Joko Susilo."

"Tolong dicatat baik-baik: San Diego Hills, Jade Mansion Blok C6SS. Jl. Exit Tol Karawang Barat 2 Km. 26, Karawang."

"Tapi ini kan pekuburan?"

"Emangnya orang kalau sudah mati alamatnya di mana ha? *!%#"

Tut...tut...tut...

 

Bagikan artikel Tutup Kartu Kredit Sebelum Meninggal! ini