Thursday, July 31, 2014

Transaksi Tarik Tunai Kartu Kredit

Setelah kita mendapatkan nomor PIN kartu kredit, kita bisa menggunakan kartu kredit tersebut untuk tarik tunai melalui mesin-mesin ATM yang ada di sekitar kita. Bisa mesin ATM bank apa saja asal memang tercantum logo VISA atau MasterCard sesuai dengan tipe dan jenis kartu kredit yang kita miliki. Dan ini berlaku untuk mesin ATM di seluruh dunia entah itu di Singapore, Malaysia, Inggris, Spanyol, Jepang, Beijing hingga ujung dunia.
Kartu kredit bisa digunakan untuk menarik uang tunai dari mesin ATM. Tinggal masukkan kartu, pencet nomor PIN dan ikuti instruksi yang ada.

Dengan demikian kita tahu bahwa kartu kredit bukan semata-mata untuk berbelanja saja tetapi juga berfungsi untuk menarik uang kontan (cash withdrawal). Layaknya kartu ATM atau kartu debet, tinggal datang ke mesin ATM terdekat, masukkan nomor PIN lalu pilih jumlah nominal uang yang ingin kita ambil. Kalau mesin ATM tersebut memiliki bahasa asing (inggris) tinggal Anda pilih saja sesuai instruksi yang ada. Jangan lupa untuk mengganti nomor PIN standar sebelum menggunakan kartu kredit untuk menarik uang tunai.

Besarnya limit tarik tunai tentu setiap bank memiliki kebijakan berbeda-beda. Dulu ada yang hampir 100% dari limit, ada yang cuma 60%, ada yang bertahap mulai dari 30% terus naik di tahun depan 50%, dst. Itu cuma akal-akalan dan permainan bisnis saja. Maksud sekian persen itu misalnya limit tarik tunainya (cash advance) cuma 60%, berarti jika limit kartu kredit Anda adalah Rp 10.000.000 maka yang bisa Anda tarik lewat mesin ATM maksimal Rp 6.000.000. Tetapi kalau belanja ya full Rp 10.000.000. Bagaimana jika sudah belanja sebesar Rp 5.000.000? Sudah pasti sisanya yang bisa ditarik tunai adalah Rp 5.000.000. Gampang deh hitung-hitungan model begini? Kalau kurang jelas coba tanyakan kepada bank yang menerbitkan kartu kredit tersebut.

Perlu diingat dan diperhatikan bahwa penarikan tunai melalui mesin ATM akan dikenakan bunga penarikan tunai yang lebih tinggi dari bunga transaksi belanja serta ada yang namanya biaya penarikan tunai. Besarnya sih mungkin bervariasi dan mungkin saja sudah ditetapkan sama oleh Bapak/Ibu Pejabat Terhormat di BI dan kroni-kroninya. Semoga saja ya! Mungkin butuh dukungan doa dan puasa agar pejabat kita lebih memihak rakyat kecil. 

Kesimpulannya: kalau tidak kepepet sekali sebaiknya jangan tarik tunai. Lebih baik tarik tunai gunakan kartu ATM biasa. Namun kalau kebetulan kartu ATM sedang cekak dananya, ya mau gimana lagi? Untuk menyiasati bunga yang tinggi ini, mungkin ada baiknya pertimbangkan gesek tunai di merchant/toko. Perbedaan antara gesek tunai dan tarik tunai sudah juga dibahas. Silakan meluncur ke sini saja.

 

Bagikan artikel Transaksi Tarik Tunai Kartu Kredit ini