Monday, July 7, 2014

Strategi Surveyor Kartu Kredit

Saat surveyor datang ke kantor atau rumah untuk memverifikasi permohonan kartu kredit, tentunya mereka punya teknik-teknik tersendiri. Tujuan mereka sama seperti analis yakni untuk memastikan bahwa orang yang memohon kartu kredit tersebut benar-benar ada, bertempat tinggal di sana atau bekerja di sana. Itu saja! Tidak kurang dan tidak lebih. Jadi selama benar bahwa si pemohon adalah orang yang sah, maka kartu kredit pasti akan diproses lebih cepat dan disetujui.
Surveyor kartu kredit siap diutus untuk mendatangi Anda sambil membawa kamera.

Dalam prakteknya, surveyor berbeda dengan analis. Analis hanya mendengar suara lewat telepon sambil memeriksa kecocokan alamat yang diberikan, tidak demikian dengan surveyor. Surveyor bertemu dan berbicara langsung. Dari pertemuan inilah surveyor membaca gelagat si calon nasabah. Jangan pernah bersikap berlebihan menghadapi surveyor apalagi memberikan uang tip. Bersikap santai saja dan jawab apa adanya. Tidak perlu takut surveyor akan menghalangi atau mempersulit kita karena mereka juga punya target. Tidak mungkin 1.000 nasabah yang mereka datangi, 1.000 tersebut dipersulit. Kalau bank tidak ada pemasukan juga bubar bank tersebut. Jadi bank mesti terus menambah nasabah mereka termasuk nasabah kartu kredit.

Ada yang bilang kalau surveyor dikasih uang tip maka kartu kredit kita akan disetujui. Anda jangan percaya begitu saja. Ujung-ujungnya justru bisa jadi bumerang dan ditolak kartu kredit kita. Alasannya si nasabah sudah mencurigakan dan tidak benar perilakunya. Siapa yang bisa memastikan bahwa tip tersebut benar-benar efektif? Kalau data kita benar dan semuanya cocok pasti kartu kredit kita akan disetujui. Terkecuali ketemu surveyor yang mata duitan tentu saja mereka bisa membantu kita. Mereka ini mencari uang sampingan karena gaji yang kecil. Begitu ketahuan sama atasan mereka, surveyor seperti ini pasti akan dipecat karena tidak profesional. Jadi pintar-pintar Anda kalau ingin memberikan tip.

Surveyor kadang juga menyodorkan berkas untuk ditandatangani oleh nasabah untuk memastikan bahwa mereka sudah bertemu nasabah dan melakukan tugasnya. Tahu sendiri surveyor adalah seorang manusia yang kadang malas apalagi kata orang ketika menjelang bulan puasa. Biasanya si surveyor hanya duduk di warung rokok atau warung indomie, melintasi alamat rumah atau gedung kantor tetapi tidak masuk bertemu si calon nasabah. Laporannya ke bank ya main ditulis "oke-oke" saja padahal tidak bertemu dengan si nasabah. Maka itu ada anekdot berkata, "Apply kartu kredit paling bagus di bulan puasa atau menjelang akhir tahun." Alasannya karena surveyor tidak begitu serius bekerja sebab berpuasa atau sudah menjelang liburan natal tahun baru. Benar atau tidak mungkin Anda yang bisa ceritain sendiri nanti.

Surveyor akan mengambil beberapa foto kantor, gedung atau rumah kita. Semua yang terambil dari foto akan dipelajari kembali. Kalau Anda mengisi aplikasi dengan menyebut sebagai seorang direktur utama atau presiden komisaris dengan gaji ratusan juta per bulan, tetapi tampak dari foto rumah Anda adalah tipe 21 RSSSSS (Rumah Sangat Sederhana Sampai Selonjor pun Sulit), maka dipastikan permohonan kartu kredit Anda ditolak. Kok bisa? Ya jelas bisa. Masa seorang direktur bergaji ratusan juta tinggal di rumah tipe 21 RSSSSS tersebut? Jadi itulah salah satu tujuan jepretan foto dan mengapa analis mengutus surveyor.

Seorang surveyor juga bisa sengaja mengambil foto rumah secara luas yang memperlihatkan garasi mobil. Dengan demikian akan terlihat apakah si nasabah tersebut memiliki kendaraan pribadi atau bukan. Dicocokan dengan jabatan dan gaji yang sudah ditanyakan oleh analis. Beruntunglah jika pas surveyor datang ke rumah, tampak ada beberapa mobil nangkring di garasi. Pasti kartu kredit Anda akan disetujui karena dianggap bahwa nasabah kaya, bonafit dan tidak akan melarikan uang bank. Padahal dalam kenyatannya banyak juga orang sengaja menyewa mobil rental ditaruh digarasi hanya untuk mengelabui surveyor.


 

Bagikan artikel Strategi Surveyor Kartu Kredit ini