Sunday, July 6, 2014

Kartu Kredit Berlimit Rp 1 Milyar?

Kartu kredit limit Rp 1 milyar.
Mungkin ini adalah pembahasan yang paling ditunggu banyak pembaca soal kenaikan limit kartu kredit. Benarkah limit kartu kredit bisa mencapai Rp 1 milyar? Kalau benar, bagaimana caranya? Apakah mungkin jika sudah mencapai Rp 1 milyar bisa di-upgrade menjadi Rp 10 milyar, Rp 100 milyar bahkan Rp 1 triliun, dst? Kalau tidak benar, mengapa tidak bisa terjadi dan apa alasannya bank tidak bisa menaikkannya? Jika tidak memungkinkan lalu mengapa banyak orang mengajarkan soal menaikkan limit kartu kredit hingga Rp 1 milyar? Apakah itu penipuan atas nama ilmu pengetahuan? Semoga pembahasan kali ini memberikan pencerahan buat kita semua.

Kartu Kredit Limit Rp 1 Milyar

Rumors yang mengatakan bahwa kartu kredit bisa berlimit Rp 1 milyar adalah antara fakta (fact) dan fiksi (fiction). Kalau dibilang tidak memungkinkan juga benar, dibilang memungkinkan juga benar. Masalahnya hanya satu, jika memungkinkan bagaimana kita membuatnya memungkinkan dan kalau tidak memungkinkan apakah alasannya? Dalam beberapa kasus memang memungkinkan karena ada orang yang kartu kreditnya berlimit Rp 1 milyar dan akan kita bahas kali ini.

Secara "konsep", limit kartu kredit memang bisa mencapai Rp 1 milyar bahkan lebih. Mengapa bisa demikian? Karena kita berpatokan pada sistem perbankan yang ingin terus meraih keuntungan. Bankir adalah orang-orang yang hebat bahkan licik. Kalau belum paham, silakan meluncur ke artikel sebelumnya di sini. Ketika bank memberikan limit katakanlah sudah mencapai Rp 100 juta, lalu kita pergunakan secara maksimal dan membayar tanpa ada penunggakan, bank akan tergiur untuk menambah limit. Siapa yang tidak ingin keuntungan? Sistem inilah yang terjadi selama ini dan terus kita nikmati sampai detik ini. Makanya kartu kredit kita yang awalnya cuma Rp 3 juta bisa naik menjadi Rp 4 juta, akhir tahun menjadi Rp 7 juta, Rp 50 juta, dst.

Ketika mencapai katakanlah Rp 200 juta, apakah mungkin akan terus naik lagi? Sudah pasti akan terus naik karena bank mencari keuntungan. Masalahnya hanya satu, "Apakah kita bisa menggunakan secara maksimal limit kartu kredit yang sudah diberikan oleh bank?" Pertanyaan inilah yang harus kita jawab bersama-sama. Sebab pertanyaan ini menentukan seberapa tinggi limit kartu kredit yang bisa kita raih.

Klausul Persetujuan dan Penggunaan Kartu Kredit

Ada banyak orang yang menggunakan kartu kredit tanpa memahami dengan jelas klausul persetujuan dan penggunaan kartu kredit. Padahal klausul seperti itu penting. Kalau mau disederhanakan, klausul ibarat semacam panduan (guide), perjanjian (agreement) atau ketentuan syarat pelayanan (term condition of service). Di klausul seperti inilah tercantum segala manfaat, benefit serta berbagai aturan mengikat yang kadang sering dianggap sepihak (hanya menguntungkan bank). Beberapa poin yang dianggap memihak bank seperti ulah debt collector yang memaki-maki nasabah tanpa menggunakan nalar dan otak. Padahal yang mengangkat telepon kadang bukan si nasabah melainkan bisa orang tua, mertua atau anak kecil yang tidak ada hubungan sama sekali. Kata-kata makian, jorok, kasar, aneh pun diperdengarkan. Secara hukum bisa dituntut karena termasuk pasal penghinaan/teror/perbuatan tidak menyenangkan. Namun klausul perjanjian mengatakan ada pengecualian sehingga kita tidak bisa menuntut bank.

Klausul kartu kredit bisa kita baca di belakang formulir aplikasi atau di buku panduan yang biasanya selalu disertakan pada saat kartu kredit disetujui pertama kali. Kalau di formulir aplikasi biasanya hurufnya sangat kecil sehingga membuat kita malas membacanya atau membutuhkan kacamata. Kadang ditambahkan tanda bintang (*) yang sebenarnya adalah poin penting yang harus dipahami terlebih dulu. 

Dalam salah satu klausul sering dinyatakan bahwa: 
"bank sewaktu-waktu bisa menghentikan/membatalkan/menarik kembali/menurunkan limit/menagih sisa terhutang, dsb.. secara sepihak, sesegera mungkin tanpa memberitahukan kepada nasabah terlebih dulu serta tidak wajib memberitahukan alasan atas tindakan tersebut." 
Kurang lebih seperti itu. Lalu apa dampaknya terhadap kenaikan limit kartu kredit? Sudah pasti ada. Artinya bank sewaktu-waktu bisa menurunkan limit kartu kredit kita. Inilah yang kadang terjadi dan diprotes banyak nasabah. Padahal sebagai nasabah kita terikat pada klausul seperti ini. Makanya ada orang yang tiba-tiba kartu kreditnya diblokir, dsb. Kita tidak berhak protes karena penggunaan kartu kredit sesuai aturan main yang kita sendiri sudah menyatakan persetujuan pada saat menandatangani formulir aplikasi.

Atas dasar inilah maka rumors kartu kredit bisa naik menjadi Rp 1 milyar adalah fiksi (hayalan). Pada saat kita sudah memiliki limit Rp 300 juta dan dalam kurun waktu 3 bulan kita tidak pernah bisa menghabiskan limit Rp 300 juta (minimum 80%) setiap bulan, maka bank secara sepihak bisa saja menurunkan limitnya menjadi Rp 200 juta. Akan diturunkan terus jika dianggap Rp 200 juta pun tidak bisa kita pergunakan secara maksimal. Bank akan mengalihkan sisanya untuk nasabah lain yang jauh lebih membutuhkan (baca: menguntungkan mereka). Sampai di sini Anda paham? Jadi kuncinya adalah menggunakan kartu kredit secara maksimal. Jika Anda bisa menghabiskan limit Anda maka bank akan terus menambahkannya bahkan mencapai Rp 1 milyar atau lebih.

Yang jadi permasalahannya adalah: bagaimana kita bisa menghabiskan limit Rp 300 juta, Rp 500 juta, Rp 750 juta dalam sebulan jika memang tidak kita butuhkan? Di sinilah para mafia kartu kredit bermain yang kadang membodohi kita agar terus mengesek kartu kredit (gestun) atau ikut investasi ini dan itu supaya limit kita bisa terus dihabiskan sehingga bank terus menambahkan limit. Memang benar bank akan menambahkan limit, tapi tahukah Anda berapa biaya atau ongkos yang sudah Anda habiskan untuk gesek tunai di beberapa toko yang mengambil fee sekian persen? Kita yang dimanipulasi oleh oknum-oknum tertentu untuk menghidupi segelintir orang. Begitu suatu hari sudah mencapai Rp 1 milyar dan tidak bisa kita pergunakan maksimal, akan langsung drop menjadi Rp 150 juta kembali. Ini adalah hak bank karena sudah ada klausulnya seperti itu. Bahkan dalam beberapa kasus bukan karena tidak maksimal penggunaan kartu tetapi bisa karena kondisi ekonomi, politik keamanan, kecurigaan bank, dsb.

Jadi adalah omong kosong dan sangat berbahaya jika ada yang bilang atau mengajarkan kartu kredit bisa kita naikkan limitnya hingga Rp 1 milyar. Memang benar, namun berapa besar biaya yang sudah Anda keluarkan selama proses tersebut terjadi? Tidak seimbang dan hanya menguntungkan orang-orang yang mengajari Anda tersebut. Kelompok merekalah yang memasang perangkap gesek tunai, talangin kartu kredit, dsb. Kalau hanya untuk membayar fee 2,5% saja sudah berapa ratus juta kita korbankan? Begitu tidak bisa dinaikkan lagi otomatis langsung diturunkan bank secara sepihak bahkan bisa dicabut kartu kredit kita.

Fakta Kartu Kredit Berlimit Rp 1 Milyar 

Meskipun limit Rp 1 milyar adalah fiksi, tetapi ada juga faktanya. Kalau yang ini tentu Anda tidak dirugikan. Contohnya seperti para pengusaha atau konglomerat papan atas Indonesia bahkan dunia. Apakah mereka mau hanya dikasih limit ratusan juta sedangkan mereka saja punya bank (baca: saham) yang menerbitkan kartu kredit tersebut? Tentu tidak bukan? Analis akan berpikir ulang ribuan kali sebelum memutuskan besarnya limit kartu kredit untuk mereka. Yang ada malah kartu kredit mereka bisa berlimit tidak terbatas seperti charge card layaknya kartu kredit agen 007 (James Bond). Agen 007 selalu diberikan limit tidak terbatas karena kerjanya yang sibuk dan melintasi benua belum termasuk harus mentraktir cewek-cewek cantik.

Tidak perlu menjadi pengusaha papan atas atau konglomerat. Tidak butuh trik ini dan itu. Untuk memiliki kartu kredit berlimit Rp 1 milyar sangatlah mudah. Anda tahu yang disebut dengan secured credit card? Anda datang ke salah satu bank penerbit kartu kredit, tempatkan deposito sebesar Rp 3 milyar dan jadikan itu sebagai jaminan atas penerbitkan kartu kredit Anda. Minta limit kartu kredit Rp 1 milyar maka 1.000% akan disetujui. Jangankah Rp 1 milyar, Rp 3 milyar pun akan disetujui jika Anda memang beruntung. Dengan catatan bank tersebut bukan bank kecil dan bisnis bank ada di produk kartu kredit. Inilah faktanya.

Gabungan Beberapa Kartu Berlimit Rp 1 Milyar

Mungkin yang diajarkan dan dimaksudkan oleh beberapa orang bahwa kartu kredit bisa naik limitnya hingga Rp 1 milyar adalah gabungan dari beberapa kartu. Hal ini tentu saja memungkinkan dan adalah fakta. Cukup mempunyai 3 kartu dari bank berbeda maka limit kartu kredit kita bisa tembus Rp 1 milyar. Jika satu bank saja memberikan limit Rp 340 juta, maka 3 kartu saja limit kartu kredit kita sudah tembus Rp 1,2 milyar. Atau Anda miliki 10 kartu kredit dari bank berbeda dengan limit minimal Rp 100 juta, Anda sudah punya kartu kredit berlimit Rp 1 milyar. Tentu ini adalah gabungan dari semua kartu.

Namun diingat bahwa penggunaan dan persetujuan kartu kredit ada klausulnya. Jangan sampai di tengah jalan bank merasa ada yang salah lalu limit kartu kredit kita diturunkan atau malah kartu kredit kita dicabut secara sepihak. Namanya juga bank yang licik. Cape dech...

Bagaimana menurut Anda?


   

Bagikan artikel Kartu Kredit Berlimit Rp 1 Milyar? ini