Thursday, August 28, 2014

Penipuan Undian Hadiah Lewat Email

Artikel ini ditulis karena beberapa email yang masuk yang menanyakan soal "email undian berhadiah" dan terakhir ditanyakan oleh Saudari Anggreni Agustina Wijaya. Anda bisa melihat komentar beliau di topik online credit card fraud. Sekali lagi, kami mohon pengertian Anda semua bahwa tidak setiap email akan kami balas apalagi meminta balasan yang cepat. Sama seperti Anda, kami masing-masing memiliki kesibukan tersendiri dan hanya membalas yang kira-kira cukup urgent. Lagian kadang ada orang yang mengirimkan email minta segera dibalas tetapi begitu dibalas yang meminta konfirmasi ulang malah lama sekali membalas. Satu nasehat dari kami, "Jika Anda ingin diperlakukan dengan baik oleh orang lain maka perlakukan orang lain juga dengan cara yang sama."
Beginilah biasanya kawanan penipu beraksi. Bisa dari negara mana saja bahkan dari warnet lokal di Indonesia.

Mengapa Orang Indonesia Sering Menjadi Korban Penipuan?

Kita harus mencoba menjawab pertanyaan ini: Mengapa orang Indonesia sering menjadi korban penipuan dunia maya? Kalau mau diubah sedikit kurang lebih pertanyaannya sama: Mengapa kita terus salah memilih pemimpin (presiden/gubernur/bupati/walikota)? Jawabannya karena kita bodoh! Tidak mau belajar dari pengalaman masa lalu. Jika 5 tahun kepemimpinan mereka tidak ada perubahan yang signifikan maka harus kita pilih yang baru. Jangka waktu 5 tahun sudah sangat lama apalagi 10 tahun (2 periode)? Keburu mati anak cucu, ayam itik, kerbau kambing peliharaan kita semua.

Kita tidak mau belajar atau malas belajar otomatis selalu menjadi korban penipuan. Padahal dari Google kita bisa mendapatkan banyak ilmu. Semua kasus penipuan online kalau mau kita cari lewat Google, pasti pernah dikupas oleh seseorang yang mungkin menjadi korban pertama. Orang yang menjadi korban pasti akan membagikannya buat kita sehingga kita bisa mengambil hikmah. Namun sayangnya, otak kita menjadi tumpul ketika melihat tawaran hadiah, akal sehat kita berhenti ketika melihat tawaran harga komputer, kamera, laptop diskon 70%, mata kita menjadi buta ketika mendengar ada orang bule yang mengutarakan cinta, dsb. Makanya korban terus berjatuhan lewat jual beli online, transfer uang ke penipu via Western Union (WU), dst.  

Penipuan Online

Penipuan online ada banyak jenis dan beragam modus operandinya. Terlalu luas untuk dibalas di sini. Mulai dari penipuan jual beli online, website palsu, rekening palsu, alamat toko palsu, pemalsuan identitas facebook, chatting, dsb. Kali ini kita akan membahas yang namanya penipuan undian berhadiah, hibah, lotere, sumbangan, dsb..yang sering ditawarkan lewat email. Pertanyaannya sederhana, yang sebenarnya sudah bisa kita simpulkan sendiri. Jadi tanpa bertanya kepada orang lain atau mencari lewat internet sudah bisa diketahui benar tidaknya tawaran lewat email tersebut. Coba kita bertanya pada diri kita sendiri,

"Emangnya saya siapa sampai ada yang mau kasih hibah, hadiah, uang tunai, dsb..?"

Kalau Anda bisa menjawab pertanyaan tersebut, selesai sudah trik penipuan itu. Anda tidak akan jadi korban meskipun si penipu berkata anak jenderal, anak menteri, anak mantan presiden, pengacara ini dan itu, ahli waris dari si A atau si B, dari perusahaan A atau B, dsb. Tidak mungkin ada yang namanya undian berhadiah lewat email, dsb.

Nigerian Scam atau Nigerian Sweetheart Scam

Bicara soal penipuan lewat email, rasanya malu jika kami ceritakan. Mengapa? Karena di tahun 2000 kami hampir jadi korban. Bayangkan sudah lebih dari 10 tahun silam di mana modus seperti ini masih jarang diketahui. Waktu itu, dalam hati kami berpikir bakalan kaya mendadak mendapat komisi Rp 23 milyar. Kalau mau ditulis kisahnya bisa dijadikan sebuah ebook setebal 50-100 halaman. Bahkan tak tanggung-tanggung salah satu kepala cabang BCA pun kami hampiri soal deal transfer dana tersebut. Konyolnya si kepala cabang BCA siap menampung dana yang jumlahnya ratusan milyar sampai semua orang yang ada di bank pada saat itu kaget. Bagaimana tidak kaget? Ada ibu-ibu yang hanya transfer beberapa ribu dollar untuk anaknya yang sekolah di luar negeri, tetapi kami waktu itu lagi bicara transferan jutaan dollar yang masuk ke Indonesia? Lucu dan malu kalau menceritakannya di sini.

Namun beruntung pada akhirnya terbongkar juga karena feeling. Kalau mau ditotal jenderal paling rugi waktu saja dan sedikit uang komunikasi dengan kawanan penipu tersebut. Waktu yang kami habiskan untuk berkomunikasi dengan kawanan penipu kurang lebih 6 bulan baik dari telepon, chatting, email, dsb. Anda bisa lihat betapa cerdiknya kawanan penipu ini bermain? Tidak secara langsung tetapi menarik kita perlahan-lahan. Bahkan mereka tak segan-segan menghubungi kita ke nomor telepon pribadi baik di rumah, kantor, ponsel, dsb. Sampai pembokat (baca: pembantu rumah tangga) pun kagok tidak bisa cas cis cus "how are you?"

Kami juga rugi sedikit uang yakni membayar biaya koneksi internet, fax dokumen ke Nigeria, dsb. Konyol dan betapa bodohnya kami waktu itu. Tetapi itulah manusia di mana harus belajar dari pengalaman. Makin sering ditipu seharusnya makin pintar kita. Jadi teringat kata-kata Vernon Law,
"Pengalaman adalah guru terhebat sekaligus terkejam di dunia. Dia memberikan ujiannya terlebih dulu baru pelajarannya kemudian."

Lain lagi ceritanya dengan saudara kami di mana bersama temannya tertipu kurang lebih Rp 5 juta lewat transfer Western Union (WU) ke kawanan penipu ini. Begitu sudah jadi korban baru melakukan konsultasi kepada kami. Apa lacur, nasi sudah menjadi bubur. Teman kami yang lain juga hampir saja menjadi korban soal sumbangan pembangunan rumah ibadah (gereja) dari Jepang. Untung berhasil konsultasi dengan kami sehingga mengetahui modus penipuan seperti itu.

Mengapa sebelum transfer uang ke kawanan penipu tersebut, saudara kami tidak mengkonsultasikannya kepada kami? Apalagi jika bukan soal uang. Kebanyakan orang kalau merasa bakal dapat rezeki nomplok, jarang mau cerita-cerita. Takut diminta bagian atau takut ketahuan kaya mendadak. Tetapi begitu jadi korban mulailah kasak kusuk meminta pendapat. Sudah terlambat...rasain lu! Tak beda dengan korban-korban penipuan Bank Century  - di luar pemilik tabungan - beberapa waktu lalu. Apakah mereka tidak tahu bahwa investasi yang ditawarkan itu gak beres? Hanya orang bodoh yang percaya bahwa ada investasi 100% aman yang lebih tinggi return-nya dari bunga deposito bank.

Waspadalah! 

Semua email yang masuk, yang mengatasnamakan korban ini dan itu, ahli waris ini dan itu, donasi dari lembaga ini dan itu, undian berhadiah dari perusahaan ini dan itu, ungkapan cinta dari ini dan itu, dari Nigeria, Singapore, Inggris, Hongkong, Timor Leste, Palestina, Arab Saudi, Malaysia, dsb...dsb... 1.000.000% adalah penipuan!! Jadi kawanan pelaku bukan hanya berasal dari Nigeria saja tetapi bisa dari seluruh dunia. Kalau Anda percaya maka silakan saja terus menyumbang uang ke penipu.

Dari mana mereka mendapatkan email kita? Gampang sekali! Biasanya mereka mencari dan mengoleksi email yang kita posting baik di iklan jual beli, kaskus, facebook, website, blog, forum, dsb. Bahkan ada program-program tertentu yang bisa membaca dan melacak email. Makanya Anda tahu sekarang kenapa dalam menulis email kadang orang menggunakan tanda baca tertentu untuk penyamaran dari program koleksi email, seperti contoh: mafiakartukredit(at)gmailcom, mafiakartukredit(at)gmail(dot)com, mafiakartukredit[at]gmaildotcom, dsb. Semua itu agar tidak terlacak oleh program.

Kawanan penipu akan mengirimkan email massal seperti penipuan lewat sms. Dari 1000 email atau sms yang dikirimkan, kawanan penipu berharap ada 10 yang bodoh dan tolol. Biasanya sih ada karena sama seperti bisnis di mana ada kemungkinan atau peluang terjaring konsumen. Siapa lagi kalau bukan orang bodoh dan tolol yang percaya kata-kata cinta dari bulepotan, uang hibah, warisan, undian berhadiah atau diskon produk. 

Modus penipuan ini bukan hanya berasal dari negara-negara di benua Afrika tetapi sudah meluas ke seluruh dunia. Terlalu luas kami ceritakan. Intinya pada ujung-ujungnya mereka akan mengarang ada kendala di sana sini seperti soal pajak, bea masuk, cukai, biaya transport, biaya pesawat terbang, biaya ini dan itu yang meminta Anda dan atau mereka tanggung berdua bersama Anda. Nah, Anda transfer 1/2 ke mereka dan itulah uang yang ingin mereka tipu dari Anda! Jaringan penipuan ini bukan berada di luar negeri tetapi ada di dalam negeri sendiri. Ada komplotan mafianya yang saling bekerja sama. Sangat cerdik bermain bahkan tak segan-segan mereka akan menghubungi Anda dari nomor telepon tertentu bahkan datang menemui Anda di Jakarta, Bandung atau Surabaya.

Jika ada waktu akan kami kupas khusus untuk Anda. Sungguh cerdik dan luar biasa pintar. Banyak yang sudah jadi korban yang kami lihat dengan kepala mata sendiri. Gadis-gadis jatuh ke pelukan bule yang ternyata adalah bulepotan. Beberapa memang sempat kami selamatkan dari usaha penipuan seperti ini. Bagaimana kalau kami katakan bahwa orang-orang seperti itu hadir di tengah-tengah kita? Kalau masih penasaran tunggu tanggal mainnya kami tuliskan artikel itu dalam bentuk kisah nyata.

"Kalau Anda ingin belajar hal-hal yang tabu, gelap dan tergolong mafia, Anda sudah berada di situs yang paling tepat!"
Simak tayangan langsung lewat Youtube ini tentang penangkapan sindikat penipuan negeri Afrika ini:



   

Bagikan artikel Penipuan Undian Hadiah Lewat Email ini