Sunday, August 17, 2014

Pekerjaan Si Pemohon Kartu Kredit

Selain data pribadi, data berikutnya yang harus Anda isi sebagai pemohon kartu kredit adalah data pekerjaan termasuk di dalamnya adalah data penghasilan Anda. Ada 3 poin penting yang harus Anda isi dengan baik. Ketiga poin tersebut adalah:
Ya betul Bu, saya Andre. Saat ini saya bekerja sendiri dengan kantor di rumah sendiri. Penghasilan per tahun kurang lebih Rp 250 juta. Usaha di bidang jasa arsitek dan konstruksi.
  • Data Perusahaan
  • Status Pekerjaan
  • Penghasilan Per Tahun
Data Perusahaan

Data perusahaan adalah tempat di mana Anda bekerja saat ini. Kalau itu adalah sebuah PT (Perseroan Terbatas) maka tentu dicantumkan nama PT-nya. Begitu juga jika hanya CV atau UD maka dicantumkan CV atau UD secara lengkap. Contohnya: PT Sarana Dinamika Abadi, CV Makmur Jaya Mobilindo, UD Ongkang Ongkang Kaki, dsb. Bagaimana jika itu adalah sebuah toko kelontong? Bisa saja apply kartu kredit namun harus juga dicantumkan nama tokonya seperti Toko Panca Surya, Toko Lingerie Seksi, dsb. Masa punya toko gak diberi nama?

Selain nama perusahaan, yang harus diperhatikan adalah alamat lengkap perusahaan. Termasuk nama jalan, nama gedung jika perusahaan berada di gedung bertingkat, lantai, ruangan, departemen, kelurahan, kode pos, dsb. Pokoknya harus mudah dicari atau mudah didatangi kurir ketika mengirimkan kartu kredit Anda yang sudah disetujui. Cantumkan dengan jelas juga jabatan Anda. Jika manager maka tulis manajer, jika direktur maka tulis direktur, jika supervisor maka tulis supervisor. Begitu juga dengan jenis usaha atau lini bisnis perusahaan tempat Anda bekerja saat ini. Apakah bergerak di bidang trading, konstruksi, jasa, properti, pertambangan, bank, dsb.

Jumlah karyawan juga harus Anda cantumkan karena memudahkan bank menilai seberapa besar perusahaan tempat Anda bekerja saat ini. Jika karyawannya ada ratusan orang, tentu saja bank anggap perusahaan tersebut cukup besar sehingga mungkin bisa menjadi target market mereka di masa akan datang. Dengan memberikan Anda kartu kredit kadang bank berharap Anda menceritakannya kepada rekan-rekan sekantor lainnya.

Jangan lupa untuk mencantumkan dengan jelas nomor telepon kantor. Karena lewat nomor telepon kantor inilah bank melakukan verifikasi data. Yang paling penting adalah nomor telepon kantor. Jika alamat kurang lengkap, bank akan memperbaikinya dengan melakukan verifikasi langsung by phone

Status Pekerjaan

Status pekerjaan berbicara apakah saat ini Anda adalah seorang karyawan swasta yang berdasarkan gaji bulanan, pemilik usaha (wiraswasta), profesional atau mungkin seorang pengawai negeri (PNS atau TNI/POLRI), dsb. 

Anda perlu mengisinya dengan jelas karena setiap profesi membutuhkan dukungan dokumen yang berbeda-beda. Pegawai swasta mungkin membutuhkan slip gaji atau surat keterangan penghasilan (SKP), sementara jika pemilik usaha mungkin membutuhkan SIUP, rekening koran 3 bulan terakhir, profesional membutuhkan surat izin praktek, pegawai negeri atau TNI/Polri mungkin membutuhkan surat SK pengangkatan terakhir, dsb... Pilih yang sesuai dengan pekerjaan utama Anda saat ini.

Kalau lama bekerja saat ini di bawah 1 tahun, mungkin perlu mencantumkan perusahaan sebelumnya di mana Anda pernah bekerja. Namun kami sarankan buat apa mencantumkan perusahaan lama? Lebih baik Anda menunggu di atas 1 tahun baru mengajukan permohonan kartu kredit.

Penghasilan Per Tahun

Anda pasti tahu bahwa untuk memiliki kartu kredit ada syarat penghasilan minimumnya. Kalau belum jelas, silakan merujuk ke pembahasan yang satu ini. Karena penghasilan menjadi salah satu syaratnya, maka Anda harus mengisi kolom penghasilan per tahun ini dengan sebaik-baiknya. Sesuaikan dengan jenis kartu kredit yang Anda ajukan apakah itu silver, gold atau platinum. Masing-masing bank memiliki kriteria yang berbeda-beda meski saat ini BI sudah menetapkan kebijakan baru yang akan berlaku mulai 2013.

Bagaimana menghitung penghasilan per tahun? Caranya yakni dengan mengalikan 13 dari gaji bulanan Anda saat ini. Misalnya jika gaji Anda adalah Rp 5 juta per bulan maka total penghasilan per tahun Anda adalah Rp 65 juta (13 x Rp 5 juta). Mengapa harus 13x? Mungkin 1x itu adalah bonus THR. Kurang lebih seperti itu. Dengan penghasilan sebesar Rp 65 juta per tahun, maka Anda berkesempatan mengajukan kartu kredit gold.

Kalau misalnya Anda seorang dokter yang bekerja di sebuah rumah sakit, tentu saja Anda berprofesi sebagai seorang karyawan swasta rumah sakit. Anda bisa melampirkan dukungan dokumen slip gaji atau surat keterangan penghasilan. Namun seandainya Anda juga membuka praktek di rumah sendiri, tentu saja ini termasuk penghasilan tambahan. Anda boleh membaliknya sedemikian rupa apakah gaji bulanan dari rumah sakit sebagai penghasilan tambahan atau malah penghasilan praktek sebagai penghasilan tambahan. Suka-suka Anda karena apapun yang Anda pilih maka mensyaratkan dukungan dokumen berbeda-beda. 

Soal penghasilan tambahan ini bisa Anda masukkan juga jika ada kolom soal penghasilan tambahan. Kalau Anda seorang musisi atau penulis buku, mungkin royalti bisa dijadikan penghasilan tambahan. Kalau Anda seorang profesional di perusahaan besar namun memiliki usaha toko kelontong, maka toko kelontong ini bisa dijadikan penghasilan tambahan. Mengapa penting menuliskan penghasilan tambahan ini? Tak lain karena akan menentukan besarnya limit kartu kredit Anda itu sendiri.

Kurang lebih seperti itu data pekerjaan atau penghasilan yang perlu Anda isi dengan baik pada saat mengajukan permohonan aplikasi kartu kredit.


   

Bagikan artikel Pekerjaan Si Pemohon Kartu Kredit ini