Saturday, August 16, 2014

Mengapa Nama Ibu di Aplikasi Kartu Kredit

Mungkin Anda pernah menggumuli pertanyaan: mengapa setiap kali kita mengisi aplikasi kartu kredit selalu membutuhkan nama ibu (mother maiden name)? Bahkan untuk saat ini setiap kali kita membuka rekening tabungan di bank mana saja wajib membubuhkan nama tersebut. Padahal dulu tidaklah demikian. Mengapa? Kami akan menjelaskannya untuk Anda di bawah ini.
Pentingnya nama ibu dalam aplikasi kartu kredit. Image: wordpress.com.

Pentingnya Nama Ibu

Nama ibu maksudnya adalah nama ibu kita sebelum dia menikah. Mengapa harus sebelum menikah? Karena biasanya setelah menikah seorang wanita mengikuti marga atau nama suaminya. Misalnya dulu bernama Angela Chang dan setelah menikahi Robert Tertular akhirnya bisa menjadi Angela Tertular. Anda bisa lihat ada penambahan Tertular di belakang nama tersebut. Jadi nama seorang wanita bisa berubah.

Memang bank tidak mewajibkan kita harus mengisi persis. Jadi tidak mesti harus nama sebelum menikah atau sesudah menikah. Yang penting adalah nama tersebut yang kita kenal dan hafal. Mengapa bukan nama bapak? Alasannya sederhana: tidak ada manusia yang melupakan nama ibunya! Kalau ada yang melupakan nama ibu mereka sungguh keterlaluan. Meski seorang ibu bisa saja kejam pada putra-putrinya namun tetap saja namanya dikenal. Kalau ibu yang kejam biarlah itu menjadi masa lalu dan jalan hidup kita. Yang penting kita jangan mengulangi kesalahan orang tua kita buat anak-anak kita nanti.

Mengapa bukan nama bapak kandung? Ya jelas tidak bisa. Ada berapa banyak orang yang tidak kenal dengan bapak kandungnya? Misalnya karena dulu ibu kita hamil, diperkosa, dsb. Lalu sang bapak kabur entah ke mana. Nah, bagaimana bisa mengingat nama sang bapak? Bankir dalam hal ini sudah memprediksi dan mendeteksi semua masalah tersebut. Biar aman diambil nama ibu. Selain itu meski seseorang memiliki bapak lebih dari 2 orang seperti ibunya menikah lagi, tetap saja ibunya hanya satu. Bankir itu otaknya super jenius bahkan melebihi otak politikus.

Kegunaan Nama Ibu

Yang jadi pertanyaannya: buat apa nama ibu kandung? Sudah jelas untuk otentifikasi dan verifikasi keaslian data. Setiap kali Anda mengajukan permohonan aplikasi kartu kredit, bank akan melakukan verifikasi nama tersebut. Bank ingin memastikan bahwa yang mengisi data dan mengajukan permohonan kartu kredit adalah diri kita dan bukan orang lain apalagi sales kartu kredit. Pada saat bank melakukan verifikasi ulang lalu kita menjawab salah nama ibu, otomatis bank tahu bahwa bukan kita yang mengisi atau mengajukan aplikasi tersebut. Kalau benar tentu tidak salah dalam menjawab nama tersebut. Secara otomatis aplikasi tersebut akan langsung dicoret dan tidak disetujui.

Kegunaan nama ibu tidak sampai di sana saja. Pada saat kita sudah menjawab dengan benar sesuai dengan yang kita tulis, bank akan melakukan kroscek ulang ke alamat lain seperti alamat saudara tak serumah. Jika nama yang kita sebutkan berbeda dengan yang dijawab oleh orang rumah, berarti pupus sudah harapan kita memiliki kartu kredit. Kok nama ibu bisa berbeda-beda? Emangnya orang bank bodoh?

Contoh lain: misalnya suatu hari kartu kredit kita hilang dan kebetulan ditemukan seseorang yang bermental maling. Katakanlah si maling ini kebetulan namanya sama dengan nama kita. Hoki dong dianya. Lalu cepat-cepat menuju sebuah minimarket untuk berbelanja. Dipikirnya kok nama kartu bisa sama persis.

Pas pada saat bertransaksi dan kebetulan kita sudah menghubungi bank untuk melaporkan kartu yang hilang tersebut, tentu saja sudah diblokir. Namun tiba-tiba terjadi transaksi. Sistem perbankan akan curiga, kok sudah hilang masih bisa dipergunakan. Katakanlah si maling juga bisa meniru tanda tangan kita. Nah, sistem perbankan akan bekerja. Pasti dari mesin EDC akan mengeluarkan isyarat untuk menanyakan nama ibu kandung. Kasir akan melakukan verifikasi ulang. Begitu si maling salah menyebut nama ibu kita maka berakhirlah karir dia jadi maling.


Bagikan artikel Mengapa Nama Ibu di Aplikasi Kartu Kredit ini