Friday, August 15, 2014

Data Pribadi Pemohon Kartu Kredit

Dalam mengisi formulir aplikasi kartu kredit, hal pertama yang harus Anda isi adalah data pribadi sebagai pemohon kartu kredit. Tentu saja harus terlebih dulu memilih jenis kartu kredit apa yang Anda inginkan seperti apakah VISA atau MasterCard, termasuk apakah jenis silver, gold atau platinum. Untuk urusan yang terakhir ini Anda tidak perlu bingung karena biasanya sales kartu kredit yang akan membantu Anda memilihnya. Disesuaikan dengan tingkat penghasilan atau jenis kartu kredit Anda sebelumnya. Jika Anda sudah punya VISA tentu pilihan kedua adalah MasterCard. 
Isi data pribadi Anda dengan lengkap dan jelas.

Kolom data pribadi ada beberapa bagian yang perlu diisi dengan baik dan jelas. Gunakan huruf yang jelas atau huruf kapital. Jangan pakai huruf cakar ayam apalagi cakar harimau. Jika tidak bisa menulis dengan rapi dan jelas, serahkan pada agen kartu kredit yang melayani Anda. Mereka akan mengisinya buat Anda. Permudah analis membaca aplikasi Anda. Ini salah satu trik yang kadang disepelekan orang. Kalau susah dibaca bagaimana analis bisa menilai aplikasi Anda? Kita sendiri malas membaca tulisan orang yang amburadul apalagi analis? Analis juga seorang manusia. Tidak nyaman di mata kita sudah pasti tidak nyaman di mata orang lain. 

Kurang lebih ada 9 poin penting yang harus Anda isi:
  • Nama
  • Nomor Identitas
  • Tempat Tanggal Lahir (TTL)
  • Alamat Tempat Tinggal
  • Nomor Kontak Person
  • Nama Gadis Ibu Kandung
  • Status Perkawinan
  • Status Pendidikan
  • Status Tempat Tinggal
Nama Pemohon Kartu Kredit

Isilah nama lengkap Anda sesuai dengan KTP. Jika ada nama panggilan dan ada kolomnya juga harus Anda isi. Ini hanya untuk memudahkan orang bank menghubungi Anda dan melakukan konfirmasi. Biasanya sih ke alamat atau nomor telepon rumah. Contoh misalnya nama Anda adalah Hendra Rahardja tetapi orang rumah atau dari kecil orang memanggil Anda dengan nama Acong, maka tinggal tulis nama "Acong" di kolom nama panggilan. Jadi begitu bank menghubungi ke rumah lalu ingin "berbicara dengan Acong" maka dipastikan itu maksudnya adalah Anda. Pembantu rumah pun tahu maksudnya adalah Tuan Hendra Rahardja... Siapa yang Hendra Rahardja itu? Kok sepertinya nama ini dulu begitu terkenal...hihihihi.

Ada kolom "nama yang dikehendaki dalam kartu". Ini maksudnya adalah seandainya nama Anda terlalu panjang seperti Tri Hapsari Maya Puspita Sari Dewi Joyodiningrat, tentu saja tidak akan muat dicantumkan dalam lembaran kartu kredit. Biasanya batas maksimum huruf adalah 19 karakter termasuk spasi. Sedangkan di atas itu jumlahnya sudah lebih dari 40 karakter. Jadi perlu Anda singkat. Kami juga bingung jika nama sepanjang itu bagaimana menyingkatnya? Apakah mungkin: THMP Sari Dewi J, Tri Hapsari MPSDJ, dsb? Makanya nama jangan panjang-panjang kenapa? Nama yang dipanjangin bukannya otak, ilmu atau amal ibadah. 

Untuk contoh penyingkatan nama yang dianjurkan biasanya Gayus Hanoman Tambunan menjadi: G Hanoman Tambunan atau Gayus H Tambunan. Kalau Anda mau tampil lebih keren tambahkan saja nama Anda seolah-olah kalau disingkat menjadi titel atau gelar. Contoh berilah nama anak Anda seperti: Angela Siti Hartati atau Anas Sakti Entengan. Kalau disingkat jadi Angela SH dan Anas SE. Wow! Mantap sekali bukan? Meski tidak mengenyam pendidikan S1 tetapi sudah bergelar S1.

Jika Anda berganti nama atau berganti jenis kelamin juga harus mencantumkan nama sebelumnya. Sekali lagi supaya bank gampang menghubungi Anda waktu kroscek ke rumah. Contoh misalnya dulu Anda bernama Lin Cei Wei lalu berganti nama menjadi Markus Duaji, tentu saja harus menuliskan nama lama Anda. Karena satunya adalah nama Tionghoa dan satunya bernama Indonesia. Begitu juga misalnya dulu Anda adalah cowok maho bernama Susanto lalu ganti kelamin dan ganti nama jadi Susan, tentu saja harus cantumkan nama maho sebelumnya yang Susanto. Tetapi bingung juga orang banknya kali.

Nomor Identitas

Nomor Identitas sudah pasti adalah nomor KTP/SIM/Passport, dsb. Biasanya sih nomor KTP (Kartu Tanda Penduduk). Isilah dengan jelas dan sebenar-benarnya. Kalau belum punya KTP sudah pasti tidak bisa apply kartu kredit. Masih di bawah umur dan bau kencur.

Tempat Tanggal Lahir

Lahir di kota mana, tanggal berapa, tinggal diisi dengan jelas. Biasanya disesuaikan dengan data KTP. Salah pengisian tanggal lahir bisa membuat aplikasi Anda ditolak karena perbedaan data sebenarnya. Misalnya tempat tanggal lahir 12 Mei 1998. Berarti baru 14 tahun dan tidak cocok apply kartu kredit. Tadi hanya ilustrasi saja supaya Anda tidak lupa tragedi penembakan mahasiswa Trisakti.

Alamat Tempat Tinggal

Alamat di mana saat ini Anda tinggal. Biasanya adalah alamat rumah atau apartemen. Diisi yang jelas mulai dari nama jalan, nomor rumah, nomor gang, RT RW, kelurahan, kecamatan, kode pos, dsb. Makin lengkap makin bagus. Biasanya dari data KTP sudah ketahuan alamat lengkap seperti ini kecuali kode pos. Tentu saja jika Anda tinggal di hotel selama 1 tahun tidak boleh mencantumkan alamat hotel. Hotel bukan alamat tempat tinggal.

Alamat tempat tinggal tidak harus sama dengan alamat KTP. Karena satu orang bisa memiliki lebih dari 10 rumah. Terserah orang itu mau menetap di rumah mana saja, bukan? Jadi alamat tempat tinggal bisa saja berbeda dengan alamat KTP. Kalau disyaratkan juga mencantumkan alamat KTP maka harus dituliskan juga alamat sesuai KTP. Jadi ada 2 alamat yang diisi. Satunya alamat sekarang tinggal dan alamat di KTP. Mau lihat contoh aplikasi kartu kredit seperti itu? Coba klik di sini.

Status Tempat Tinggal

Status tempat tinggal maksudnya adalah rumah atau apartemen yang Anda diami saat ini milik siapa. Kalau milik pribadi tinggal tulis milik pribadi. Kalau milik orang tua, tinggal cantumkan milik orang tua atau keluarga. Jika sewa tuliskan sewa, jika kontrak tuliskan kontrak, jika ngekost tulis kost, dsb. Pilihannya sudah ada dan tinggal dicontreng saja.

Lama menempati juga perlu Anda isi agar bank tahu seberapa lama Anda tinggal di sana. Jika di bawah 1 tahun maka wajib mencantumkan alamat rumah terdahulu. Harap pintar-pintar mengisi data status tempat tinggal.

Nomor Kontak Person

Nomor kontak person ini adalah nomor telepon rumah, nomor HP dan mungkin alamat email Anda. Isi dengan jelas dan jangan sampai salah. Bank akan menghubungi Anda lewat nomor-nomor ini agar bisa melakukan konfirmasi ulang. Nanti akan kita bicarakan lebih jauh.

Nama Gadis Ibu Kandung

Nama gadis ibu kandung (mother maiden name) ditulis hanya untuk memastikan bahwa Andalah yang mengajukan permohonan kartu  kredit dan Andalah yang nanti menjawab nomor telepon konfirmasi bank. Kalau Anda membaca ebook rahasia mafia kartu kredit, Anda akan paham bagaimana harus berkelit dari semua data-data formulir yang mesti kita isi. Belum membaca dan punya ebook spektakuler tersebut? Kenapa tidak membelinya lewat reseller kami? Pelit atau bokek? Mau ilmu kok tidak mau berkorban?

Status Perkawinan

Status perkawinan juga perlu Anda isi seperti apakah masih single (tidak laku), sudah punya pacar, sudah berkeluarga (kawin) atau cerai (duda janda). Dari data ini bank akan melakukan kalkulasi limit pagu kredit nantinya. Isilah apa adanya. Biar duda atau janda juga gak papa. Tidak perlu malu. Banyak kok yang suka sama janda kembang atau duda keren.

Status Pendidikan

Status pendidikan juga perlu Anda isi. Pokoknya semua yang diminta isi ya Anda isi saja. Tidak perlu banyak tanya. Kalau tidak penting tentu bank tidak akan mencantumkan kolom-kolomnya. Emangnya buat apa? Dari data-data inilah nanti bank akan menilai sekaligus melakukan rating terhadap permohonan kartu kredit Anda. Jika ratingnya bagus maka saat itu juga  kartu kredit Anda akan disetujui dan diterbitkan.

Kurang lebih itulah 9 poin data pribadi yang harus Anda isi dengan jelas. Jika masih bingung mengisinya silakan hubungi agen kartu kredit yang melayani Anda.

Sponsored links Data Pribadi Pemohon Kartu Kredit:
    

Bagikan artikel Data Pribadi Pemohon Kartu Kredit ini