Thursday, August 7, 2014

Foto Sukhoi Superjet 100 Sebelum Jatuh

Tulisan ini adalah bagian dari keprihatinan kami semua dan turut berbelasungkawa atas musibah kecelakaan pesawat terbang komersil yang masih terus terjadi dan menghantui kita semua rakyat Indonesia. Hampir tidak pernah bisa tenang menggunakan pesawat di negara tercinta ini. Kecelakaan pesawat sudah seperti biasa seolah-olah bagian dari rencana Tuhan menjemput umat-Nya di Indonesia. Kalau bukan faktor usia pesawat, kondisi cuaca, human error, persiapan terbang, alam ghoib maka pasti praktek mafia bisnis. 

Pesawat Sukhoi jenis super jet 100 (SSJ 100) berkecepatan 800km/jam yang mengalami kecelakaan terbang kemarin. Masih tergolong brand new produksi 2009 - 2010. Nama sukhoi juga sudah sangat terkenal dalam industri pesawat terutama pesawat tempur.

Belum tahu praktek bisnis ala mafia? Itu loh usaha meraih untung tanpa mempertimbangkan kesehatan atau keselamatan konsumen yang menggunakan jasa atau produk mereka. "Pokoknya loe mau mati atau hidup urusan Tuhan, yang penting kita untung besar." Bukan saja di industri penerbangan tetapi juga di industri rumah sakit. Ssstt....Anda pernah mendengar banyak alat kesehatan buatan China tetapi disablon seolah-olah buatan asli dan dipasangkan di berbagai rumah sakit di Indonesia? Waspadalah! Jangan salah pilih rumah sakit sebab jika tidak bukan tambah sehat justru mencabut nyawa Anda.

Foto Pesawat Sukhoi Superjet 100 (SSJ 100) Sebelum Jatuh

Pesawat Sukhoi Superjet 100 (SSJ 100) yang kemarin melakukan penerbangan perkenalan (joy flight) dalam rangkaian tur promo 6 negara Asia (Asian Roadshow: Indonesia, Pakistan, Kazakhstan, Vietnam, Myanmar dan Laos)  mengalami kecelakaan tragis yang diperkirakan menewaskan semua penumpangnya termasuk awak pesawat (pilot dan pramugari). Istilah joy flight atau joy fly kalau dalam bahasa otomotif kurang lebih adalah "test drive". Hanya saja kita tidak menerbangkan pesawat melainkan cukup jadi penumpang turut menikmati suasana penerbangan. Sudah pasti gratis.

Biasanya perusahaan yang ingin menggunakan pesawat tersebut untuk tujuan komersial yang melakukan promosi seperti ini. Agar gaungnya lebih mantap biasa diundang wartawan, fotografer atau reporter dari sejumlah media massa. Dengan demikian akan mendapatkan liputan gratis untuk meraup untung nantinya. Prosedur seperti ini sudah biasa dilakukan di berbagai negara dan untuk semua produk komersial.

Berita mengenai  kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 tentu sudah Anda ketahui. Bisa Anda cari lewat Google atau Yahoo atau tayangan televisi. Kami di sini hanya ingin menayangkan beberapa foto pesawat sebelum kecelakaan tersebut terjadi. Semoga kita bisa ikut merasakan detik-detik sebelum pesawat jatuh dan mengalami kecelakaan.

Berikut adalah foto-fotonya yang kami dapatkan dari Tribunnews yang disebarkan melalui Twitter:
Dua pramugari maskapai Sky Aviation diapit pilot Alexander Yablontsev dan co-pilot Alexander Kochetkov. Semua awak ini diperkirakan ikut menjadi korban. Senyum menghias wajah mereka semua.
Pramugari Aditya Recondianty bersama rekannya berpose sebelum pesawat lepas landas yang akhirnya mengalami kecelakaan. Kedua pramugari ini diperkirakan menjadi korban.
Para penumpang joy flight dilayani awak pesawat dalam penerbangan sebelum kecelakaan. Semua penumpang yang Anda lihat di foto ini dipastikan turut menjadi korban kecelakaan.
Sang pilot berpengalaman Alexander Yablontsev sedang memberikan arah pengambilan foto. Sang pilot ikut menjadi korban kecelakaan.
Dan di bawah ini adalah foto-foto yang diambil sendiri oleh fotografer yang selalu ikut penerbangan Shukoi Asian Roadshow ini. Apakah salah satu atau kedua sang fotografer ikut menjadi korban atau tidak, belum diketahui. Foto ini kami dapatkan langsung dari blog Marina Lystseva dan Sergei Doyla. Untuk foto lebih jelas bisa meluncur ke blog berbahasa Rusia tersebut. Apakah semua foto di sini juga menjadi korban dalam kecelakaan kali ini?
Tebing lokasi kecelakaan Sukhoi Superjet 100 di kawasan Bogor.
Sukhoi Superjet 100 mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma - Jakarta.
Kondisi awak kabin Sukhoi Superjet 100.
Tampak beberapa pramugari superjet berpose di Sukhoi Superjet 100.
Beginilah kondisi kabin pesawat superjet Sukhoi yang rencananya akan melayani konsumen Indonesia kelas atas.
Semoga amal ibadah para korban di terima di sisi Tuhan YME dan keluarga yang ditinggalkan selalu diberikan kekuatan menghadapi segala ujian ini. Meski kartu kredit bisa memberikan perlindungan kecelakaan perjalanan, tetapi juga tidak ada gunanya bukan? Seperti kata Yesus, "Apalah gunanya seorang manusia memiliki seisi dunia tetapi kehilangan nyawanya?" Innalillahi wa innailaihi raji'un.

 

Bagikan artikel Foto Sukhoi Superjet 100 Sebelum Jatuh ini