Sunday, September 28, 2014

Early Detection Fraud System

Anti Fraud System.
Jangan salah pilih kartu kredit! Jangan percaya tayangan iklan apalagi cuap-cuap orang marketing. Semuanya cari duit! Jangan biarkan orang lain mengambil uang Anda tanpa seizin Anda! Uang susah dicari Boss! Jangan mau terus memperkaya bankir dan anak cucu cicit mereka. Saatnya sebagai konsumen kita semakin pintar dan bijak. Masa ada puluhan jenis kartu kredit kita memilih yang itu-itu juga? Jadi pertimbangan berikutnya adalah melihat pelayanan atau fasilitas "early detection fraud system".

Early Detection Fraud System

Apa maksudnya early detection fraud system? Maksudnya adalah upaya pencegahan bank sebagai penerbit kartu kredit untuk meminimalisir kejahatan kartu kredit terhadap nasabah mereka. Jadi ada semacam inisiasi proteksi aktif bank dalam memantau pola penggunaan kartu kredit nasabah mereka. Bank bukan menelusuri transaksi Anda seperti petugas KPK melacak rekening gendut pejabat publik melainkan bank berusaha membentengi dana kartu kredit Anda.

Deteksi fraud seperti ini memang bisa dalam berbagai bentuk. Namun secara umum bank memantau pola penggunaan kartu kredit nasabah mereka. Jika suatu hari bank merasa ada transaksi yang sedikit mencurigakan maka bank akan langsung melakukan konfirmasi ulang sebelum menyetujui proses transaksi tersebut. Contoh: misalnya Anda memiliki kartu kredit Bank X dengan limit Rp 30 juta. Pola penggunaan kartu Anda selama ini maksimal Rp 20 juta per bulan. Itu pun dengan nilai transaksi terbagi-bagi dan katakanlah paling tinggi adalah Rp 10 juta untuk beli iPad.

Tiba-tiba suatu hari Anda melakukan transaksi katakanlah membeli televisi flat Sony seharga Rp 28 juta. Oleh sistem deteksi fraud ini maka transaksi tersebut dianggap agak mencurigakan karena selama ini paling tinggi Anda hanya bertransaksi Rp 10 juta. Tiba-tiba bisa bertransaksi Rp 28 juta mendekati limit yang hanya Rp 30 juta. Bank curiga jangan-jangan kartu kredit Anda sudah diduplikat jaringan mafia kartu kredit sehingga kawanan maling ini berusaha menggesek tunai semaksimal mungkin. Kasus dan modus seperti ini paling sering terjadi. Sampai di sini paham? Otomatis sistem peringatan dini fraud bekerja. Bank akan langsung menghubungi Anda per detik itu juga untuk melakukan konfirmasi ulang. Biasanya lewat ponsel sebab ponsellah yang paling tepat karena selalu bersama nasabah. Tidak mungkin bank menghubungi Anda lewat telepon rumah atau kantor sementara Anda sendiri di toko. Makanya sekarang Anda paham mengapa kadang saat kita gesek tunai, si pemilik toko selalu meminta Anda mengaktifkan nomor ponsel. Supaya pada saat dikonfirmasi bank, Anda bisa menjawabnya dengan benar.

"Jangan pilih bank yang TOLOL. Namanya boleh bank, gedungnya boleh megah, karyawannya boleh keren-keren dan cantik-cantik tetapi tidak semua bank itu pintar kok."
 
Dari ilustrasi di atas, pada waktu Anda dikonfirmasi ulang lewat ponsel dan Anda menjawab memang benar sedang membeli TV maka bank pun lega sebab benar nasabah mereka yang melakukan transaksi. Proses otorisasi pun akan langsung diberikan. Namun sebaliknya jika Anda berkata tidak sedang membeli TV atau sedang tidak di toko melainkan di rumah, maka saat itu juga kartu kredit tersebut diblokir. Berarti kartu kredit Anda sudah diduplikat mafia kartu kredit. Inilah yang dimaksud dengan early detection fraud system. Bank memproteksi dana kartu kredit nasabah mereka dengan berbagai cara agar tidak menjadi korban ulah mafia kartu kredit.

Sekarang pilih yang mana? Mau bank yang goblok dan acuh tak acuh atau bank yang pintar, gesit dan penuh inisiatif? Dalam ulasan yang akan datang kami akan menjelaskan tentang early detection fraud system dalam bentuk yang lainnya. Tetaplah menyedot ilmu secara gratis dari sini.


 

Bagikan artikel Early Detection Fraud System ini