Friday, October 10, 2014

Aksi Kejahatan Data Stolen Kartu Kredit

Aksi mafia kartu kredit berikutnya yang perlu Anda waspadai di mana sudah menggunakan dan memanfaatkan kemajuan teknologi adalah apa yang disebut dengan data stolen credit card. Kawanan maling ini tidak lagi mengambil kartu kredit seseorang secara fisik seperti aksi pick pocketing atau non received card. Malahan bagi kelompok ini, apa yang dilakukan oleh kelompok pick pocketing atau non received card dianggap primitif dan ketinggalan zaman. Mereka tak segan-segan mengatakan bahwa kedua kelompok itu adalah orang-orang yang minim pendidikan. Dalam aksi ini, kartu kredit Anda secara fisik tidak dibutuhkan karena mereka bisa membuat duplikatnya sendiri. Yang dibutuhkan adalah data-data elektronik kartu kredit Anda.
Awas! Kawanan maling bisa mengintai Anda setiap saat jika lengah. Lengkapi ilmu Anda dengan Ebook Rahasia Mafia Kartu Kredit.

Secara umum biasanya kawanan data stolen kartu kredit menjalankan aksi mereka dengan tiga metode. Metode ini juga bisa dilakukan dan pasti sudah diujicobakan dengan sasaran kartu-kartu ATM yang sering bertransaksi di mesin-mesin ATM. Hanya saja kartu keterbatasan kartu ATM maka kawanan pelaku ini lebih suka mengincar kartu kredit. Salah satu pertimbangannya adalah dana kartu kredit yang jauh lebih besar. Beberapa modus yang sudah kita kenal antara lain:
  • Teknik skimming.
  • Chip implant.
  • Wire tapping
Skimming adalah teknik mengumpulkan informasi sebuah kartu kredit atau kartu ATM dengan cara menempatkan alat yang biasanya disebut skimmer. Alat skimmer bertugas merekam jejak penggunaan sebuah kartu kredit atau kartu ATM. Jika alat ini dipasang di sebuah mesin ATM, otomatis semua kartu yang keluar masuk di mesin ATM tersebut akan terekam data dan aktifitasnya. Kalau yang dimasukkan adalah kartu kredit, maka yang terekam data kartu kredit. Kalau yang dimasukkan kartu ATM, maka yang terekam kartu ATM. Data apa yang direkam? Tak lain data yang ada di belakang pita magnetik sebuah kartu. Makanya setelah aksi skimming merajalela maka bank penerbit kartu kredit mengeluarkan kartu kredit chip. Jadi semuanya ada sejarahnya jika kita telusuri dari awal.

Lalu buat apa dan bisa apa jika mendapatkan data sebuah kartu kredit atau kartu ATM? Sudah jelas untuk mengambil dananya. Nanti data-data ini akan ditembak ulang ke kartu kredit palsu atau kartu kredit bodong. Dengan kartu-kartu plastik bodong inilah kawanan maling berbelanja atau menarik uang tunai lewat mesin ATM. Kasus inilah yang belakangan terkuak marak dan menjadi berita headline media cetak atau televisi. Lupa ya? Contoh pemasangan alat skimmer bisa Anda lihat di foto bawah ini. Sungguh sangat cerdik sekali bukan?

Ada satu hal yang harus Anda perhatikan: jika aksi ini dijalanan untuk mengambil data sebuah kartu ATM, biasanya juga akan dipasangkan kamera pengintai secara tersembunyi. Tujuannya untuk mengetahui nomor PIN yang dimasukkan si nasabah (korban atau target). Nanti kawanan maling data stolen ini akan mencocokkan jam dan tanggal transaksi dilakukan. Mereka butuh nomor PIN untuk bisa mengambil tunai lewat kartu ATM. Makanya sangat dianjurkan untuk menutup dengan tangan pada waktu menekan PIN. Beberapa mesin ATM baru sudah dibuatkan semacam layar penutup sejak kasus ini marak.
Anda perhatikan baik-baik. Tampak normal dan biasa saja bukan mesin ATM ini? Perhatikan gambar di bawahnya.
Sekarang alat skimmernya sudah dicopot. Kaget ya?
Perhatikan arah panah sebuah box berisi brosur. Ada apa di sana?
Aha! Ada apa tuh warna hitam di bawah? Lihat gambar di bawahnya ini.
Wow! Ternyata kamera pengintai untuk membaca saldo dan PIN yang dimasukkan.
Inilah jeroan kamera di box tersebut. Brosur hanya untuk menutupi saja sehingga tidak disangka ada kamera berikut baterai, kabel data, dsb. Brilian!
Sekarang lihat skimmer versi lokal yang ditempelkan di mesin ATM Bank Mandiri. Ini penampakan kamera pengintainya.
Dan ini adalah skimmer yang dipasang. Dibuat warna biru seolah-olah bagian integral dari mesin ATM Bank Mandiri bukan?
Alat skimmernya sudah dicopot. Ya kurang lebih seperti ini.
Namun jika aksi skimming ini untuk menjebak kartu kredit baik yang akan digunakan di mesin ATM atau mesin EDC, mereka tidak membutuhkan kamera pengintai. Karena kartu kredit bisa digunakan untuk berbelanja atau tarik tunai tanpa membutuhkan PIN yang nilainya jauh lebih fantastis. Secara umum memang begitu perbedaannya namun semuanya dikembalikan kepada aksi kawanan maling ini.

Chip implant sebenarnya sama dengan skimming hanya saja alat yang digunakan lebih kecil. Chip implant tidak mengincar mesin ATM melainkan lebih mengincar mesin-mesin EDC yang ada di berbagai tempat dan toko. Kawanan maling ini bisa pura-pura menjadi petugas bank untuk melakukan inspeksi atau pemeriksaan rutin mesin EDC di sejumlah toko atau merchant dengan berbagai alasan. Kadang mereka pura-pura mengatakan bahwa mesin EDC sedang error jadi perlu diganti mesin baru, dsb. Nah, mesin-mesin EDC baru yang digantikan inilah sudah terpasang semacam chip. Ya mirip semacam prosesor gitu lah. Chip ini bertugas sama seperti skimmer yakni merekam semua aktifitas transaksi dan data kartu kredit yang bertransaksi di mesin EDC tersebut.

Selang beberapa waktu kemudian sejak pemasangan mesin EDC ber-chip ini - biasanya 3 atau 6 bulan - tergantung ramainya merchant, kawanan maling ini akan kembali. Alasan mereka juga bisa bermacam-macam hanya untuk menarik mesin EDC tersebut dan digantikan mesin EDC baru lagi. Chipnya dikeluarkan dan data-data hasil kopiannya akan dibuka dan ditembakkan ke kartu kredit palsu sehingga siap dipergunakan. Inilah kejahatan yang marak terjadi beberapa waktu lalu.
Chip yang super tipis dan kecil bisa dipasangkan di sebuah mesin EDC kartu kredit. Sulit untuk dilacak atau sekilas terlihat tidak ada yang janggal.
Biasanya aksi kejahatan chip implant akan mengincar toko atau merchant paling ramai di mana pengunjungnya adalah kelas elit. Contohnya seperti restoran ternama, hotel berbintang 5, dsb. Tujuannya untuk mendapatkan nasabah kelas kakap yang kartu kreditnya minimal gold ke atas dengan limit di atas Rp 50 juta. Bahkan tidak tertutup kemungkinan aksi ini dijalankan dengan melibatkan orang dalam toko atau merchant itu sendiri. Biasanya yang berprofesi kasir karena identik dengan mesin gesek kartu kredit dan pembayaran uang.

Konon kadang kawanan mafia ini sengaja memacari kasir, customer service atau recepsionis hotel, restoran atau toko yang akan dijadikan target aksi mereka. Dengan demikian mereka akan lebih leluasa untuk mengganti mesin EDC asli dengan mesin EDC yang sudah dipasangi chip. Disinyalir ada beberapa aksi dilakukan dengan pura-pura melamar kerja di posisi kasir atau customer service. Bagi mereka gaji kecil tidaklah masalah karena mereka mengincar uang yang jauh lebih besar. Tak heran sekarang Anda bisa melihat hampir rata-rata pemilik usaha memasang kamera di ruangan recepsionis atau kasir untuk memantau aktifitas si kasir seperti ini. Ada yang mencurigakan otomatis akan diketahui.

Wire tapping atau wiretapping adalah aksi membajak saluran komunikasi data atau suara yang terjadi baik lewat koneksi internet, sambungan telepon, koneksi mesin EDC, mesin kasir, dsb. Jadi ada semacam alat yang sudah ditambahkan alat-alat tertentu yang kadang sulit diketahui secara kasat mata. Alat-alat ini terlihat normal dari luar, padahal di dalamnya sudah ada penyadap. Seperti aksi James Bond 007 atau spionase film-film Hollywood yang ada.

Begitu data-data sudah berhasil dimiliki otomatis akan dibuka dan ditembakan juga ke kartu kredit palsu yang sudah dipersiapkan. Untuk wire tapping ini jelas membutuhkan pengetahuan program komputerisasi dan alat-alat yang mendukung. Beberapa contoh alat wire tapping bisa Anda lihat di bawah ini. Tak beda dengan aksi spionase atau penyadapan lembaga KPK terhadap koruptor. Canggih ya?
Wire tapping yang golongan phone tapping. Data dan suara diambil karena sudah dipasang alat di handset gagang telepon itu sendiri. Tak ubahnya seperti aksi film 007.
Wire tapping yang memiliki socket untuk sambungan telepon, komputer, koneksi mesin EDC, dsb. Kotak persegi yang terlihat normal itu adalah alat wire tappingnya. Sedikit mirip dengan pemasangan keylogger secara fisik.
Wire tapping juga bisa dimasukkan secara langsung dalam produksi kabel yang biasa dipergunakan. Anda harus semakin waspada akan berbagai modus penyadapan data seperti ini.
Sebuah telepon umum yang sudah disadap di negara Amerika. Tampak ada peringatan yang diberikan oleh pihak lain akan penyadapan wire tapping seperti ini.
Mengenai cara penggunaan dan transaksi kartu kredit palsu yang sudah berhasil ditembakkan lewat aksi skimming, chip implant dan wire tapping ada tekniknya tersendiri. Tidak bisa dilakukan begitu saja karena akan dicurigai dan mudah terbongkar. Berhati-hatilah karena kawanan maling ini masih berkeliaran dan masih mengincar banyak nasabah. Terus ikuti website mafia kartu kredit dotcom untuk mendapatkan update ilmu terbaru.


 

Bagikan artikel Aksi Kejahatan Data Stolen Kartu Kredit ini