Wednesday, October 15, 2014

Merchant Talangin Pembayaran Kartu Kredit

Sebenarnya topik ini dibahas cukup jelas di ebook, namun karena merupakan bagian dari pelaku industri dan materinya cukup krusial untuk diketahui, kami jabarkan sedikit di sini. Kalau merchant kartu kredit atau merchant gesek tunai kartu kredit, kami yakin Anda pun sudah paham. Keduanya sudah jelas dibahas. Sekarang perhatikan bunyi iklan berikut ini yang juga sering nongol di koran atau internet:
Bingung tagihan kartu kredit? Takut sama debt collector? Kami siap bantu lunasi semua tagihan kartu kredit Anda! Kami bukan kantor pengacara melainkan merchant pembayaran tagihan kartu kredit.

Tagihan kartu kredit membengkak? Stres dan takut debt collector? Tidak ingin dihubungi bank terus menerus? Kami solusinya. Aman, legal dan dijamin bebas masalah. Bukan pengacara. Kami bayarin tagihan kartu kredit Anda. Minimum payment atau full payment. Kartu kredit pasti masih aktif. Jasa nego. Hubungi : 021-7639XXX atau 0878786XXXX.

Merchant Talangin Pembayaran Kartu Kredit

Tawaran bunyi iklan tersebut adalah dari merchant talangin pembayaran kartu kredit. Apa itu merchant talangin pembayaran kartu kredit? Bagaimana modus kerjanya? Siapakah yang diuntungkan? Bisakah bank menutupnya? Berikut ini adalah ulasannya sekilas.

Merchant talangin pembayaran kartu kredit kadang juga disebut: "merchant pelunasan tagihan kartu kredit". Jadi tagihan kartu kredit Anda benar-benar dibayar dan dilunasi oleh pihak ketiga. Wow! Emangnya ada? Ya jelas ada! Kok enak ya: kita yang pakai tapi orang lain yang membayarnya. Tapi tunggu dulu Kawan! Di dunia ini tidak ada yang gratis kecuali dijemput malaikat kematian!

Merchant talangin pembayaran kartu kredit pada dasarnya adalah merchant biasa. Hanya saja mereka bisa membantu kita untuk melunasi tagihan kartu kredit. Mau dilunasi minimum payment atau full payment boleh-boleh saja. Pokoknya suka-suka kita dan kebanyakan orang memilih untuk melunasi full payment. Untuk mendeteksi merchant seperti ini tentu bukan perkara mudah. Sejak bank bersama AKKI gencar menutup merchant gestun, merchant pelunasan kartu kredit juga mulai merahasiakan identitas mereka. Takut kena imbasnya juga. Dan boleh kami katakan bahwa hampir 80% merchant gestun juga menjadi merchant pelunasan kartu kredit seperti ini. Cuma Anda yang tidak menanyakannya ke si pemilik gestun atau pemilik toko. Meski ditanyakan seringkali mereka jawab "tidak" atau "tidak tahu" itu hanya karena mereka meragukan tampang dan tingkah laku Anda. Yang pasti merchant gestun dan merchant talangin pembayaran kartu kredit adalah setali tiga uang. Jika mereka bilang tidak tahu maka omong kosong! Orang bank dan AKKI juga pada tahu. Semuanya ini kan ilmunya dari orang-orang bank dan orang-orang AKKI itu sendiri. Tidak mungkin nelayan bisa merakit komputer jika tidak diajari oleh orang komputer.

Mengapa bisnis talangin pembayaran kartu kredit bisa muncul? Jawabnya: karena kebutuhan pasar. "Ada barang - ada uang" seperti kata pepatah. Dengan mendatangi merchant seperti ini otomatis semua tagihan kartu kredit Anda akan dilunasi. Jadi tak perlu lagi takut ditelepon orang bank siang malam apalagi debt collector. Namun ada 2 catatan penting yang harus Anda penuhi yaitu: 
  1. Kartu kredit Anda ditinggal di toko.
  2. Anda membayar fee sesuai kesepakatan.
Ya, kartu kredit Anda harus ditinggal atau dititipkan di merchant tersebut. Sebab bagaimana mungkin orang yang mau membayar tagihan Anda sementara kartu kredit tersebut Anda pegang? Begitu ke luar toko e.. digesek dan dipakai lagi. Sama saja bohong. Tak ada orang bodoh yang mau berbisnis seperti itu. Jadi kartu kredit Anda ditahan untuk memastikan bahwa Anda tidak menggunakan dana yang sudah dimasukkan kembali. Sedangkan fee adalah biaya yang harus Anda bayarkan karena pemilik toko meminjamkan uang mereka secara tidak langsung. Sudah pasti bunganya akan lebih tinggi dari bunga tabungan atau deposito dalam jangka waktu 1 bulan. Kalau tidak demikian tak ada seorang pun yang mau meminjamkan uangnya. Wong ditaruh di tabungan saja bunganya lebih tinggi.

Begitu dana sudah disuntikkan ke kartu Anda (dibayar) perlu waktu minimal 2 hari atau 1 bulan untuk mencairkannya kembali. Mereka menyesuaikannya dengan besarnya bunga tabungan atau deposito yang diberlakukan per bulan. Rata-rata mengenakan fee 2% - 3% dari total pelunasan kartu Anda. Kalau Anda meminta tagihan dilunasi Rp 10 juta, maka Anda perlu membayar minimal Rp 200.000. Pembayaran ini dalam bentuk uang kontan. Berbeda dengan gesek tunai di mana bisa di-charge langsung dari uang tunai yang ingin diambil. Uang Rp 200.000 tersebut adalah biayanya dan dianggap merchant jauh lebih tinggi dari bunga tabungan atau deposito.

Rata-rata merchant pelunasan kartu kredit akan memberikan batas waktu toleransi paling lama 30 hari untuk mengambil kembali kartu kredit tersebut. Waktu 30 hari dipilih untuk menyesuaikan kebiasaan bank menagih penggunaan kartu kredit. Tentu saja setelah dilunasi jika besok atau 5 hari kemudian jika Anda sudah memiliki uang (Rp 10 juta), Anda bisa mengambil kembali kartu Anda. Jadi tak perlu sampai 30 hari. Sampai di sini paham? Bagaimana jika dalam satu bulan kita belum juga mengambil kembali kartu tersebut? Istilahnya masih belum punya duit. Tentu Anda akan dikenakan biaya yang sama seperti saat pertama kali. Kalau pelunasannya Rp 10 juta dan biayanya 2% maka Anda bayar lagi Rp 200.000. Begitu juga di bulan ketiga, keempat, dst. Pokoknya sebelum punya uang untuk melunasi dana talangan yang sudah dipinjamkan, maka cukup membayar fee-nya saja.

Menggunakan jasa merchant seperti ini, tak ubahnya kartu kredit disimpan dalam peti mati atau lemari pakaian. Tidak bisa dipergunakan karena kartunya ada di tangan orang lain. Anda kembali lagi ke zaman tradisional menggunakan uang kontan untuk berbelanja. Masih mending uang kontan asal jangan pakai cara barter saja. Namun bagi sebagian orang, jasa merchant ini menjadi alternatif yang sangat powerful baik untuk aktifitas mafia kartu kredit atau mencegah biaya siluman: biaya keterlambatan, biaya over limit, biaya bunga, dsb. Pokoknya kalau Anda pintar, Anda bisa memanfaatkan semua yang kami bagikan di situs ini. Bagi yang bodoh teruslah menjadi bodoh!

Taktik untuk memanfaatkan jasa merchant pelunasan kartu kredit sering digunakan beberapa orang termasuk jaringan mafia kartu kredit. Beberapa orang mengajarkannya di seminar-seminar topik kartu kredit, seminar wirausaha atau ditulis di ebook yang kadang disebut dengan jurus meledakkan limit kartu kredit hingga Rp 5 milyar. Meledakkan limit kartu kredit hingga milyaran rupiah? Kalau kartunya lebih dari 10 mungkin saja bisa, tetapi kalau cuma 1 kartu sama saja omong kosong. Jangan percaya sesuatu yang tidak logis! Secara teori memang bisa tetapi prakteknya tidak akan bisa. Bankir bukan orang bodoh. Nanti pada waktunya akan kami jelaskan.

Prosedur kerja merchant pelunasan kartu kredit:
  • Anda datang ke merchant dan mengutarakan niat Anda. Merchant akan mewawancarai Anda secara singkat seraya menanyakan besarnya tagihan yang ingin Anda bayarkan. Mereka akan memeriksa status kredit macet atau status kartu Anda. Caranya? Ya jelas ada tekniknya. Jika sudah oke, Anda bisa meminta mereka membayar minimum payment, 50% atau full payment. Merchant akan meminta tagihan asli kartu kredit terbaru Anda yang ingin dilunasi, KTP dan tentunya kartu kredit tersebut. Kalau ingin melunasi semua kartu misalnya 10 kartu maka bawa 10 kartu tersebut.
  • Pemilik toko atau karyawannya akan menjelaskan kepada Anda besarnya fee dan masa waktu toleransi penulasan. Besarnya fee mungkin masih bisa nego jika tagihan Anda jumlahnya besar. Biasanya fee dibayar dimuka sebelum pemilik toko melunasi tagihan Anda.
  • Setelah oke, si pemilik toko akan langsung mentransfer pembayaran ke bank. Dalam beberapa kasus, pemilik toko akan berpura-pura menjadi Anda untuk cross check status kartu atau jumlah tagihan tertunggak.
  • Setelah ditransfer semuanya beres. Kartu kredit Anda akan dititipkan berikut bukti tagihan asli yang ada. KTP silakan dibawa pulang. Tetapi dalam beberapa kasus terkadang KTP dimintai untuk ditinggal kalau belum terlalu kenal.
Kurang lebih seperti itu. Jadi tak perlu lagi takut orang bank akan terus menagih Anda. Semua telepon kantor, ponsel dan rumah otomatis akan berhenti. Semuanya sudah dilunasi. Jika masih saja ditagih tinggal Anda maki kembali. "Orang sudah bayar kok masih ditagih-tagih?" Namun satu hal yang perlu Anda ingat adalah: merchant talangin pembayaran kredit hanya mau membayar tagihan yang status kartunya masih baik. Dalam arti kredit macetnya belum dilimpahkan ke debt collector. Sebab jika sudah dilimpahkan ke debt collector tentu saja tidak ada yang mau melunasinya karena uang akan langsung dibekukan. Tidak bisa dicairkan lagi dan Anda bisa tinggal kabur. Tak ada orang bodoh yang mau berbisnis dengan tukang hutang!

Lalu bagaimana jika kita ingin mengambil kembali kartu tersebut? Pada prinsipnya kapan saja bisa diambil asal kita mengembalikan dana yang sudah disuntik oleh merchant. Taruhlah dalam contoh di atas Anda belum punya Rp 10 juta namun hanya punya Rp 500.000. Anda bisa mengambil kembali kartu Anda yakni membayar fee gesek tunai. Mengapa? Karena dana yang telah disuntikkan akan dicairkan lagi dengan cara digesek. Kartu akan ditarik kembali uangnya Rp 10 juta di mana Anda membayar Rp 300.000 sebagai biaya gesek tunai. Setelah itu kartu bisa Anda bawa pulang yang tentunya menyisakan tagihan Rp 10 juta yang akan ditagih bulan depan. Mungkin ada yang berkata, "Lho kok masih hutang Rp 10 juta lagi?" Ya jelas Bro. Karena dari awal Anda memang berhutang Rp 10 juta. Hutang itu sementara waktu di-take over oleh merchant.

Menggunakan jasa seperti ini ibarat keluar dari sarang harimau masuk ke sarang serigala. Anda ingin melunasi "dimakan" merchant, Anda mau mengambil pun "dimakan". Tidak ingin dilunasi justru "dimakan" siluman. Namun ini jauh lebih baik daripada dimakan oleh siluman. Masih ingatkan biaya-biaya siluman kartu kredit? Kami sudah menjelaskannya panjang lebar. Banyak orang memilih jasa merchant pembayaran kartu kredit untuk menghindari bunga berbunga yang sungguh luar biasa. Belum lagi akan ditelepon oleh bank ke sana ke mari yang bikin hidup tidak tenang. Makanya jika tidak ingin diserang siluman, harimau dan serigala, jangan sok-sok kaya menggunakan kartu kredit. Pahami dulu dengan benar dan bijak sebelum menerima penggunaan kartu kredit. Jangan pakai duit orang mau, giliran ditagih bilang tidak punya duit, inilah, itulah.

Satu pesan singkat: jika sudah dilunasi sementara oleh merchant ini, saatnya bekerja keras dan fokus di pekerjaan atau bisnis Anda. Kartu kredit dititipkan tidak masalah daripada menimbulkan masalah baru. Carilah uang sebanyak-banyaknya bila perlu sampai ke ujung dunia untuk menutup kartu kredit Anda. Orang kerja 10 jam saja belum bisa hidup enak, apalagi Anda yang kerjanya cuma 5 jam lalu bermimpi kaya. Jika bulan depan Anda belum punya uang, tinggal bayar fee bulanannya yang jauh lebih ringan dari biaya siluman. Jika uang sudah terkumpul silakan datang ke toko dan lunasi semuanya. Anda akan berhutang budi kepada pemilik toko karena minimal tidak jadi dimaki-maki orang bank, ditelan siluman atau didatangi debt collector. Kartu kredit yang sudah dilunasi dan jika tidak ingin keruwetan yang sama terjadi lagi, gunting dan kembalikan kartu kredit tersebut ke bank. Pilih dan gunakan yang seperlunya saja. Gak punya duit jangan pakai kartu kredit! Nanti orang lain disalahkan karena kebodohan diri sendiri, sampai ada yang bilang bahwa kartu kredit adalah produk orang Yahudi, debt collector harus dibasmi, dsb. Goblok! Sudah goblok jangan biarkan orang lain mengetahui dan menertawakan kegoblokan Anda!

Berhati-hatilah karena kami mensinyalir jaringan mafia kartu kredit bermain di sini baik sebagai merchant pelunasan kartu kredit atau menyerang merchant seperti ini. Trik-triknya kami kupas cukup lengkap di ebook Rahasia Mafia Kartu Kredit!


 

Bagikan artikel Merchant Talangin Pembayaran Kartu Kredit ini