Wednesday, October 15, 2014

Bisnis Calo Kartu Kredit di Indonesia

Siapa yang tak kenal calo? Hampir di setiap bidang kehidupan selalu ada calonya. Yang bikin heran kenapa ada orang bercita-cita ingin menjadi calo. Apakah tidak ada kerjaan lain yang lebih baik? Beli ponsel di ITC Roxy Mas ada calo yang hilir mudik mengincar mangsa, bayar pajak kendaraan atau urus SIM di SAMSAT juga menemukan calo, beli tiket di bandara, stasiun bus apalagi di terminal kereta api - bejibun kata orang, bahkan di gedung DPR, kejaksaan dan kepolisian juga ada calonya. Praktek-praktek mafia kasus, mafia pajak dan mafia peradilan adalah bukti bahwa bisnis percaloan memang nyata-nyata ada. Wew! Benar-benar hebat! Lalu bagaimana dengan bisnis kartu kredit? Apakah juga ada calonya?
Ini adalah contoh buku kartu nama. Bisa Anda bayangkan jika ada buku kartu nama lebih besar yang memuat lebih dari 90 lembar kartu kredit? Bukan sulap bukan sihir kami pernah melihatnya sendiri.

Perhatikan bunyi iklan kartu kredit di bawah ini:

Anda bermasalah dengan kartu kredit? Perlu dana tunai? Kartu kredit limitnya habis? Dana kosong dibantu. Cukup fotokopi KTP dan kartu kredit. Limit tidak masalah. Dapatkan dana tunai sekarang juga. Aman dan legal. Hubungi : 0856987XXX

Itulah calo yang kami maksudkan. Menurut penelusuran kami, setidaknya ada 3 bidang percaloan yang menafkahi hidupnya dari industri bisnis kartu kredit. Yang pertama sudah kami kupas di ebook. Salah satu bidang bisnis mafia kartu kredit yang meraih omset tidaklah kecil. Bahkan beberapa pelakunya sudah menjadi miliarder dan tidak akan pernah ditangkap polisi karena memang tidak bisa ditangkap sebab tidak melakukan kesalahan atau tindakan kriminal. Benar-benar aman dan legal. Kok bisa? Ya jelas bisa. Profesi seperti apakah itu dan bagaimana modusnya, semuanya dijelaskan di ebook. Anda pun bisa melakoninya jika mau. Kami beberkan secara jelas sambil menyebut nama si pelaku yang masih bergentayangan.

Sedangkan dua calo kartu kredit yang kami bahas adalah:
  1. Calo Gesek Tunai Kartu Kredit.
  2. Calo Merchant Gesek Tunai Kartu Kredit.
Calo gesek tunai kartu kredit adalah mereka-mereka yang membantu pick up kartu kredit Anda untuk digesek tunaikan. Jadi Anda tak perlu datang jauh-jauh ke merchant melainkan cukup lewat jasa calo seperti ini. Dengan demikian Anda tak perlu merasa malu harus bertemu pemilik toko, dsb. Atas jasa seperti ini Anda memberikan semacam ongkos jalan. Besarnya ongkos jalan ini tentu tergantung hasil negosiasi Anda dengan mereka. Pokoknya mirip dengan orang-orang yang sering membantu warga membayar tagihan listrik, air PAM, telepon, dsb.

Pertanyaannya adalah apakah mungkin kartu kredit kita digesek tanpa kehadiran kita? Tentu saja! Karena para calo ini sudah sangat dipercaya oleh si pemilik toko. Mereka sudah kenal dekat dengan pemilik toko dan selama ini lancar-lancar saja. Kami pernah melihat praktek percaloan seperti ini dilakukan di sebuah mal besar di Jakarta. Mau tahu berapa lembar kartu kredit yang dibawa oleh sepasang calo tersebut? Lebih dari 90 lembar dengan berbagai jenis dari berbagai bank. Diselipin di buku kartu nama yang besar. Sungguh luar biasa....! Rata-rata yang digesek adalah minimal Rp 5 juta bahkan ada yang lebih dari Rp 50 juta. Itu hanya untuk dua orang tersebut, bagaimana dengan yang lainnya? Jangan kaget kalau omset gesek tunai di toko tersebut sehari minimal Rp 2 milyar. Yang mau gesek antrian sedemikian rupa. Kalikan saja satu bulan dan kalikan saja fee yang didapatkan katakanlah 0,5%. Berapa keuntungan toko tersebut dalam satu bulan? Lebih dari Rp 300 juta per bulan. Mau kerja dan bisnis apalagi di zaman susah sekarang?

Mungkin ada yang nyelutuk: "Bos mana mungkin bisa gesek segitu banyak? Emangnya belanja apa?"

Sabar Kawan. Ada rahasianya sebab beberapa bisnis jangankan gesek Rp 50 juta, gesek Rp 200 juta saja memungkinkan. Sekali lagi itu hanya dibahas di ebook yaknik topik khusus menjadi merchant gesek kartu kredit. Dalam aksinya ini, tentu saja si calo tidak mengambil uang tunai karena terlalu berisiko melainkan uang ditranfer langsung ke rekening pemegang kartu. Calo hanya bertugas membantu saja. Ada yang mau kerja begini?

Sekarang yang kedua yaitu calo merchant gesek tunai. Apa maksudnya dan apa bedanya dengan yang pertama? Jelas beda karena yang pertama itu orangnya datang mengambil kartu kredit Anda lalu digesekkan di toko yang mereka kenal dan sudah bekerja sama. Sedangkan yang kedua ini tidak tampak namun mereka yang membantu mempromosikan atau mengiklankan toko yang menjadi merchant gesek tunai tersebut. Biar jelas tolong perhatikan dua bunyi iklan gesek tunai di bawah ini yang sering nongol di media massa atau internet:

Anda perlu tunai? Terima gesek kartu kredit Master/VISA/Mega/AMEX. Fee 2,5%. Tanpa minimal dan tanpa limit. Dana langsung cair, tidak bertele-tele, bisa ditransfer ke rekening bank, terima bikin kartu kredit juga. Hubungi: Ponsel Cellular - 0818347XXX atau 021 - 70729XXXX.

Bantu Tarik Tunai Kartu Kredit. Semua kartu VISA dan MasterCard. Jasa 1%. Tanpa konfirmasi. Datang langsung. Cair saat itu juga. Hubungi: Computer Cell (0856976XXX).

Menurut Anda apakah ada perbedaan kedua bunyi iklan tersebut? Jelas ada jika Anda cukup jeli. Yang pertama adalah iklan yang ditayangkan oleh merchant gesek tunai itu sendiri. Sedangkan yang kedua adalah iklan yang ditayangkan oleh calo merchant gesek tunai. Mengapa demikian?

Perhatikan kata "bantu tarik tunai" dan perhatikan "besarnya" fee yang dikenakan. Bantu tarik tunai artinya mereka membantu Anda dan akan dikenakan semacam fee. Namanya saja orang membantu Anda. Jumlah fee yang kecil itu bukan fee gesek tunainya melainkan fee buat si calo. Ini kadang menjebak pemilik kartu yang belum berpengalaman gesek tunai dan belum ada toko gesek tunai langganan. Dengan demikian jika fee gesek tunai merchant adalah 3% maka Anda dikenakan 4%. Satu persennya itu untuk si calo. Anda tidak bisa protes karena memang Anda datang lewat jasa si calo tersebut yang rajin mengiklankan diri  mereka. Si pemilik toko juga sudah paham, begitu Anda datang lewat iklan si A atau si B maka otomatis si pemilik toko akan menyisihkan fee 1% ini. Jadi kalau melihat iklan gesek tunai kartu kredit baik di koran, majalah, bulletin, brosur atau internet, perhatikan dengan seksama. Memang lebih baik langsung ke toko karena Anda tidak perlu membayar fee kepada si calo terkecuali Anda berbaik hati.

Sampai di sini Anda paham bahwa bisnis kartu kredit di Indonesia menghidupi banyak orang. Ada banyak pemain di industri kartu kredit karena memang sangat menggiurkan. Masing-masing mengambil bagiannya tersendiri. Kue kartu kredit sungguh sangat lezat untuk siap disantap bagi mereka yang lapar.


 

Bagikan artikel Bisnis Calo Kartu Kredit di Indonesia ini