Sunday, November 23, 2014

Aksi Kejahatan Non Received Card

"Kurir ya? Mari saya terima," kata kawanan penjahat dalam menjalankan aksinya.
Dalam aksi pick pocketing kawanan penjahat jelas-jelas berusaha mencuri kartu kredit kita secara fisik agar bisa menggunakannya secara langsung. Lain lagi dengan modus non received card. Kawanan maling tidak mencuri kartu kredit Anda yang ditaruh di dompet, lemari atau laci kantor. Mereka tidak masuk ke ruangan Anda, membongkar tas Anda, dsb. Kawanan maling ini hanya menunggu pengiriman kartu kredit Anda baik yang baru disetujui atau kartu perpanjangan. Lalu bagaimana aksinya?

Kawanan mafia ini akan berpura-pura menjadi atasan kantor, staf perusahaan, rekan kerja, orang rumah atau bahkan diri Anda sendiri, dst. Penyamaran ini bertujuan untuk mendapatkan kartu kredit Anda yang baru saja disetujui dan akan segera dikirimkan. Bisa juga untuk kartu perpanjangan. Ketika kurir mengirimkan kartu kredit otomatis mereka yang akan menerimanya. Bisa saja mengatasnamakan diri Anda sendiri dengan membuat KTP bodong atau mengatasnamakan orang yang diberi kuasa untuk hal itu. Surat kuasa pun mereka buat. Pertanyaannya adalah bagaimana mereka mendapatkan data seolah-olah bisa menjadi orang yang berhak?

Anda pasti lupa bahwa pada saat kita mengajukan kartu kredit, kita menyertakan data alamat yang super lengkap mulai dari alamat kantor, alamat rumah, fotokopi KTP bahkan kartu nama, dsb..bukan? Nah, dengan data-data seperti itulah terutama KTP, kawanan mafia ini akan membuat KTP bodong yang sama tetapi dengan foto orang lain (foto penjahat itu sendiri). Mereka juga akan rajin mengecek status aplikasi kartu kredit Anda untuk mengetahui persetujuannya. Begitu tahu disetujui, mereka akan menunggu sesuai alamat pengiriman kartu yang sudah Anda pilih. Biasanya mereka lebih suka memilih target yang pengiriman kartunya ke kantor. Apalagi jika kantor tersebut adalah bangunan ruko yang berada di satu kawasan yang ramai. 

Kawanan maling ini akan mondar-mandir di dekat-dekat kantor. Dalam menjalankan aksinya ini kadang juga melibatkan wanita. Begitu mereka melihat ada orang yang kira-kira adalah kurir kartu kredit dengan mengendarai sepeda motor bebek, berhelm hitam, memakai jaket bahan, membawa tas dan setumpuk dokumen, mereka yang akan langsung menghampiri. Mereka mencegah si kurir masuk ke kantor. Karena situasi yang ramai dan aksi dijalankan siang bolong, otomatis kurir terkecoh dan tidak menyangka sedang berhadapan dengan kawanan maling spesialis kartu kredit. Mana orang kantor, mana pembeli, mana pengunjung, mana yang kebetulan lewat, mana maling, semuanya tidak jelas karena situasi yang begitu ramai dan sibuk. 

Apalagi jika aksi ini sering dijalankan lebih dari 2 orang pelaku. Kurir tidak mengira bahwa ada 3 orang yang berbicara begitu akrab, saling memanggil, berpakaian rapi, ada name tag adalah penjahat spesialis kartu kredit. Mana mungkin ada penjahat di siang bolong di tempat ramai seperti ini? Namun itulah cerdiknya kawanan maling. Biasanya aksi diawali dengan basa-basi seperti ini:

"Halo Pak, antar kartu ya? Saya ada apply nih Pak. Ada yang atas nama Mr. X?" tanya si pelaku sambil menyebutkan namanya sendiri yang adalah nama palsu. Biasanya temannya akan melangkah mendekat dan berkata,

"Wah tumben loe Bro! Gue pikir loe gak mau bikin kartu...bla..bla...bla.." 

Ada kalanya temannya satu lagi berperan sebagai bos dan mereka beraksi secara kompak. Padahal semuanya itu adalah aksi layaknya shooting sinetron. Kawanan pelaku ini sudah tahu bahwa kartu kredit akan dikirimkan karena mereka sudah cek langsung ke call center bank bersangkutan. Kira-kira apakah si kurir akan menyerahkannya? Tepat sekali! Kurir langsung menyerahkan kartu kredit tersebut sambil meminta bukti KTP dan tanda tangan. Dalam KTP memang tertulis nama pemohon kartu dan wajahnya sama. Mereka pun memberi uang tip kurir Rp 50.000. Jika kebetulan si kurir juga membawa tagihan kartu kredit ke staf kantor lainnya, kawanan maling ini akan berkata, "Biar sekalian saja kami serahkan Pak!"

Kurir pun menyerahkan semuanya dan melenggok pergi. Kawanan penjahat ini benar-benar akan masuk ke kantor dan menyerahkan tagihan-tagihan yang ada kecuali kartu kredit Anda tersebut. Dari jarak jauh kurir memalingkan mukanya dan melihat mereka masuk kantor, kurir meyakinkan dirinya bahwa tidaklah salah. You wrong man!

Kartu Kredit Anda Tidak Datang-Datang?

Nah, Anda pasti masih menunggu kedatangan kartu kredit Anda bukan? Dalam hati senang tetapi pikiran rada cemas. Bagaimana bisa datang lagi? Bukankah sudah dikirim dan diterima oleh orang lain? Anda bersabar 3 hari lagi baru menghubungi bank. Namun dari ujung telepon si petugas menjelaskan bahwa kartu kredit Anda sudah diterima 3 hari yang lalu. Anda syok namun semuanya sudah terlambat. Bukan lagi nasi jadi bubur melainkan bubur sudah gosong. Kalau nasi jadi bubur artinya kartu kredit jatuh ke tangan orang lain tetapi uangnya masih ada. Kalau ini uangnya sudah habis ditarik si maling. 

Begitu mereka mendapatkan kartu kredit Anda, saat itu juga mereka mengaktifkannya. Lalu di sore itu juga mereka akan berbelanja dan menghabiskan semua limit kartu kredit tersebut. Beberapa bank ada yang memberikan pengamanan yang disebut early detection fraud system di mana limit kartu tidak bisa dipergunakan semuanya. Namun kawanan maling tidak bodoh. Mereka akan mencoba esok harinya lagi. Minimal mereka akan mencoba 3 hari apakah memungkinkan menarik seluruh limit kartu kredit Anda dengan berbagai cara. Entah itu berbelanja, tarik tunai, dsb. Jika masih belum bisa, mereka akan pura-pura menghubungi Anda mengatasnamakan bank dan berkata bahwa kartu kredit Anda diproses ulang karena ada salah pencetakan nama, dsb. Pokoknya berbagai alasan dikarang-karang untuk meyakinkan Anda bahwa kartu kredit Anda dikirim bulan depan. Konyolnya, Anda pun percaya begitu saja tanpa melakukan kroscek ulang ke bank. Di sinilah keteledoran Anda.

Otomatis di bulan depan jika kartu kredit Anda menerapkan pencegahan fraud, mereka akan menghabiskannya saat itu juga. Satu bulan biasanya diterapkan oleh bank terhadap kartu kredit baru. Namun jika bank tersebut adalah bank biasanya yang tidak ada pengamanan tambahan, tentu hanya perlu 3 hari sudah habis dana kartu kredit Anda.  Begitu Anda sadar, semuanya terlambat. Yang ada bulan depan tagihan datang ke kantor Anda. Kaget? Hal ini sudah sering terjadi Kawan!

Modus Yang Sering Dialami Pelaku Bisnis

Modus kejahatan non received card ini sebenarnya tidak hanya menimpa pemilik kartu kredit. Dalam kasus-kasus bisnis lainnya juga sering terjadi. Kadang penjahat sengaja memarkirkan mobil box kosong mereka untuk menunggu pengiriman barang ke kantor PT X. Begitu pengiriman datang, mereka pura-pura menjadi staf kantor PT X dan meminta kurir langsung memindahkan barang kiriman ke mobil box dengan alasan akan segera diantarkan ke langganan. Padahal seharusnya diturunkan dan dimasukkan ke dalam kantor terlebih dulu. 

Dalam menjalankan aksinya, kawanan penjahat kadang akan ke luar dari kantor PT X mengaku staf. Padahal keluar masuk kantor hanyalah aksi pura-pura di mana mereka masuk untuk bertanya ini dan itu yang memang wajar karena dianggap konsumen yang ingin order sesuatu. Otomatis ketika keluar dari kantor, si kurir berpikir benar adalah orang dari PT X. Barang kiriman pun dipindahkan semuanya ke mobil box. Setelah semuanya selesai. Kurir disuruh untuk menyerahkan berkas faktur ke kantor PT X. Saat itu juga mobil box di bawah kabur oleh kawanan penjahat hebat ini. Hayo, sekarang salah siapa? 

Jadi solusinya: kurir harus dididik jauh lebih cerdas lagi. Sehingga hal-hal seperti ini bisa dicegah. Kuncinya ada di tangan kurir. Bagi Anda yang mengajukan kartu kredit, harap selalu cek pengiriman kartu Anda. Jika pengiriman kartu sudah melebihi batas waktu pengiriman biasanya 5 hari sejak disetujui, Anda wajib konfirmasi ke bank. Jangan sampai diterima oleh pihak lain.

Aksi paling hebat non received card yang tidak perlu menunggu kurir di depan kantor dibahas di ebook Rahasia Mafia Kartu Kredit. Terjadi di kawasan pusat perniagaan Roxy Mas - Jakarta Pusat yang meminta korban seorang direktur perusahaan besar yang hampir melibatkan perseteruan antara aparat kepolisian, debt collector, orang bank dan pengawal pribadi. Benar-benar begitu rumit sampai dipecahkan oleh bank dan aparat kepolisian. Siapa pelakunya dan bagaimana dijalankan sedemikian cerdik?

Bagikan artikel Aksi Kejahatan Non Received Card ini