Wednesday, December 17, 2014

Pemegang Kartu Kredit Indonesia

Nasabah kartu kredit sedang berbelanja.
Pihak berikutnya yang bersentuhan dengan industri kartu kredit adalah pemilik kartu kredit atau pemegang kartu kredit itu sendiri (card holder). Tanpa ada yang mengajukan, memiliki dan menggunakan kartu kredit maka tak ada gunanya bank menerbitkan kartu kredit. Pengusaha yang menjadi merchant kartu kredit pun juga tidak ada gunanya. Lha wong tidak ada yang pakai. Kurang lebih seperti itu.

Anda, saya atau siapapun yang sudah berumur di atas 21 tahun, yang memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap sesuai dengan kriteria bank, bisa mengajukan diri untuk menjadi nasabah kartu kredit ini. Ada banyak pilihan jenis kartu yang bisa kita sesuaikan dengan kebutuhan kita. Pangsa pasar kartu kredit Indonesia itu sendiri masih sangatlah besar. Dari total 250 juta jiwa penduduk Indonesia, mungkin kurang lebih ada 20% yang bisa menjadi pemegang kartu kredit. Makanya tak heran bank berlomba-lomba untuk terus berekspansi mencari nasabah baru sekaligus memperluas merchant-merchant mereka. Makin banyak merchant yang menerima pembayaran kartu kredit maka semakin menarik kartu kredit di mata masyarakat itu sendiri untuk dimiliki. Bayar di sini bisa, bayar di sana bisa, belanja ini oke, belanja itu oke, dsb. Siapa yang tidak mau? Dengan demikian makin untunglah para bankir dan pegawai-pegawainya.

Apakah Anda tidak tertarik untuk menjadi pemegang kartu kredit? Kalau tidak tertarik mungkin - maaf - pikiran Anda benar-benar kolot dan bodoh. Ada lebih dari 20 manfaat kartu kredit buat kita yang kalau digunakan dengan baik akan sungguh luar biasa. Hanya orang-orang bodoh, bermental picik, bertempramen buruk yang mengatakan kartu kredit tidak ada gunanya. Urusan seseorang terjebak kredit macet, hutang, diteror debt collector, dsb.. jelas itu adalah masalah pribadi si nasabah itu sendiri. Sudah tahu tidak punya uang kok mau pakai uang orang. Giliran ditagih malah tidak mau bayar. Aneh. Padahal pada saat dipakai bank di bulan depannya tidak mengenakan bunga atau biaya lainnya loh. Bank hanya meminta uang yang sudah dipakai dikembalikan secara utuh. Sama seperti seorang yang karena mabuk atau buruk dalam mengemudi lalu menabrak pohon atau kucing hingga mati. Orang tersebut sungguh bodoh jika berkata bahwa pohon tersebut tumbuh di tempat yang salah atau si kucing lagi sial melewati jalan di mana dia sedang mengemudikan mobil. Yang salah pengemudi tersebut yang tidak belajar mengendarai mobil dengan baik. Kurang lebih seperti itu.

Kalau Anda tertarik memiliki dan menggunakan kartu kredit, silakan untuk apply kartu kredit dari jalur-jalur marketing kartu kredit yang sudah kami jelaskan untuk Anda. Atau Anda juga bisa menghubungi agen-agen kartu kredit terdekat di kota Anda. Bagaimana?


Bagikan artikel Pemegang Kartu Kredit Indonesia ini