Saturday, January 3, 2015

Cara Bank Menciptakan Market Talk

Contoh Promo 75%. Wow!
Pernahkan Anda mendengar atau melihat promosi kartu kredit di mana jika kita berbelanja dengan kartu kredit tertentu di sejumlah merchant atau toko maka kita akan mendapatkan diskon yang luar biasa? Tentu saja promo ini di luar tawaran diskon biasa kartu kredit co-branding. Kami rasa semua orang pasti pernah mendengarnya. Bahkan tak tertutup kemungkinan beberapa orang dari antara kita justru berburu program-program promosi seperti ini. Contohnya: berbelanja dengan kartu kredit Mandiri di Hypermart maka akan mendapatkan diskon 30%, berbelanja dengan kartu kredit Mega Carrefour di Carrefour akan mendapatkan diskon 20%, beli pancake dengan kartu kredit HSBC di Mr. Pancake akan mendapatkan diskon 30%, berbelanja buku di Gramedia dengan kartu kredit BCA mendapatkan diskon 20%, beli tiket pesawat domestik dengan kartu kredit Mandiri akan dapat diskon 15%, dst...dst... Pokoknya banyak sekali.

Tawaran-tawaran promosi diskon seperti inilah yang merupakan bagian dari manfaat kartu kredit buat konsumen. Bisa Anda bayangkan jika Anda memiliki 10 jenis kartu kredit di mana tiap-tiap jenis kartu kredit tersebut memberikan tawaran diskon yang berbeda? Ada diskon makan-makan, diskon ke salon, diskon nonton XXI buy 1 get 1, diskon menginap di hotel, diskon berbelanja di supermarket, diskon servis mobil, dsb. Sudah pasti akan membuat Anda berhemat banyak. Jadi siapa bilang menggunakan kartu kredit justru membuat sengsara atau bikin boros? Hanya orang gila yang mengatakan bahwa kartu kredit membuat diri mereka semakin boros. Itu bukan kartu kreditnya tetapi mentalitas orang tersebut! Tidak punya uang ya jangan gunakan kartu kredit berbelanja ke sana ke mari. Gunakan kartu kredit sesuai tempat, fungsi dan pada waktunya.

Pernahkah Anda berpikir dengan adanya program-program diskon seperti itu, apakah bank tidak dirugikan? Kalau soal diskon makan-makan ya mungkin tidak semua orang suka makan-makan di tempat tertentu. Tetapi bagaimana jika promo diskonnya adalah berbelanja kebutuhan hidup sehari-hari? Contoh yang paling fenomenal seperti berbelanja di supermarket atau hypermart dengan diskon 30% seperti beberapa waktu lalu? Semua orang pasti berbondong-bondong datang membeli aneka kebutuhan hidup yang ada. Emangnya berapa keuntungan supermarket atau hypermart tersebut? Margin keuntungan paling juga 5% - 20%. Lalu dengan diskon 30% tersebut, bukankah supermarket dirugikan? Tidak Sobat! Di mana-mana merchant tidak pernah dirugikan. Inilah yang dinamakan program marketing "create market talk" untuk menghasilkan viral marketing yakni pembicaraan dari mulut ke mulut.

Creating Market Talk

Ssst... pakai kartu kredit ada diskon 30% loh.
Pemasar ulung tentu saja harus memikirkan berbagai cara agar produk mereka terus diperbincangkan orang (baca: konsumen). Apalagi jika produk tersebut lebih banyak diperbincangkan sisi-sisi negatifnya. Jika terus diperbincangkan orang hal-hal yang negatif maka bisa hancur merek produk tersebut di pasar. Contohnya produk kartu kredit ini. Kartu kredit adalah salah satu produk yang lebih banyak pembicaraan negatifnya baik di koran atau media online. Anda bisa cek sendiri. Nah, dengan taktik "create market talk" inilah semua keluhan, semua pembicaraan negatif, semua kasus-kasus kartu kredit tersebut di-counter sedemikian rupa oleh bank yang bersangkutan. 

Caranya bagaimana? Sudah pasti dengan terus menciptakan program-program promosi yang unik bahkan di luar akal sehat. Contohnya yang di luar akal sehat yakni berbelanja di supermarket atau hypermart dengan diskon 30%. Keutungan merchant saja hanya 5% - 20%, lalu untuk menutup 10% nya dari mana? Sudah pasti dari bank. Bank menyediakan dana dalam jumlah besar untuk promosi seperti ini. Anda harus tahu bahwa perusahaan yang hebat selalu menyediakan dana alokasi kampanye periklanan. Ini sudah pasti karena tanpa adanya kampanye periklanan tidak ada bisnis yang bakalan sukses dan survive. Begitu juga jika Anda ingin merintis usaha atau menjadi seorang entrepreneur. Harus ada budget untuk berpromosi. Kalau tidak ada iklan promosi, siapa yang mengetahui bisnis Anda tersebut?

Kalau biasanya bank mengalokasikan dana untuk tayangan iklan-iklan seperti di televisi yang super mahal, iklan koran yang juga cukup mahal, billboard-billboard reklame di sepanjang jalan yang juga mahal, nah kali ini dana tersebut dikembalikan lagi buat konsumen. Daripada diberikan kepada pengusaha iklan, pemilik media massa atau pemilik televisi, bank memilih lebih baik diberikan kembali kepada konsumen mereka sendiri. Harapannya dan sudah pasti manfaatnya jauh lebih bagus daripada diberikan kepada pemilik perusahaan iklan, televisi atau koran. Dari sinilah sumber dana program promosi diskon-diskon yang Anda nikmati. Sekarang Anda tahu bukan?

Namanya saja program promosi, sudah pasti tidak akan ada setiap saat apalagi sepanjang tahun 365 hari dari tahun ke tahun. Makanya Anda harus cerdik dalam memilih kartu kredit. Jangan hanya melihat program promosi yang bersifat sesaat. Dalam contoh diskon 30% berbelanja kebutuhan pokok, tentu saja bank akan memilih lokasi supermarket atau hypermart yang cukup jauh letaknya. Mereka sudah mendesainnya seperti ini. Bankir bukan orang bodoh. Kalau lokasi supermarket tersebut jauh kadang membuat kita kerepotan sendiri untuk datang. Namun bagi nasabah yang nekat apalagi memiliki toko eceran, tentu saja ini kesempatan bagus untuk memborong semua barang yang ada. Diskon 30% tentu sesuatu yang sangat luar biasa apalagi jika bisa membeli rokok atau susu yang banyak dibutuhkan masyarakat. Hanya saja bank dan merchant kadang bersikap tidak profesional. Bisa saja mereka mengatakan barang sudah habis diborong orang lain, dsb.. Padahal stoknya memang cuma disediakan sedikit saja. Padahal kalau mau merchant bisa menolong nasabah kartu kredit yakni menyediakan stok produk yang berkali-kali lipat. Toh merchant sendiri diuntungkan dengan program seperti ini.

Merchant tidak dirugikan karena akan menambah omset penjualan mereka. Malah merchant selalu berharap ada program seperti ini. Dalam sekejap toko tersebut akan langsung kosong diserbu pembeli yang menggunakan kartu kredit. Bank juga tidak dirugikan dengan program promosi diskon 30% ini. Keuntungan bank lewat gesek kartu kredit yang hanya 1% - 2% tidak dipersoalkan bank. Di sini bank malah menombok dana alias mengeluarkan dana. Tidak untung tetapi buntung. Tetapi apakah bank benar-benar buntung? Jelas tidak karena itu memang budget dana promosi yang harus mereka keluarkan setiap tahun. Hanya saja kali ini dana promosi tersebut dikembalikan kepada konsumen. Selain itu, dengan teknik promosi seperti ini gaungnya jauh lebih kencang dan keren. Di mana-mana orang membicarakan kartu kredit bank tersebut: mantap, hebat, banyak promonya euy, cocok buat yang buka toko, bla...bla...bla. Padahal itu hanyalah program tentatif saja. Baru mantap kalau berani sepanjang tahun. Cukup satu tahun saja. Kita lihat apa tidak bangkrut bank tersebut?

Dengan adanya pembicaraan positif seperti ini, otomatis omongan negatif tentang kartu kredit A, kartu kredit B, kartu kredit C, menjadi tidak ada gaungnya. Orang-orang tidak akan pernah percaya karena fakta dan bukti nyata mereka mendapatkan manfaat yang lebih. Orang-orang paling berkata, 

"Ah..dasar tuh orang bego saja gak bisa manfaatin kartu kredit," 

atau "Ah...paling tuh Bapak gak punya duit makanya digebukin debt collector. Gak  mampu bayar mau pakai kartu kredit,"

atau 

"Itu orang yang ngutang gak bayar-bayar makanya bilang kartu kredit gak bagus. Beginilah.. begitulah. Buktinya gue enjoy-enjoy saja dan malah baru berbelanja dapat diskon 30%. Untung besar nih," dsb...dsb.
 

Bagikan artikel Cara Bank Menciptakan Market Talk ini