Saturday, December 20, 2014

Agensi Marketing Kartu Kredit Indonesia

Perusahaan agency ada banyak jenis.
Agensi kartu kredit adalah perusahaan-perusahaan yang ditugaskan oleh bank penerbit kartu kredit (card issuer) untuk memasarkan produk kartu kredit mereka ke khalayak ramai. Dan untuk memikul tanggung jawab seperti ini, perusahaan agensi akan merekrut dan menugaskan para agen-agen kartu kredit mereka. Sebenarnya produk yang bisa dipasarkan oleh sebuah perusahaan agensi bukan saja kartu kredit (KK) melainkan juga bisa tabungan, pinjaman tunai (KTA), deposito, dsb. Jadi tergantung produk yang dikeluarkan bank serta bagaimana sistem kerjasama yang mereka jalankan.

Perusahaan-perusahaan agensi ada berbagai macam dan tidak selalu memasarkan produk bank namun bisa saja produk asuransi, mobil, motor, komputer, properti, membership club, rokok atau produk apa saja seperti launching produk baru, dsb. Dan dalam perkembangannya sebuah perusahaan agensi tidak selalu berhubungan dengan industri pemasaran produk (promosi & penjualan) tetapi bisa juga terjun ke jasa lainnya seperti jasa call center, analis, surveyor bahkan jasa penagihan (debt collector), dsb. Kalau kita mengenal istilah SPG (sales promotion girl) atau SPB (sales promotion boy), semuanya itu masih ada hubungan dengan perusahaan agency seperti ini. Pokoknya ada banyak perusahaan agensi yang ada di Indonesia. Bahkan beberapa perusahaan agensi lokal masih merupakan bagian dari afiliasi perusahaan sejenis dari luar negeri. Anda pun bisa  mendirikan perusahaan yang sama dengan syarat memiliki kantor, memiliki pengalaman di sebuah produk dan yang pasti memiliki tenaga pemasaran (agen). Namun soal merekrut agen ini tak perlu kuatir karena bisa dilakukan belakangan.

Mengapa bank-bank atau perusahaan-perusahaan lain suka menjalin kerjasama dengan perusahaan agensi? Ini tak lain karena prinsip efisiensi dan efektifitas saja. Masih ingat istilah outsourcing? Jadi perusahaan atau bank tidak perlu membangun divisi pemasaran sendiri dari nol yang menghabiskan banyak biaya, birokrasi, dsb. Lebih baik mereka menyerahkan urusan pemasaran kepada perusahaan-perusahaan yang memang spesialis di bidang tersebut. Bank hanya perlu fokus melayani nasabah atau konsumen yang sudah didatangkan oleh agensi. Contoh sederhana efisiensi outsourcing adalah: misalnya Anda ingin memakan sate kambing 20 tusuk dan kebetulan Anda memelihara kambing. Tentu tidaklah smart hanya karena ingin makan sate 20 tusuk, lalu Anda menyembelih kambing peliharaan. Lebih baik Anda beli sate di tukang sate saja. Namun sebaliknya jika Anda sedang pesta hajatan yang mengundang banyak tamu, tentu tidak smart jika membeli dari tukang sate. Lebih baik Anda potong kambing sendiri karena akan jauh lebih hemat. Kurang lebih seperti itulah prinsip dasar outsourcing ini. Dan ini berlaku juga terhadap penggunaan jasa-jasa agency dalam memasarkan atau mempromosikan produk di pasar.

Kalau Anda ingin memiliki kartu kredit silakan hubungi atau kontak agen-agen pemasaran kartu kredit. Bukan menghubungi perusahaan agensi kartu kredit. Sebaliknya jika Anda ingin melamar kerja sebagai agen kartu kredit, maka Anda wajib menghubungi perusahaan agency-agency kartu kredit yang ada. Saat ini ada banyak sekali agensi kartu kredit di setiap kota seluruh Indonesia sesuai dengan ekspansi bank ke daerah tersebut. Beberapa nama perusahaan agensi pemasaran kartu kredit yang sangat terkenal waktu dulu adalah seperti KPSG, BSS, dsb. Namun beberapa akhirnya tenggelam karena persaingan industri itu sendiri. Gak gampang loh menjalankan bisnis di zaman sekarang?

 

Bagikan artikel Agensi Marketing Kartu Kredit Indonesia ini