Thursday, February 19, 2015

Transfer Balance Kartu Kredit

Transfer balance adalah strategi pemasaran kartu kredit yang muncul seiring dengan ketatnya persaingan industri kartu kredit. Jadi boleh dikatakan pada awalnya strategi ini belum terpikirkan sama sekali. Pertanyaannya adalah apa itu transfer balance, bagaimana bank-bank mengaplikasikannya, apa manfaatnya buat bank sebagai penerbit kartu kredit, apa manfaatnya bagi kita sebagai nasabah? Kami akan jelaskan untuk Anda di bawah ini.
Transfer balance kartu kredit sering kita jumpai.

Transfer Balance Kartu Kredit

Praktek transfer balance sebenarnya bukan merupakan bagian langsung dari jalur marketing direct acquisition, melainkan hanya taktik marketing. Tetapi karena cenderung masuk ke ranah strategi penetrasi pasar dan semua card issuer mengadopsinya maka kami masukkan ke dalam jalur marketing. Saat ini boleh dikatakan 100% penerbit kartu kredit di Indonesia dan mungkin juga di seluruh dunia sudah menggunakan taktik ini untuk saling bersaing. Lalu apa itu transfer balance?

Kalau Anda pernah terjun ke bisnis restoran atau rumah makan di kota-kota besar seperti Bandung, Surabaya, Medan dan terutama Jakarta, Anda mungkin pernah ditawari oleh tukang sayur di pasar tradisional untuk membeli sayur kepada mereka. Tetapi tawaran ini bukan tawaran jual beli sayur seperti biasa, melainkan si penjual berani membayar hutang-hutang Anda di tukang sayur lainnya dengan catatan: Anda membeli sayur kepada mereka. Dengan kata lain, tukang sayur yang baru ini akan membayar hutang Anda di tukang sayur lama sekaligus akan memberikan Anda sayuran yang lebih bagus, harga yang lebih murah (kompetitif) serta pelayanan yang lebih oke seperti biaya antar gratis, bisa pesan lewat sms, telepon, bbm, facebook, dsb.

Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda pernah mendapatkan tawaran seperti itu? Nah, konsepnya kurang lebih sama dengan istilah "transfer balance kartu kredit" ini. Hutang-hutang Anda di bank A akan dibayar oleh bank B, dengan catatan Anda pindah menjadi nasabah bank B dan meninggalkan bank A. Kurang lebih seperti itu. Entah bankir belajar dari tukang sayur atau malah tukang sayur belajar dari bankir. Setahu saya praktek jual beli sayur sistem partai seperti ini sudah berlangsung lama bahkan sebelum ada yang namanya kartu kredit.

Keuntungan Bagi Bank

Sama seperti tukang sayur, bank sudah pasti untung. Mengapa? Karena bank tidak perlu lagi repot-repot cari pelanggan. Yang dibidik sudah pasti pelanggan potensial karena sudah menjadi langganan dari kompetitor lainnya. Jika langganan ini menguntungkan tukang sayur lainnya, sudah pasti akan menguntungkan mereka. Bank sadar bahwa terkadang orang-orang tidak bisa atau tidak berani pindah ke bank lain karena sudah dijerat dengan sistem kredit (ngutang) sepeti itu. Ada perasaan malu, enggan pindah atau tidak berani pindah. Karena itulah bank akan melunasi hutang-hutang nasabah baru ini jika mereka berani pindah. Inilah yang dinamakan dengan transfer balance yakni memindahkan saldo terhutang di sebuah kartu kredit ke kartu kredit lain.

Contoh aplikasinya seperti ini: Katakanlah Anda punya hutang kartu kredit Citibank sebesar Rp 10 juta. Lalu Anda setuju menerima tawaran transfer balance dari kartu kredit Bank Mandiri. Otomatis Bank Mandiri akan melunasi kartu kredit Citibank Anda sebesar Rp 10 juta seraya menerbitkan untuk Anda kartu kredit Bank Mandiri. Dengan pelunasan ini, harapannya Anda meninggalkan kartu kredit Citibank yang terus membebani Anda. Tentu saja bukan berarti hutang Anda lunas melainkan berpindah tempat saja. Kalau hutang lunas begitu saja tentu semua bank di muka bumi akan bangkrut. Dari hutang ke Citibank menjadi hutang  ke Mandiri. Kurang lebih seperti itu.

Tentu saja Bank Mandiri tidak begitu saja memindahkan hutang Anda melainkan akan memberikan beberapa keunggulan seperti katakanlah 6 bulan cicilan tanpa bunga, biaya bunga yang lebih rendah, dsb. Kalau tidak ada keunggulan bagaimana orang bisa pindah? Dengan demikian akan menghemat lebih banyak daripada disedot terus oleh Citibank. Namun tetap harus diingat bahwa ini hanyalah program marketing dan promosi menarik nasabah baru. Seperti kata orang, "Bilang manis hanya di bibir saja tetapi kata hati bisa berbeda." Bisa jadi setelah menjadi nasabah malah nanti ujung-ujungnya lebih buruk dari Citibank. Anda wajib lebih cerdik dan kritis. Tidak semua tawaran-tawaran kartu kredit itu benar-benar bagus.

Biasanya limit transfer balance adalah batas maksimumnya dari limit kartu kredit baru. Rata-rata dari 60% - 80%. Artinya jika limit kartu kredit Mandiri Anda hanya Rp 10 juta, maka Anda hanya bisa menginstruksi Bank Mandiri melunasi tagihan Citibank Anda sebesar Rp 8 juta. Terkecuali kartu kredit Mandiri Anda berlimit Rp 20 juta, maka sudah pasti bisa melunasi tagihan Citibank tersebut. Semua bank sudah tahu bahwa untuk membuat nasabah pindah maka bukan perkara mudah dan bukan saja soal melunasi hutang, pemberian bunga lebih rendah atau cicilan bunga 0% sekian bulan, melainkan juga harus menaikkan limit kartu kredit tersebut. Jika tidak orang-orang akan malas pindah.

Keuntungan Bagi Nasabah

Kalau Anda memproses kartu kredit lewat transfer balance, sudah pasti kartu kredit Anda akan disetujui oleh bank. Karena mereka sadar bahwa Anda tidak mengambil uang mereka melainkan hanya memindahkan saldo tagihan. Biasanya karena membutuhkan fotokopi atau tagihan asli kartu kredit bank lain, otomatis bank sudah percaya dan tidak perlu lagi survey. Selain itu jika Anda beruntung, maka bisa mendapatkan keringanan biaya bunga sepeti ini selama beberapa bulan. Lumayan bukan?

Kurang lebih seperti itulah pengertian dari transfer balance kartu kredit ini. Bank yang mengambil inisiatif untuk melunasi tagihan Anda di bank lain dengan harapan Anda menjadi nasabah mereka dan meninggalkan bank lain.


 

Bagikan artikel Transfer Balance Kartu Kredit ini