Friday, February 13, 2015

Telemarketing Kartu Kredit

Staf telemarketing kadang bisa menghubungi Anda menawarkan kartu kredit.
Penggunaan jasa pihak ketiga oleh bank dalam menjaring nasabah kartu kredit mereka adalah menggunakan tenaga telemarketing. Telemarketing biasanya masih merupakan bagian atau divisi dari jasa yang ditawarkan oleh banyak perusahaan agency termasuk agency pemasaran kartu kredit. Lalu apa bedanya antara telemarketing dengan direct sales kartu kredit yang sudah kita bahas sebelumnya? Perbedaannya terletak pada cara si sales kartu kredit menjangkau Anda.

Kalau direct sales, Anda akan berjumpa secara langsung bertatap muka, berbicara face to face dengan si penjual kartu kredit, namun di telemarketing Anda tidak menjumpai mereka melainkan hanya dihubungi via telepon. Jadi boleh dibilang seperti kencan jarak jauh. Tidak melihat wajahnya, tidak menatap matanya tetapi hanya mendengar suaranya yang merdu bahkan sedikit menggoda. Biasanya perusahaan agency akan merekrut tenaga telemarketing yang suaranya khas atau sangat seksi. Tak ada bedanya dengan pola perekrutan penyiar televisi atau radio yang mensyaratkan kriteria utama yakni "suara mikrofonis". Supaya di benak Anda seolah-olah cewek yang menawarkan kartu kredit tersebut secantik Luna Maya atau Anda bayangkan seperti wanita PSK panggilan yang pernah Anda eksekusi di kamar hotel bintang 5. Wow!

Penjualan ala telemarketing bukanlah praktek penjualan milik industri perbankan. Banyak produk-produk lainnya juga dipasarkan dengan cara seperti ini. Apa saja bisa dipasarkan lewat telemarketing. Telemarketing bisa menghemat banyak biaya seperti membuka kantor cabang, biaya perjalanan buat si tenaga penjual, serta hambatan-hambatan geografis lainnya. Perusahaan hanya perlu menyediakan kantor yang cukup bagus dan luas dengan sambungan telepon yang multilines supaya si telemarketer bisa menjalankan tugasnya dengan baik. Biasanya seorang telemarketer akan membuka-buka buku kuning (yellow pages) untuk mencari nasabah-nasabah yang bonafit atau mengoleksi data dari mana saja. Jadi mereka bermain hanya di belakang meja.

Kesimpulannya: jika Anda dihubungi oleh seseorang yang mengaku dari bank lalu menawari Anda kartu kredit, maka 90% bisa dipastikan itulah strategi pemasaran telemarketing. Setelah Anda mengiyakan berminat, si telemarketer akan mengirimkan form aplikasi yang tinggal Anda isi dan tandatangani. Begitu selesai diisi maka nanti akan ada kurir yang siap menjemput aplikasi kartu kredit tersebut untuk diproses. Anda bingung dari mana mereka mengetahui nama atau nomor telepon Anda? Tak perlu bingung sebab tenaga telemarketing memiliki tekniknya tersendiri mengoleksi data atau kadang mereka sembarang menembak nomor telepon.

Harap diingat baik-baik bahwa yang menghubungi Anda via telepon meski mengatasnamakan bank atau menawarkan kartu kredit, dsb.. belum tentu itu adalah staf telemarketing. Bisa saja yang menghubungi Anda itu adalah direct sales karena direct sales juga bisa menghubungi calon nasabah lewat telepon untuk memproses kartu kredit seseorang. Hanya saja biasanya ada perbedaan antara form aplikasi kartu kredit direct sales dengan telemarketing. Berhati-hati terhadap orang-orang yang mengatasnamakan bank yang menghubungi Anda lalu melakukan konfirmasi data, menanyakan nama ibu kandung, nomor kartu kredit, dsb.. sebab bisa saja itu adalah jaringan mafia kartu kredit Indonesia. 

Bagikan artikel Telemarketing Kartu Kredit ini