Friday, February 20, 2015

Pemasaran Cross Selling Kartu Kredit

Visa & MasterCard.
Katakanlah saat ini Anda sudah memiliki kartu kredit MasterCard Gold dari Citibank. Lalu tanpa ada kabar atau angin dan berita, tiba-tiba Anda mendapatkan kiriman kartu kredit Citibank Visa Gold dengan limit yang sama. Jadi jika sebelumnya kartu kredit Anda yang MasterCard bernilai Rp 50 juta, dengan demikian Anda mendapatkan modal lagi Rp 50 juta dari Visa. Total Rp 100 juta untuk dua kartu kredit tersebut. Wow! Kok bisa? Ya jelas bisa. Inilah yang disebut dengan pemasaran ala cross selling.

Perusahaan - dalam hal ini bank - langsung menawarkan (memberikan) kartu kredit kepada Anda karena dianggap Anda termasuk konsumen atau nasabah yang loyal dan bisa dipercaya. Bank tidak perlu lagi melakukan survei atau menanyai Anda karena dari data atau pola penggunaan kartu kredit MasterCard Anda, bank sudah bisa menebak Anda pasti membutuhkan kartu kredit lainnya. Makanya langsung dikirimkan kartu kredit Visa. Apa yang diharapkan bank dengan memberikan kartu kredit baru ini? Sudah pasti keuntungan utama yakni fee dari pihak merchant atau biaya-biaya kartu kredit lainnya. Dalam konsep yang sama tetapi agak berbeda, bank juga bisa mengirimkan produk kartu kredit jenis lainnya, tidak harus antara Visa dan MasterCard. Bisa saja misalnya Anda sudah punya kartu kredit Citibank Choice Card, lalu dikirimkan Citibank Clear Card atau Citibank Giant, dst.

Kurang lebih itulah penjelasan sederhana tentang cross selling ini. Intinya perusahaan (bank) menawarkan produk mereka yang lain kepada konsumen (nasabah) mereka sendiri karena dianggap konsumen tersebut pasti membutuhkan, cukup loyal, bisa dipercaya atau diandalkan.


 

Bagikan artikel Pemasaran Cross Selling Kartu Kredit ini