Tuesday, October 21, 2014

Jalur Marketing Kartu Kredit

Jalur marketing kartu kredit.
Pada awal kartu kredit diperkenalkan sekitar tahun 1980-an, mendapatkan kartu kredit bukanlah perkara mudah. Kartu kredit tidak dipasarkan seperti saat ini. Untuk mendapatkan kartu kredit kita harus menjadi nasabah sebuah bank (Bank Duta) dan harus memiliki tabungan atau deposito yang besar. Bukan sekadar nasabah saja. Selain itu kartu kredit hanya ditawarkan kepada nasabah yang sering melancong ke luar negeri. Meski Anda seorang nasabah dan memiliki nilai tabungan yang besar, belum tentu akan ditawarkan. Sebab saat itu memang penggunaan kartu kredit belum seluas saat ini. Jadi boleh dikatakan kartu kredit hanya untuk orang-orang pilihan dan kalangan terbatas. Karena terbatas maka jalur marketingnya pun terbatas yakni melalui bank dan itu bank tertentu saja. "Mau bikin kartu kredit ya harus ke bank", kurang lebih begitu. 

Namun zaman sudah berubah. Kartu kredit tumbuh sedemikian rupa di seluruh dunia, dipergunakan hampir di semua bidang kehidupan dan makin banyak bank yang ikut bersaing menerbitkan kartu kredit. Otomatis bank-bank penerbit kartu kredit (card issuer) melancarkan berbagai jurus marketing untuk meraup nasabah. Berbagai taktik marketing dan strategi penjualan diterapkan. Apalagi soal promosi kartu kredit sudah pasti heboh dan menyedot dana yang besar. Sasarannya untuk menjadi raja kartu kredit dengan menguasai banyak nasabah. Tak terkecuali juga di Indonesia.

Menurut hasil pengamatan, penelitian dan pengalaman kami sendiri dalam memasarkan, apply atau menggunakan kartu kredit, setidaknya ada 10 jalur marketing yang diterapkan oleh institusi perbankan dari dulu hingga sekarang. Beberapa memang masih dipergunakan tetapi beberapa juga sudah ditinggalkan karena satu dua hal. Tidak tertutup kemungkinan yang ditinggalkan akan diterapkan lagi di masa depan. Karena bisnis itu disesuaikan dengan kondisi ekonomi, perkembangan teknologi dan persaingan di industri itu sendiri.

Kesepuluh jalur marketing ini dapat dibagi ke dalam dua kelompok (channel) yakni: direct acquisition dan indirect acquisition. Dan kedua kelompok (channel) ini kalau mau dijabarkan lebih jelas kurang lebih adalah sebagai berikut. Pokoknya soal mendapatkan tawaran kartu kredit bukan perkara sulit. Bahkan mungkin Anda merasa eneg barangkali. Di mana-mana dikejar-kejar oleh sales kartu kredit.

Channel Direct Acquisition:
Channel Indirect Acquisition:
Maksud direct acquisition adalah bahwa dalam mencari nasabah kartu kredit, bank tidak menyerahkan kepada pihak ketiga (outsourcing) seperti agency-agency melainkan langsung terjun sendiri. Bank yang akan langsung menangani pencarian nasabah baru mereka. Dengan demikian bank tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk membayar agency-agency. Kemajuan teknologi membuat bank memiliki sumber daya yang lebih luas seperti perkembangan media Internet (online).

Sedangkan indirect acquisition, bank menyerahkan kepada pihak ketiga seperti agency-agency yang ada. Penyerahan tugas pemasaran atau penjualan kartu kredit kepada pihak ketiga memang mengeluarkan biaya tambahan tetapi secara bisnis dalam jangka panjang justru menghemat biaya. Bankir bukan orang bodoh. Justru pintar maka bisa bergelar bankir dan punya bank. Mereka tahu bahwa seorang nasabah kartu kredit adalah pelanggan seumur hidup. Dengan demikian membayar seseorang hanya sekali sementara mendapatkan pelanggan seumur hidup adalah sebuah langkah bisnis yang brilian. Sampai di sini Anda paham? Makanya dulu kita mengenal beberapa agency pemasaran kartu kredit yang cukup dikenal seperti KPSG, BSS, dsb.

Namun di satu sisi, akhir-akhir ini apalagi dengan munculnya kasus-kasus kartu kredit seperti mafia kartu kredit, ulah debt collector, dsb.. membuat penggunaan pihak ketiga ini menimbulkan masalah yang rumit sekali. Bank-bank penerbit kartu kredit dituntut oleh pemerintah (BI) untuk membereskan berbagai kendala yang tercipta akibat penggunaan tenaga outsourcing ini. Kalau Anda mau tahu, penggunaan pihak ketiga inilah yang memunculkan berbagai kasus kejahatan kartu kredit. Kami akan mengupasnya untuk Anda. 

Sponsored links Jalur Marketing Kartu Kredit:
 

Bagikan artikel Jalur Marketing Kartu Kredit ini