Tuesday, April 14, 2015

Transaksi Kartu Kredit Lebih Prestisius

kartu kredit lebih prestisius
Ilustrasi cewek matre.
Manfaat kartu kredit yang ini mungkin terlalu berlebihan tetapi ada benarnya juga. Kartu kredit bisa membuat si pengguna lebih percaya diri, merasa "wah" atau menjadi kelompok orang-orang pilihan. Mengapa demikian? Tak lain karena bank tidak begitu saja meloloskan semua permohonan kartu kredit. Bahkan pernah ada kejadian di mana orang kaya yang permohonan kartu kreditnya justru ditolak karena satu dua hal. Jadi hanya orang-orang terpilih dengan pekerjaan, penghasilan serta perfomance yang bagus yang bisa memiliki kartu kredit. Terkecuali kartu kredit tambahan yang dimiliki oleh istri atau anak-anak. Tetapi minimal sang suami atau orang tuanya punya penghasilan tetap.

Kartu Kredit Lebih Prestisius

Bayangkan sedang makan malam di sebuah restoran. Kita mengeluarkan lembaran uang dari dompet yang lecek, kumal dan bau. Kita saja enggan memegangnya apalagi orang lain (pelayan restoran)? Malah ada yang buru-buru cuci tangan pakai hand sanitizer saking kuatirnya. Kira-kira bagaimana tanggapan si pelayan restoran terhadap kita sementara di sebelah ada orang yang membayar tagihan makanan dengan selembar kartu kredit? Jangankan si pelayan, kita saja akan merasa,
"Wah kok enak ya? Makan tinggal gesek bayar pakai kartu." 
Bukankah demikian? Kondisi seperti inilah yang menambah rasa percaya diri dan terlihat lebih prestise dibandingkan orang yang membayar tunai. Percaya pada kami: pada saat pertama kali kartu kredit disetujui dan dipergunakan berbelanja, rasanya benar-benar bangga dan merupakan pengalaman pertama tak terlupakan. Ada rasa deg-degan bagaimana kok bisa belanja hanya pakai kartu gesek dan uang bank dulu. Tetapi jika tidak pintar dan pandai-pandai mengatur pola pengeluaran, perasaan deg-degan dikejar-kejar tukang tagih juga bisa tak terlupakan! Entah terbang dan bersembunyi ke mana perasaan bangga tersebut. Hilang begitu saja oleh gertak debt collector.

Contoh lain misalnya Anda adalah si bujang lapuk yang kebetulan sedang mengencani (ngedate) dengan seorang perempuan manis untuk pertama kalinya yang Anda kenal lewat Facebook atau chatting. Lalu kalian janjian bertemu makan siang di sebuah cafe atau restoran mewah. Pada saat membayar dengan kartu kredit apalagi kartu jenis gold atau platinum, bukankah Anda lebih bangga dan lebih percaya diri? Semua orang tahu bahwa menggunakan kartu kredit lebih prestise hanya tidak mau mengakuinya karena berbagai alasan.

Andaikata cewek tersebut adalah tipe cewek-cewek matre (mata duitan) - kami harap sih jangan karena Anda yang akan rugi apalagi cari pendamping hidup kecuali hura-hura - maka dengan secepat kilat pasti lengket ke pelukan Anda bagaikan magnet. Tinggal Anda speak-speak sebentar, pameran kartu kredit Anda yang berjubel di dompet, beliin baju atau sepatu di SOGO...bla..bla..bla maka taraaa....! Bangun-bangun sudah di atas ranjang dengan sprei satin yang lembut dan dingin kena hembusan hawa AC. Tidak perlu jimat, minyak mahabba, pelet atau jampi-jampi kuno. Sekalipun Anda tidak bisa memberikan kenikmatan orgasme buat si wanita atau Anda mengalami ejakulasi dini, tetap saja Anda akan selalu disayang dan dianggap jantan. Kartu kredit platinum yang berwarna hitam sudah menjadi jimatnya yang sangat powerful di zaman modern ini. Sampai detik ini uang masih menjadi senjata pamungkas di berbagai sisi kehidupan.

Kecerdikan Wanita Karier

Harap diingat ilustrasi di atas cuma mempan untuk wanita matre. Tidak semua wanita bisa didekati dengan pamer-pamer uang atau kekayaan. Bahkan tidak sedikit wanita cantik dan baik-baik malah akan mencampakkan laki-laki sok pamer seperti itu. Dianggap anak kecil dan hanya bisa mengandalkan harta orang tua.

Konon, katanya wanita karier di kota-kota besar seperti Singapore, Jakarta dan Surabaya semakin pintar menilai calon pasangan mereka. Sebagian besar memang sudah berpengalaman jadi korban di asam garam dunia asrama. Dengan melihat cara pembayaran tagihan makan malam, mereka bisa menebak dan mengetahui jati diri si lelaki. Minimal ada bayang-bayang dan tinggal dikroscek atau dibuktikan lagi nanti. Ini hal yang logis dan bukan semata-mata karena cewek-cewek kota besar itu lebih matre. Bagi cowok kere mungkin cewek begini disebut matre tetapi bagi cowok berduit dan berkelas, cewek seperti ini adalah cewek smart yang layak dijadikan pasangan hidup. Karena otaknya berjalan dengan normal dan panca inderanya berfungsi baik. Bukan cewek tulalit.. a..i..u..e..o..!

Konsepnya sederhana. Pada saat pertama kali bertemu, si wanita bisa langsung menilai lelaki tersebut. Kalau waktu chatting atau facebookan ngakunya pengusaha, anak pejabat, anak orang kaya, pengusaha sukses, bla...bla...bla...tetapi begitu ketemu makan malam membayarnya pakai uang kontan apalagi uang receh yang kumal dan berbau busuk, sudah pasti ini bukan anak pengusaha. Kalau laki-laki itu ngakutnya bule dari amrik, pasti sudah terbaca ini mah bulepotan alias bule dari Depok.

Dengan membayar memakai kartu kredit, akan ketahuan status orang tersebut. Karena bank sudah melacak dan menyelidikinya baik alamat kantor, alamat rumah, alamat saudara yang tidak serumah, tabungan, dsb. Tinggal dimanfaatkan saja oleh kita. Bukankah demikian? Jadi simpan rapat-rapat sesumbar yang tidak ada manfaatnya ketika mengencani seorang wanita yang sudah berpengalaman di kota besar. Lebih baik jujur apa adanya daripada malu sendiri dan dicampakkan mereka. Terkecuali wanita-wanita tersebut masuk perangkap sandiwara mafia kartu kredit. Di mana semua kartu kredit yang dipergunakan tersebut adalah kartu kredit hasil manipulasi dan kejahatan perbankan. Kalau yang begini tetap bukan laki-laki kaya. Kalau pintar mungkin saja: pintar kibulin bankir..hehe.

Kartu kredit benar-benar akan membuat Anda merasa lebih "wah" dengan segala tawaran, manfaat, kemudahan dan fasilitas yang menyertainya. Bahkan konon katanya kartu kredit AMEX bisa menggantikan passport di kondisi-kondisi tertentu di Amerika Serikat. Luar biasa!

Bagikan artikel Transaksi Kartu Kredit Lebih Prestisius ini