Wednesday, April 22, 2015

Reward Program Kartu Kredit

Kelebihan berikutnya menggunakan kartu kredit dibandingkan transaksi tunai atau kartu plastik lain adalah adanya "reward program" atau "reward point". Apa pengertian program ini dan seperti apakah itu? Kami akan menjelaskannya secara sederhana di bawah ini.

Reward Program Penggunaan Kartu Kredit

Reward program ini adalah semacam penghargaan bank kepada nasabah mereka karena telah menggunakan kartu kredit dalam berbelanja. Dianggap ikut mendukung program pemerintah yang membudayakan transaksi tanpa uang tunai (cashless) dan yang pasti setia terus kepada merek kartu kredit terbitan bank tersebut. Karena Anda setia maka diberikan penghargaan. Kurang lebih seperti itu.
reward program kartu kredit
Setiap kartu kredit yang bagus selalu memiliki program yang namanya reward point.

Pemberian reward ini adalah semacam hadiah langsung secara cuma-cuma tanpa perlu diundi. Jadi tidak ada istilah "selama persediaan masih ada". Biasanya reward dihitung per poin dari total akumulasi transaksi sekian tahun. Setiap bank penerbit bisa punya kebijakan yang berbeda-beda dan hampir semua bank penerbit punya program ini. Ada yang menghitung 1 poin reward dari setiap pembelanjaan kelipatan Rp 1.000 namun ada juga yang Rp 2.500, Rp 25.000 atau bahkan Rp 50.000. Tergantung juga pada jenis kartu, masa promosi dan hadiah yang tersedia.

Menghitung Poin Reward

Untuk mencari tawaran terbaik, tidak bisa semata-mata kita berpatokan pada besarnya nilai tukar poin yang ada. 1 poin = Rp 1.000 belum tentu lebih bagus dari nilai 1 poin = Rp 50.000. Semua harus dilihat dari hadiah yang tersedia, besarnya poin untuk menebus hadiah tersebut serta masa kedaluwarsa poin tersebut.

Sebagai contoh: andaikata ada bank A yang mensyaratkan 10.000 poin untuk mendapatkan gratis iuran tahunan dengan perhitungan 1 poin = Rp 1.000, sementara ada bank B yang mensyaratkan 5.000 poin dengan perhitungan 1 poin = Rp 2.500, maka yang lebih masuk akal untuk kasus ini adalah pilihan pada bank A. Mengapa demikian? Karena untuk mengklaim iuran tahunan gratis tersebut, jumlah total belanja kita hanya perlu Rp 10 juta (Rp 1.000 x 10.000). Sedangkan untuk bank B perlu berbelanja Rp 12,5 juta. Jadi lebih gampang untuk mencapai pembelian Rp 10 juta bukan? Itu salah satu contoh soal perhitungan poin reward untuk kasus iuran tahunan gratis. Nilai 5.000 poin yang terlihat lebih sedikit dan gampang dicapai hanyalah jebakan sebab nilai tukarnya besar (Rp 2.500).

Contoh lain misalnya ada bank A yang memberikan hadiah langsung satu unit Samsung S4 dengan poin 500.000 di mana 1 poin = Rp 1.000, sedangkan ada bank B yang memberikan hadiah langsung iPhone 6 dengan poin 500.000 di mana 1 poin = Rp 2.000. Kira-kira mana yang lebih menarik? Tentu ini tergantung kepada pemegang kartu itu sendiri. Jika sudah punya unit Samsung S4 mungkin akan mengejar iPhone 6, sementara yang sudah punya iPhone 6 mungkin akan mengejar Samsung S6. Namun secara kasat mata, mengejar satu unit bonus Samsung S4 jauh lebih mudah sebab hanya perlu berbelanja Rp 500 juta, sementara untuk meraih iPhone 6 harus berbelanja Rp 1 milyar. Namun karena hadiah iPhone 6 yang bisa lebih mahal dua kali lipat dari Samsung S4 maka kemungkinan memilih unit iPhone 6 jauh lebih menarik dan menantang. Kurang lebih seperti itu dalam perhitungan poin reward kartu kredit ini.

Sebagai pemegang kartu kredit, kita tidak perlu kuatir soal cara menghitung nilai poin ini. Sebab sudah secara otomatis akan dihitung dan dilaporkan di lembar penagihan kartu kredit yang kita terima. Akan tercantum jelas poin yang sudah berhasil kita kumpulkan. Yang perlu kita lakukan hanyalah berbelanja dengan kartu kredit.

Mungkin sampai di sini ada yang bilang hanya akal-akalan bank sebab tidak mungkin mendapatkan satu unit iPhone 6 sebab harus berbelanja hingga Rp 1 miliar. Memang bank juga banyak akalnya tetapi bukankah dalam satu tahun pengeluaran kita bisa lebih dari Rp 1 milyar? Coba hitung uang makan setiap hari, uang membeli rokok, uang parkir, uang bayar listrik, tagihan telepon, uang sekolah anak, servis kendaraan, isi bensin, belanja kebutuhan sehari-hari, dsb. Jadi kalau kita pakai kartu setiap saat, setahun bisa tembus lebih dari Rp 1 milyar sebab biaya hidup yang kita keluarkan kadang lebih dari semuanya itu hanya saja tidak pernah kita catat.

Yang perlu kita perhatikan hanyalah masa berlaku penukaran poin tersebut. Pilih bank yang tidak menjebak nasabah dengan masa penukaran yang terlalu cepat misalnya berlaku 1 tahun atau bahkan 6 bulan. Selain itu juga perlu dilihat hadiah-hadiah yang diberikan apakah bagus atau cuma asal-asalan yang kalau mau beli juga bisa didapatkan di pinggir-pinggir jalan raya apalagi produk made in China. Tetapi kalau itu laptop, home theatre, voucher belanja, ponsel, dsb.. tentu sangat menarik bukan?. Coba bandingkan jika belanja pakai uang kontan atau kartu debit, dapa apa?

Bagikan artikel Reward Program Kartu Kredit ini