Monday, April 6, 2015

Rekaman Transaksi Kartu Kredit

Kartu kredit memiliki sisi positif lainnya yakni adanya rekaman transaksi yang dicantumkan dalam billing tagihan bulanan. Belanja apa, bayar apa, nilainya berapa, makan di mana, transaksi di negara mana dan di kota mana, semuanya jelas. Tidak ada yang disembunyikan. Dengan adanya rekaman transaksi seperti ini memungkinkan kita melakukan budgeting dengan mudah dan efektif. Minimal setiap bulan kita tahu uang kita pada lari ke mana. Bandingkan dengan membayar tunai di mana kita hanya membawa pulang struk belanja yang bisa hilang entah ke mana. Jangankan sampai hilang, seringkali struk belanja tersebut kita buang sendiri boro-boro diarsip. Mungkin berpikir tidak mau repot urusan tersebut. Tetapi apa dampaknya? Dampaknya adalah terkadang kita bingung dan stress sendiri uang kita hilang atau lari ke mana. Dihitung-hitung menggunakan kalkulator atau orat-oret di kertas tambah pusing dan pening.

Di akhir bulan atau bahkan pertengahan bulan setelah gajian, kita pun bingung,

    "Beli apa ya? Kok uang gajian bisa cepat habis begini?"

Kalau sudah begini, siapa yang mesti disalahkan? Sudah pasti diri kita sendiri, bukan? Tetapi dengan menggunakan kartu kredit untuk berbelanja, sekalipun katakanlah kita membuang struk belanja, namun tetap saja di akhir bulan selalu datang laporan tagihan kartu kredit di mana di sana tercantum dengan jelas semua pengeluaran kita. Di toko mana, di mall mana, di negara mana, berapa nilainya, makan apa, minum apa, hang out ke mana, dsb. Semuanya jelas tercantum. Tidak ada yang ditutup-tutupi karena sudah secara sistem perbankan tercetak rapi. Memang kita tidak bisa mendapatkan kembali uang kita tetapi minimal kita puas karena tahu ke mana arah larinya penghasilan kita dalam sebulan. Kalau merasa terlalu boros, bisa kita ngerem, dsb.

Sekarang pilih mana? Mau pakai uang tunai yang tidak ada laporannya atau yang ada laporannya di akhir bulan? Mengapa kita tidak memanfaatkan orang bank saja sebagai petugas atau asiten yang mencatat pengeluaran kita? Suami atau isteri pun tidak perlu ngotot berantem apalagi sampai cakar-cakaran hingga bercerai tanya sana tanya sini soal penggunaan uang setiap bulan. Cukup sodorkan tagihan kartu kredit maka bisa dibaca bersama-sama. Gitu saja kok repot?

Bagikan artikel Rekaman Transaksi Kartu Kredit ini