Thursday, April 16, 2015

Kartu Kredit Memudahkan Budgeting

Manfaat kartu kredit berikutnya adalah soal budgeting (penganggaran keuangan) pribadi. Berkaitan dengan kebiasaan berbelanja atau pola pengeluaran kita sehari-hari. Dengan memiliki kartu kredit akan memudahkan dan memungkinkan kita untuk mengelola anggaran pengeluaran dengan lebih baik. Tentu saja tanpa kartu kredit kita sudah harus bisa mengelola keuangan kita. Jika tidak demikian kita akan terjebak pada pola hidup "lebih besar pasak daripada tiang". Penghasilan Rp 4 juta per bulan tetapi pengeluarannya Rp 5 juta per bulan. Satu juta tersebut adalah pinjaman atau hutang sana sini. Cepat atau lambat akan menimbulkan masalah. Kalau orang tersebut artis mungkin akan jual diri. Kalau orangtuanya pejabat mungkin akan korupsi. Kalau bapaknya konglomerat maka cepat atau lambat bisnisnya akan karam. Bukankah sering kita saksikan bersama kasus-kasus seperti ini di berita televisi?

Penghasilan Rp 100.000 per hari tetapi makannya Rp 150.000, lalu Rp 50.000 itu mau ambil dari mana? Sampai kiamat juga tidak bakalan kaya dan hidup tenang.
duit terbang melayang
Busyet duit gue! Image: fotosearch.com.
Dengan kartu kredit, membuat kita lebih gampang melakukan program budgeting seperti ini. Hal ini sudah dipraktekkan oleh banyak orang secara bertanggung jawab. Dan mereka merasakan fine-fine saja. Siapa bilang kartu kredit buat boros?

Budgeting Ala Kartu Kredit

Kartu kredit bisa kita miliki dari beraneka jenis dan tipe kartu, nama bank penerbit serta besarnya limit. Kita bisa mengkombinasikannya sedemikian rupa tergantung pada kebutuhan dan gaya hidup kita masing-masing. Tiap orang tentu berbeda-beda. Tidak mesti dalam sebulan kita harus menghabiskan limit yang diberikan oleh bank. Bank juga tidak memaksa kita harus menghabiskan limit yang mereka berikan. Semua ada dikendali diri kita sendiri. Jika menurut kita sebuah kartu kredit tidak bagus, tinggal kita tutup dan berpindah ke bank penerbit lainnya. Buat apa ngedumel sendiri dan menyusahkan diri sendiri? Masih banyak produk dari bank lainnya kok?
Bank-bank tertentu juga menerbitkan banyak jenis kartu kredit untuk keperluannya masing-masing. Ada kartu kredit buat buat kalangan perempuan, wanita karier, eksekutif muda, anak-anak, pelancong, bisnisman, dsb. Dengan jenis kartu kredit yang berbeda-beda ini kita bisa mendapatkan banyak program penawaran yang memang menyasar pengguna kartu tersebut. Bukankah ini menghemat banyak buat kita? Pokoknya bisa kita pilih sendiri. Bahkan untuk urusan uang jajan anak, kita bisa meminta bank menerbitkan kartu kredit sesuai dengan budget belanja atau uang jajan anak kita tersebut. Misalnya limit kartu anak cukup dikasih Rp 2.000.000 sebulan. Semua bisa kita bicarakan dan diskusikan dengan bank.

Belum lagi dengan adanya jenis kartu VISA dan MasterCard. Membuat kita jauh lebih bisa mengontrol penggunaan uang kita sehari-hari. Misalnya kartu kredit BCA untuk belanja kebutuhan rumah tangga sehari-hari (belanja sembako), kartu kredit HSBC untuk kebutuhan pribadi (salon, spa, bengkel mobil, nonton, beli tiket), kartu kredit Citibank untuk keperluan entertain teman-teman (hang out, makan-makan), kartu kredit ANZ untuk urusan membayar tagihan bulanan (telepon, listrik, PAM, uang sekolah anak, asuransi), dst. Tidak ada bisa yang melarang kita menggunakan kartu kredit seperti itu. Bahkan bank pun tidak bisa melarang. Atau katakanlah kartu VISA kita khususkan untuk pembelanjaan kebutuhan hidup sehari-hari, sedangkan kartu MasterCard kita gunakan untuk keperluan semacam hiburan, liburan, entertain, dsb. Tentu tiap orang bisa berbeda-beda penggunaan kartu kreditnya.

Dengan adanya klasifikasi penggunaan kartu kredit seperti ini, otomatis kita bisa mengetahui ke mana saja pengeluaran uang kita dalam kurun waktu sekian bulan. Lebih terkontrol dan bisa kita ikuti terus pengeluaran uang kita dari laporan tagihan yang datang setiap bulan. Dari sini kita bisa menyusun atau melakukan penganggaran kembali. Bandingkan jika tidak ada datanya. Hari ini sarapan nasi campur pakai uang di dompet, siang hari beli baju di mal pakai kartu debit, lalu mobil rusak mau ke bengkel tarik uang dulu lewat mesin ATM dan malamnya lagi makan pakai uang di dompet. Setiap hari begitu terus pola penggunaan uang kita. Di akhir bulan, uang berkurang kita tidak tahu lari ke mana karena tidak ada rekaman transaksinya. Ujung-ujungnya menjadi tidak terkontrol dan boros. Hal-hal sepele seperti inilah yang sering kita alami dan menjebak kita sendiri tanpa disadari.

"Busyet dah! Perasaan tadi pagi uang di dompet masih segini, kok udah jadi segini ya? Belanja apa saja dan terbang ke mana tuh duit?"

Bagikan artikel Kartu Kredit Memudahkan Budgeting ini