Thursday, May 28, 2015

Asuransi Perjalanan Pesawat Udara

asuransi perjalanan kartu kredit
Asuransi perjalanan terbang.
Kelebihan kartu kredit berikutnya adalah mengenai adanya perlindungan asuransi. Asuransi di sini bisa beraneka ragam karena bank terus menyempurnakan produk mereka. Tetapi yang perlu dijelaskan di sini bahwa yang kita bicarakan adalah asuransi kecelakaan perjalanan yang berhubungan dengan pesawat udara. Dengan membeli tiket pesawat terbang menggunakan kartu kredit jenis gold, platinum atau di atasnya, terhadap maskapai penerbangan apa pun di seluruh dunia maka saat itu juga perjalanan kita dilindungi.

Uniknya lagi asuransi ini tidak perlu membayar premi sama sekali. Bahkan perlindungan ini bukan saja mengcover pemegang kartu utama melainkan juga anak isteri di mana pemegang kartu utama tersebut membelikan tiket pesawat. Jadi contohnya begini: jika kita punya kartu kredit gold lalu membeli tiket buat sekeluarga, otomatis semua anggota keluarga tersebut dicover perlindungan asuransi perjalanan ini. Hanya untuk keluarga inti saja dan tidak bisa untuk saudara, sepupu atau tetangga. Tetapi harus dipertanyakan lagi kepada bank penerbit kartu kredit sebab setiap bank memiliki pelayanan yang berbeda-beda. Asuransi ini tentu saja adalah hasil kerjasama antara bank sebagai penerbit kartu dengan perusahaan asuransi (pihak ketiga).

Asuransi Perjalanan Pesawat Udara

Tentu tidak ada seorang pun yang ingin menukar nyawanya dengan uang. Itu tindakan bodoh dan konyol! Seperti kata Yesus dalam kitab Injil,
"Apalah gunanya seseorang memiliki seisi dunia jika dia kehilangan nyawanya?"
Namun jika ada perlindungan tambahan sudah pasti semua orang akan lebih senang dan merasa lebih nyaman. Kalau pun kita meninggal karena kecelakaan, minimal anak cucu kita mendapatkan semacam warisan (uang pertanggungan) sehingga mereka bisa tertahan hidup atau belajar untuk survive tanpa orang terkasih. Terkecuali seperti kejadian Air Asia QZ8501 tahun 2014 silam di mana sekeluarga, anak hingga bakal mantu tewas bersamaan. Bahkan ada yang tidak mempunyai pewaris, tentu saja sangatlah menyedihkan. Yang pasti, jangan sampai saat kita meninggal malah ikut meninggalkan beban alias hutang kepada anak cucu. Betapa tidak bertanggungjawabnya jadi orang seperti ini.

Keunikan lainnya adalah kecelakaan perjalanan yang dicover itu bukan saja saat terjadi kecelakaan pesawat pada waktu terbang, tetapi sejak perjalanan dari rumah menuju bandara udara kita sudah dicover. Contoh misalnya ketika berangkat dari rumah lalu di dalam perjalanan katakanlah di jalan tol mobil kita ditabrak oleh orang lain sehingga mengalami kecelakaan serius. Nah, asuransi perjalanan ini sudah mengcover kita karena kita dianggap sudah sedang melakukan perjalanan dengan pesawat terbang. Namun, jika Anda tidak menuju bandara tetapi jalan-jalan ke rumah teman lalu kecelakaan tentu saja tidak bisa diklaim asuransi ini. Karena bank penerbit termasuk pihak ketiga (perusahaan asuransi) memerlukan beberapa bukti pendukung seperti tiket pesawat terbang, laporan polisi kecelakaan mobil di jalan raya yang memang menunjukkan Anda sedang menuju bandara, dsb.

Pengajuan klaim asuransi baik kematian atau kecelakaan yang terjadi, beberapa bank akan menerapkan kebijakan yang berbeda-beda. Anda wajib memilih produk kartu kredit dari bank yang klausul perjanjiannya mudah dimengerti, syaratnya sederhana dan jelas perjanjiannya termasuk perlindungan seperti apa yang diberikan. Yang kami bagikan ini hanyalah panduan dasar saja dan tidak semua kartu kredit memiliki manfaat seperti ini. Biasanya beberapa berkas yang dibutuhkan atau yang perlu dipersiapkan untuk pengajuan klaim adalah seperti:
  • Formulir klaim asli yang sudah diisi dengan lengkap (bisa didapatkan dari pihak bank atau perwakilan yang ditunjuk).
  • Surat kematian atau kecelakaan/visum asli atau salinan dari pihak terkait (dokter, rumah sakit, instansi yang berwenang, pihak maskapai pesawat terbang, pihak bandara).
  • Surat laporan kecelakaan asli atau salinan dari pihak terkait (kepolisian, maskapai penerbangan, pengelola bandara).
  • Fotokopi tiket penerbangan atau salinannya dari maskapai penerbangan.
  • Sales draft asli (bisa didapatkan juga di tempat kita membeli tiket).
  • Boarding pass.
  • Lembaran penagihan kartu kredit.
  • Fotokopi kartu kredit.
  • Fotokopi KTP asli tertanggung.
  • Fotokopi kartu keluarga (KK) yang disahkan oleh ahli waris.
  • dsb..

Tentu saja jika pesawat tersebut meledak atau mengalami kecelakaan dahsyat semua dokumen-dokumen bisa musnah. Jangankan fotokopi kartu kredit, boarding pass atau KTP, orangnya saja tubuhnya bisa tidak ditemukan. Lalu bagaimana mendapatkan dokumen-dokumen seperti itu? Anda tak perlu kuatir karena dari manifes penumpang semuanya akan terdata dengan jelas. Bukti manifes penumpang sudah menjadi dokumen paling kuat sebab ini musibah nasional bahkan internasional. Kalau sudah musibah besar dan masuk berita televisi sudah pasti bank penerbit kartu tidak akan lagi meminta hal-hal yang memang tidak memungkinkan untuk diberikan. Kalau orang lagi susah lalu pihak bank masih berbuat aneh, bisa dapat kutukan 7 turunan tuh orang bankirnya atau bisa diamuk massa maskapai tersebut. Pemerintah juga akan bersikap sangat tegas sebab menyangkut nyawa warga negara dan citra negara di dunia internasional.

Beberapa hal yang harus dipahami ketika berbicara mengenai pertanggungan asuransi perjalanan pesawat terbang karena membeli tiket dengan kartu kredit adalah:
  • Pentingnya Asuransi Perjalanan Pesawat Terbang
  • Musibah-Musibah Kecelakaan Yang Dicover Kartu Kredit
  • Aturan Pengecualian Pertanggungan Asuransi

Dengan adanya tanggungan asuransi seperti ini, otomatis kita terlindungi oleh minimal 3 jenis layanan asuransi yakni: asuransi dari maskapai pesawat itu sendiri, asuransi dari bank penerbit kartu kredit, asuransi  dari Jasindo atau Jasa Raharja (khusus untuk Indonesia). Belum termasuk asuransi pribadi yang kita miliki. Menarik sekali bukan? Coba bayangkan kalau beli tiketnya pakai uang kontan atau kartu debit. Dapat apa coba?

Bagikan artikel Asuransi Perjalanan Pesawat Udara ini