Sunday, May 3, 2015

Sang Jenius Hans Peter Luhn

Foto Hans Peter Luhn.
Setelah mengetahui bentuk tipografi nomor kartu kredit, saatnya kita belajar sedikit tentang asal muasal algoritma nomor-nomor kartu kredit. Seperti apakah algoritma nomor kartu kredit? Siapa penemunya? Apakah nomor kartu kredit merupakan angka berkombinasi unik dan ada rumusnya? Bisakah nomor kartu kredit diacak sembarangan untuk dijadikan nomor kartu kredit yang sah?

Hans Peter Luhn

Namanya adalah Hans Peter Luhn. Seorang ilmuwan hebat dari Jerman (1896 - 1964). Beliau bekerja di perusahaan komputer raksasa bernama IBM. IBM itu sendiri memiliki laboratorium riset mereka yang canggih di San Jose, California. Saat ini kabar yang kami dengar mereka sedang mencoba merancang sebuah mega platform web bernama WebFountain yang bisa mengalahkan kejeniusan dan kedigdayaan Google di masa akan datang. Cuma belum tahu apakah bakalan sukses atau tidak.

Tuan Luhn ini merancang sebuah sistem algoritma untuk memvalidasi berbagai kombinasi rangkaian nomor-nomor untuk identifikasi. Boleh dibilang hampir semua produk di pasar, kode pengaman berbagai dokumen, nomor kartu kredit, kode pulsa telepon selular, dsb.. yang berisi deretan-deretan angka menggunakan sistem perhitungan cek digit algoritma seperti ini. Sistem algoritma berfungsi mengecek kombinasi validitas digit-digit angka yang terbentuk di dalamnya.  

Algoritma temuan Mr. Luhn ini sering disebut dengan algoritma modulus 10 yakni sebuah formula checksum sederhana untuk memvalidasi bermacam-macam nomor identifikasi. Algoritma Luhn ini merupakan perkembangan dari penelitian yang dilakukan oleh pendahulunya seorang ilmuan bernama Carl Friedrich Gauss (1801) yang terkenal akan teori aritmatika modulo (jam) yakni tentang sistem pengoperasian aritmatika untuk bilangan bulat. Dari contoh pergerakan jam yakni 24 jam dari 00.00 - 23.00 maka jika saat ini pukul 20.00 (jam 8 malam) maka 5 jam lagi adalah pukul 01.00 bukan pukul 25.00. Karena angka jam direset otomatis setiap mencapai pukul 00.00 alias 24.00. Inilah yang disebut dengan modulus 24. Angka 24.00 bukanlah angka yang valid karena sama persis dengan 00.00 sama halnya dengan angka 03.60 yang adalah sama dengan 04.00.

Tambah bingung ya? Kami juga bingung apalagi Anda?

Algoritma temuan Tuan Luhn ini tidak didesain secara aman untuk fungsi kriptografi melainkan hanyalah sebagai sebuah upaya untuk menghindari penginputan data-data yang tidak valid atau tidak sah salam sebuah sistem bilangan. Karena itulah dengan mudah kita bisa menghitung sebuah nomor kartu kredit valid atau tidak hanya menggunakan algoritma Luhn ini. Tanpa harus melalui sebuah program kriptografi yang biasanya dipergunakan untuk mengacak sistem elektronik komputasi transaksi perbankan. Algoritma cek digit Luhn adalah algoritma cek digit yang saat ini dipergunakan oleh seluruh bank besar di dunia yang menerbitkan kartu kredit.
 
Sponsored links:

Bagikan artikel Sang Jenius Hans Peter Luhn ini