Thursday, May 7, 2015

Kartu Kredit Bunganya Tinggi

Say "no" to credit card.
Selain anggapan bahwa kartu kredit adalah hutang, alasan berikutnya orang menolak kartu kredit adalah karena bunganya terlalu tinggi. Memang harus kita pahami bersama bahwa produk kartu kredit adalah produk perbankan di segmen kredit konsumtif. Artinya dana yang dikreditkan ditujukan untuk keperluan konsumsi (transaksi belanja). Beda dengan pengucuran kredit di segmen produktif. Dengan demikian sudah pasti bunganya sedikit lebih tinggi dari kredit produktif.

Kartu Kredit Bunganya Tinggi

Benarkah kartu kredit bunganya tinggi? Secara kasat mata memang tinggi. Namun perlu diingat bahwa penggunaan kartu kredit dengan benar tidak akan dikenakan bunga sama sekali bahkan tidak ada biaya apapun kecuali mungkin iuran tahunan dan biaya materai. Jadi dari mana kita bisa mempermasalahkan soal bunga sehingga menolak menggunakan kartu kredit? Hanya orang yang belum paham cara kerja kartu kredit yang selalu kuatir akan dikenakan bunga. Padahal bunga hanya terjadi jika seseorang tidak membayar penuh tagihan yang datang. Jika dibayar penuh tidak ada bunga sama sekali.

Kalau pun akhirnya kita mengalami atau menemukan ada kartu kredit yang mengenakan bunga yang terlalu tinggi dan dengan sistem perhitungan yang tidak jelas, kita bisa berpindah ke kartu kredit bank lain. Ada banyak sekali bank penerbit kartu kredit di Indonesia, mengapa harus risau? Jika kita anggap bunga kartu kredit Citibank terlalu besar, tinggal beralih ke kartu kredit HSBC. Jika kita anggap bunga HSBC terlalu tinggi, tinggal ditutup dan ajukan kartu kredit CIMB Niaga. Jika CIMB Niaga dianggap bunganya gak karuan, tinggal pindah ke kartu kredit BCA, dst. Gampang kan?

Sebenarnya pengenaan bunga atas penggunaan kartu kredit adalah hal yang wajar. Bank bukan lembaga donor yang tidak memiliki risiko. Bank adalah lembaga bisnis yang tentu saja mengharapkan keuntungan dari semua produk mereka. Jika tidak, bagaimana mereka menutup biaya operasional, membayar gaji pegawai, membeli dan memelihara gedung, inventaris yang berteknologi tinggi, dsb? Jika ada orang menolak bank hanya karena adanya sistem bunga di setiap produknya, orang itu hanya mau menang sendiri. Sungguh keterlaluan jika kita mengharapkan uang orang lain tetapi tidak mau menanggung biaya yang dikenakan atas proses perpindahan pemakaian uang tersebut.

Kesimpulannya: biaya bunga tidak selalu dialami oleh setiap pemegang kartu kredit. Bunga hanya terjadi kepada mereka yang tidak membayar penuh tagihan yang datang. Mereka yang dikenakan bunga tinggi adalah orang yang tidak membayar penuh dan selalu telat membayar. Masalahnya ada pada diri orang tersebut dan bukan kepada produk kartu kreditnya. Memang meski harus diakui setiap kartu kredit memiliki kebijakan bunga yang berbeda-beda kecuali ditetapkan lain oleh Bank Indonesia. Jadi alasan menolak kartu kredit karena bunganya tinggi, rasanya kurang tepat. Bagaimana menurut Anda?

Bagikan artikel Kartu Kredit Bunganya Tinggi ini