Saturday, May 9, 2015

Kartu Kredit Annual Feenya Tinggi

Iuran tahunan (annual fee) juga bisa menjadi salah satu alasan orang menolak kartu kredit. Bagi kita yang masih awam mungkin akan berujar, "Akh...berapa sih iuran tahunan itu? Gitu aja kok diributin sampai tidak mau menggunakan kartu kredit?"

Memang benar. Masalahnya adalah penggunaan kartu kredit itu sendiri sudah sangat menguntungkan bank. Setiap kali terjadi transaksi bank sudah meraih untung dari pemilik toko. Jika bank sudah untung lalu mengapa mereka masih menarik iuran tahunan seperti ini? Terlihat rakus dan manipulatif bukan?

Iuran tahunan kartu kredit tinggi. 
Iuran Tahunan Kartu Kredit Tinggi

Iuran tahunan kartu kredit yang paling kecil mungkin nilainya Rp 75.000 per tahun sedangkan yang paling tinggi mungkin Rp 1.500.000 per tahun. Tentu saja ini dikembalikan kepada bank penerbit kartu masing-masing serta jenis kartunya (perak, emas, platinum, dst.). Semakin banyak benefit atau kelebihan kartu kredit tersebut maka semakin tinggi iuran tahunannya. Iuran tahunan merupakan salah satu komponen sumber pemasukan bank dan boleh dibilang hampir semua pengguna atau pemilik kartu kredit membayarnya.

Pertanyaannya sekarang adalah apakah cukup logis hanya karena adanya iuran tahunan seperti ini lalu kita menolak kartu kredit? Kalau kita cukup jeli melihat dari sudut pandang konsumen cerdas, sebenarnya pengenaan annual fee tidaklah perlu ditakutkan hingga menolak kartu kredit. Bukankah keuntungan atau benefit sebuah kartu kredit jauh lebih besar dari annual fee yang katakanlah cuma Rp 400.000 per tahun? Sekalipun bank memang sudah sangat diuntungkan tanpa harus menarik iuran tahunan, lantas apakah kita menolaknya hanya karena biaya yang tak lebih dari Rp 15.000 sehari? Jika ada seorang karyawan yang sehari menghabiskan sebungkus rokok yang harganya Rp 18.000 lalu menolak kartu kredit karena adanya iuran tahunan, rasanya konyol sekali.

Harus diakui, di beberapa negara maju komponen iuran tahunan ini sudah lama dihilangkan. Pengguna kartu kredit tidak akan dikenakan biaya ini lagi. Sebenarnya di Indonesia kita juga bisa mendapatkan fasilitas pembebasan iuran tahunan meski tidak secara langsung. Jika kita aktif menggunakan kartu kredit, kita bisa mengajukan bebas iuran tahunan ini. Atau bisa kita tukar dengan point rewards yang berhasil kita kumpulkan sepanjang tahun. Jadi siapa bilang kartu kredit iuran tahunannya tinggi? Kita bahkan bisa bebas iuran tahunan!

Bagaimana jika kita meminta bank untuk meniadakan iuran tahunan tapi mereka menolaknya? Kita bisa gunting dan balikin kartu kredit tersebut alias ditutup. Pindah ke bank lain yang menawarkan program bebas iuran tahunan. Pasti ada bank yang mau memberikan fasilitas ini apalagi jika melihat pola penggunaan kartu kredit kita sangatlah bagus. Masih banyak komponen biaya lain yang bisa menjadi sumber pemasukan bank selain iuran tahunan ini. Namun pastikan penggunaan kartu kredit Anda selama setahun di atas rata-rata 60% dari pagu kredit yang diberikan sebelum mengajukan penghapusan iuran tahunan ini. Jika tidak, bank akan menolaknya karena mereka belum meraih untung yang cukup.

Menurut kami kami di masa yang akan datang, semua kartu kredit di Indonesia akan bebas iuran tahunan sepanjang waktu (free for life). Entah bank mana yang akan memulainya terlebih dulu sebab persaingan bisnis kartu kredit akan mengarah ke sana seperti negara-negara maju. Bank yang gesit yang akan menerapkannya kecuali mereka kongkalikong membentuk semacam kartel bisnis untuk saling melindungi. Jadi kompetisi bisnis kartu kredit dibuat sedemikian rupa dan ditahan agar tidak ada bank-bank yang bangkrut bisnisnya.

Bagikan artikel Kartu Kredit Annual Feenya Tinggi ini