Thursday, June 4, 2015

Beginilah Bentuk Fisik Kartu Kredit

Sebelum membahas lebih jauh tentang kartu kredit, kita akan mulai dari bentuk fisik kartu kredit. Seperti apakah kartu kredit itu? Bagaimana bentuk dan rupanya? Berapa besar ukurannya atau seberapa tebal tipis kartu kredit itu? Bagaimana ciri-cirinya? Berikut di bawah ini akan kami jelaskan secara ringkas dan semoga bermanfaat.

Bentuk Fisik Kartu Kredit

Kartu kredit memiliki ciri-ciri tersendiri dibandingkan kartu plastik lainnya. Boleh dibilang di semua negara produk ini hampir sama persis. Karena memang dari sononya kartu ini dikeluarkan untuk semua bank yang beroperasi di setiap negara. Untuk ukuran tebal atau besarnya kartu kredit kurang lebih sama seperti ukuran kartu nama, kartu telepon, kartu identitas (KTP/SIM), kartu ATM, kartu debit, dsb. Kecuali untuk beberapa produk kartu kredit seperti VISA mini yang diterbitkan beberapa bank bisa lebih kecil namun itu hanya untuk segmentasi pasar berbeda. Semacam program promosi saja. Pada prinsipnya semua kartu kredit adalah sama ukuran dan bentuknya.

Agar lebih jelas, kita akan mengambil gambaran baku bentuk fisik kartu kredit yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia sebagai regulator produk perbankan satu ini. Anda bisa langsung menuju website Bank Indonesia atau tinggal membaca penjelasan lebih lanjut di bawah ini. Sama saja kok.

Ada beberapa hal yang bisa diperhatikan. Coba lihat gambar kartu kredit di bawah ini:
Ilustrasi kartu kredit tampak depan. Sumber: www.bi.go.id

Dari tampilan depan sebuah kartu kredit, maka dapat kita ketahui:
  • Logo Bank. Logo bank atau nama penerbit kartu adalah nama bank/institusi penerbit kartu kredit. Kalau kartu kredit kita diterbitkan oleh BCA sudah pasti muncul logo atas nama BCA. Jika kartu kredit yang kita punya diterbitkan Citibank, HSBC, ANZ, CIMB Niaga, maka muncul logo atau nama bank-bank tersebut. Cukup jelas untuk dipahami.
  • Nomor Kartu. Setiap kartu kredit memiliki nomornya yang unik dan berbeda-beda untuk setiap jenis kartu dan untuk setiap nasabah. Tidak bakalan sama di seluruh dunia. Untuk pasar Indonesia nomor kartu kredit berjumlah 16 digit yang terbagi dalam empat kelompok bilangan dengan jarak yang sedikit direnggangkan (contoh: 1234 5678 9012 3456). Empat digit awal menandakan jenis kartu dan nama bank penerbit yang berbeda. Kalau kita perhatikan dengan jeli, bentuk font nomor kartu kredit agak unik. Nanti akan kita bahas lebih detil lagi. Nomor kartu kredit memiliki sistem perhitungannya tersendiri yang unik sehingga membuatnya berbeda antara tiap kartu dan juga tiap pemiliknya. Nama orang boleh saja sama tetapi nomor kartu pasti berbeda!
  • Nama Pemilik. Kartu kredit akan tercetak nama pemiliknya. Jika nama kita adalah Cucu Tertular maka akan tercetak persis sama Cucu Tertular. Namun jika nama tersebut terlalu panjang seperti tiga empat kata maka bisa saja disingkat baik di depan atau belakangnya. Intinya nama pemilik kartu harus tercetak jelas seperti yang ada di kartu identitas (KTP/SIM/Passport) seperti saat kita apply kartu kredit.
  • Masa Berlaku Kartu. Kartu kredit memiliki masa berlakunya. Bisa 2 tahun, 3 tahun atau bahkan 5 tahun. Rata-rata adalah 3 tahun tergantung kebijakan bank sebagai penerbit kartu. Tiap-tiap bank mungkin punya kebijakan yang berbeda-beda. Jika masa berlaku kartu habis, otomatis kartu tersebut tidak bisa dipergunakan lagi. Sebagai gantinya akan dikirimkan kartu baru yang nomor kartunya persis sama kecuali untuk alasan-alasan tertentu bisa saja nomornya berbeda misalnya faktor keamanan, dsb. Untuk melihat masa berlaku kartu bisa diketahui dari valid thru (berlaku sampai) dan valid from (berlaku sejak). Sedangkan member since artinya sudah berapa lama kita memegang kartu tersebut sebagai nasabah. Biasanya dihitung dalam bilangan tahunan.
  • Logo Perusahaan Pembayaran Internasional. Biasanya disebut juga dengan nama "jaringan pembayaran internasional". Setiap kartu kredit yang kita apply hanya akan mendapatkan satu nama jaringan pembayaran. Jika kita memohon kartu VISA maka akan mendapatkan kartu kredit berlogo VISA International. Jika kita mengajukan kartu MasterCard maka akan mendapatkan kartu kredit berlogo MasterCard International. Begitu juga dengan jenis kartu kredit lainnya seperti JCB, BCA, Amex, dll. 
  • Chip. Chip adalah produk pengaman tambahan yang terbilang baru. Dulunya tidak ada. Namun di masa yang akan datang mungkin akan terus disempurnakan. Saat ini semua kartu kredit yang diterbitkan untuk pasar Indonesia sudah diwajibkan untuk memiliki chip guna pengamanan kartu kredit dari aksi mafia kartu kredit. Cara kerja chip ini mirip chip di kartu telepon selular di mana berisi beberapa data penting identitas si nasabah atau data kartu kredit itu sendiri. 
Ilustrasi kartu kredit tampak belakang. Sumber: www.bi.go.id

Tampilan belakang kartu kredit kurang lebih berisi informasi:
  • Pita Magnetik. Pita magnetik ini sama seperti pita magnetik kartu ATM atau kartu debit. Warnanya hitam kecoklatan panjang dan kegunaannya adalah untuk merekam beberapa data penting nasabah atau kartu itu sendiri dalam bentuk barcode yang hanya bisa dibaca oleh mesin. Beberapa data penting itu antara lain seperti nama, nomor pin, alamat, limit kartu, saldo, dsb. Kalau kita ingat pita kaset zaman dulu maka kurang lebih seperti itulah cara kerja atau fungsinya. Berhubung mengandung magnet maka kartu kredit tidak dianjurkan untuk terlalu sering didekatkan benda-benda berdaya magnet tinggi. Pita magnetik ini bisa rusak sehingga kartu kredit tersebut menjadi tidak berfungsi atau error. Karena itu jika tiba-tiba kartu kredit kita tidak bisa dipergunakan sementara statusnya masih oke-oke saja, ada kemungkinan memang rusak di pita magnetik ini. Harus dilaporkan ke bank untuk diganti kartu baru. 
  • Panel Tanda Tangan. Panel warna putih adalah lembaran khusus untuk menampung tanda tangan pemilik kartu. Jika kita sebagai pemiliknya maka tanda tangan kitalah yang harus tercantum di sana. Untuk menandatanganinya tinggal gunakan pulpen. Tujuannya agar memudahkan verifikasi tambahan sebagai pemegang kartu yang sah.
  • Tiga Digit Pengaman Kartu. Di belakang kartu kredit selalu ada 3 digit angka sebagai pengaman kartu yang sering disebut CVV (Card Verification Value). Kartu kredit zaman dulu tidak ada kode ini. Kode ini ditambahkan sebagai pengaman kartu sama seperti chip. Hanya saja teknologi chip adalah teknologi terbaru. Penambahan digit CVV ini juga sebagai respon bank terhadap kejahatan mafia kartu kredit  yang ada. Jika tidak terpaksa, usahakan tiga digit CVV ini tidak boleh ada orang lain yang tahu kecuali kita sendiri sebagai pemilik kartu. Nanti akan dibahas lebih lanjut.
  • Identitas Bank Penerbit Kartu. Nama dan alamat bank sebagai penerbit kartu juga akan tercetak di belakang kartu. Jika ada orang lain yang menemukan kartu kredit kita maka mereka bisa mengembalikannya kepada bank tersebut. Atau jika ada kendala kita juga bisa langsung menghubungi alamat atau nomor telepon bank yang tercantum di belakang ini. Identitas ini bisa berisi keterangan bank secara singkat seperti: kotak pos, situs web atau nomor telepon layanan kartu.
  • Logo Cirrus/PLUS. Logo ini untuk memudahkan kita sebagai pemilik kartu mengenali mesin-mesin ATM untuk menarik uang tunai di seluruh dunia. Cirrus adalah untuk MasterCard, sedangkan PLUS adalah untuk jaringan VISA. Pada prinsipnya semua mesin ATM sudah mengakomodir kedua logo ini karena bank saling bekerjasama.
  • Hologram. Kartu kredit juga memiliki hologram sebagai pengaman tambahan. Untuk kartu kredit VISA hologramnya muncul di belakang, sedangkan untuk kartu kredit MasterCard hologramnya tampak di depan kartu.

Kurang lebih seperti itulah bentuk fisik kartu kredit yang akan bakal kita miliki jika belum punya kartu kredit. Namun jika sudah punya rasanya sudah pasti paham betul. Selain bentuk fisik yang kasat mata, sebenarnya di dalam kartu tersebut juga ada yang tidak kasat mata seperti hologram. Tempatnya disembunyikan sebagai pengamanan juga.


Bagikan artikel Beginilah Bentuk Fisik Kartu Kredit ini